Pembentukan Karakter Perempuan Mandiri Akibat Sistem Patriarki
Agama | 2026-01-05 12:44:38
Esai ini akan membahas dua novel yang kedua karakter utamanya memutuskan untuk menjadi wanita yang mandiri, melawan patriarki yang saat itu masih sangat kental. Novel yang akan dibahas adalah Midah si Manis Bergigi Emas karya Pramoedya Ananta Toer dan Kehilangan Mestika karya Fatimah H. Delais. Kedua novel ini sama-sama menggambarkan perjuangan perempuan di tengah tekanan patriarki dan norma-norma sosial yang membatasi gerak perempuan. Tokoh utama dalam dua novel tersebut sama-sama menunjukkan bahwa mereka merupakan sosok mandiri, meskipun banyak perbedaan dari makna “mandiri” antara keduanya.
Midah mengalami perjodohan paksa dan juga mengalami kekerasan dari pernikahan tersebut. Kenyataan pahit juga ia temukan ketika mengetahui Haji Terbus, suaminya, memiliki banyak istri. Hamidah juga mengalami keterpaksaan saat menikah. Kedua penulis sama-sama mengkritik sistem patriarki yang merampas hak perempuan atas pilihan hidup mereka.
Meski kehidupan keduanya terkesan menyulitkan, baik Midah dan Hamidah mencapai kemandirian masing-masing. Midah yang menjadi mandiri dengan memutuskan untuk pergi dari rumah dan menjadi penyanyi keroncong. Sementara itu, kemandirian yang sudah sejak awal dimiliki Hamidah, yaitu berusaha mencerdaskan perempuan-perempuan di daerahnya, juga melawan adat yang berlaku di daerahnya.
Perbedaan latar tempat pada kedua novel ini juga memberikan dampak yang cukup besar. Midah yang tinggal di kota, hanya fokus menjadi mandiri untuk dirinya sendiri dan kebebasan pribadi. Sementara itu, Hamidah berusaha mengubah perempuan-perempuan di sekitarnya untuk maju, dan tidak diam saja atas adat yang kebanyakan memberikan kekangan pada mereka.
Keduanya mandiri dengan jalan dan pilihan yang berbeda. Meski beberapa keputusan yang mereka ambil juga punya resiko yang cukup membuat keduanya menyesal. Midah yang sempat menyesali keputusannya karena menjalani hidupnya yang cukup bebas, namun pada akhirnya memilih untuk meninggalkan anaknya. Dan, Hamidah yang keputusannya selalu salah dalam percintaan.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
