Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Ahmad Nabil Faqih

Tragedi Cinta dan Ketimpangan Sosial

Sastra | 2026-01-05 03:08:34
Sumber: Pinterest

Drama Naskah sering kali tidak hanya menyuguhkan cerita, tetapi juga menyampaikan kritik sosial melalui konflik dan dialog antar tokohnya. Hal tersebut dapat ditemukan dalam naskah drama Bunga Semerah Darah karya WS Rendra dan Awal dan Mira karya Utuy Tatang Sontani. Kedua naskah ini sama-sama menampilkan kisah cinta yang berakhir tragis, namun konflik yang melatarinya memiliki tekanan yang berbeda.

Dalam Bunga Semerah Darah , konflik utama bermula dari ketimpangan sosial antara kaum buruh dan kaum berkuasa. Rendra menggambarkan kehidupan masyarakat kecil yang ditekan oleh sistem yang tidak adil. Kisah cinta di dalam drama ini tidak berdiri sendiri, melainkan terhimpit oleh kondisi sosial dan ekonomi yang keras. Dialog-dialognya terasa tegas dan lugas, bahkan cenderung keras, sehingga menampilkan sikap kritis Rendra terhadap pengakuan dan ketidakadilan sosial.

Sementara itu, Awal dan Mira lebih menekankan konflik batin dan psikologis tokoh-tokohnya. Hubungan cinta antara Awal dan Mira digambarkan penuh keraguan, ketakutan, dan tekanan moral. Utuy Tatang Sontani menampilkan tokoh-tokoh yang tampak lemah dan terjebak dalam keadaan yang tidak mereka kehendaki. Konflik dalam naskah ini terasa lebih sunyi dan mendalam, tidak meledak-ledak, namun justru menyayat karena menampilkan keterbatasan manusia dalam menentukan nasibnya sendiri.

Perbedaan pendekatan ini juga terlihat dari cara pengarang membangun suasana. Bunga Semerah Darah menghadirkan suasana keras, penuh ketegangan sosial, dan sarat kritik terhadap struktur kekuasaan. Sebaliknya, Awal dan Mira menghadirkan suasana muram dan tragis yang lebih personal. Jika Rendra menarik konflik manusia dengan sistem sosial, maka Utuy lebih menarik konflik manusia dengan dirinya sendiri dan lingkungannya yang membatasi.

Dengan demikian, kedua naskah drama ini sama-sama menunjukkan bahwa cinta sering kali tidak mampu bertahan ketika dibayangkan pada tekanan sosial dan kenyataan hidup. Bunga Semerah Darah menampilkan tragedi cinta sebagai akibat langsung dari ketidakadilan sosial, sedangkan Awal dan Mira menampilkan tragedi cinta sebagai akibat dari ketidakberdayaan manusia menghadapi keadaan. Perbandingan ini menampilkan bahwa meskipun tema yang diangkat serupa, setiap pengarang memiliki cara dan sudut pandang yang berbeda dalam menyampaikan pesan melalui naskah drama.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image