Bank Syariah Indonesia dan Harapan Baru Perbankan Syariah Nasional
Ekonomi Syariah | 2026-01-05 21:29:11Berdirinya Bank Syariah Indonesia (BSI) menandai satu fase penting dalam perjalanan panjang perbankan syariah di Indonesia. Setelah bertahun-tahun berkembang secara parsial, kini bank syariah nasional memiliki satu entitas besar yang mampu berdiri sejajar dengan bank-bank konvensional raksasa.
BSI lahir dari penggabungan tiga bank syariah milik BUMN: Bank Syariah Mandiri, BNI Syariah, dan BRI Syariah. Merger ini bukan sekadar penyatuan aset dan jaringan, melainkan juga simbol keseriusan negara dalam mendorong sistem keuangan berbasis nilai-nilai syariah agar tidak lagi berada di pinggiran.
Selama ini, perbankan syariah kerap dipandang sebagai alternatif, bukan arus utama. Padahal, dengan mayoritas penduduk Muslim, Indonesia memiliki potensi pasar syariah yang sangat besar. Kehadiran BSI sebagai bank syariah terbesar kedua di Indonesia menjadi bukti bahwa potensi tersebut mulai diolah secara lebih serius dan terstruktur.
Namun, tantangan BSI tentu tidak ringan. Menjadi bank besar berarti dituntut untuk profesional, transparan, dan adaptif terhadap perubahan zaman. Di era digital, masyarakat tidak hanya mencari bank yang “sesuai syariah”, tetapi juga cepat, mudah diakses, dan relevan dengan kebutuhan sehari-hari. Dalam konteks ini, transformasi digital BSI menjadi ujian utama, apakah bank syariah mampu tampil modern tanpa kehilangan jati dirinya.
Di sisi lain, BSI membawa harapan besar bagi penguatan sektor UMKM. Skema pembiayaan berbasis bagi hasil seharusnya mampu menjadi solusi yang lebih adil bagi pelaku usaha kecil, dibandingkan sistem kredit berbunga. Jika dijalankan secara konsisten, BSI dapat menjadi mitra strategis bagi UMKM yang selama ini kesulitan mengakses permodalan.
Lebih dari sekadar institusi keuangan, BSI seharusnya hadir sebagai agen perubahan. Nilai-nilai keadilan, keberlanjutan, dan keberpihakan pada ekonomi rakyat perlu diwujudkan dalam kebijakan nyata, bukan hanya jargon promosi. Di sinilah publik akan menilai, apakah bank syariah benar-benar membawa perbedaan atau sekadar berganti label.
Pada akhirnya, berdirinya Bank Syariah Indonesia patut diapresiasi sebagai langkah besar dalam pembangunan ekonomi syariah nasional. Namun, keberhasilan BSI tidak akan ditentukan oleh besar kecilnya aset semata, melainkan oleh sejauh mana bank ini mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan menjaga kepercayaan publik.
BSI telah lahir sebagai simbol harapan. Tugas berikutnya adalah membuktikan bahwa perbankan syariah mampu menjadi kekuatan utama dalam sistem keuangan Indonesia, bukan hanya pelengkap di tengah dominasi bank konvensional.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
