Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image I Made Lucky

Kesunyian di Tengah Keramaian

Ekspresi | 2026-01-04 17:27:23
Ilustrasi Konser
Ilustrasi Konser

Malam itu adalah kali pertamaku mengikuti pertunjukan musik, yang sering disebut oleh banyak anak muda sekarang sebagai konser.

Ketika pertama kali berada di tempat tersebut, aku merasakan dunia yang berbeda. Dunia yang belum pernah kutemui sebelumnya. Dunia yang belum pernah terpijak oleh dua kaki kecil ini. Aku melihat banyak orang yang berdatangan ke sini. Mereka semua ingin menonton penyanyi favorit mereka masing-masing.

Saat sedang mengantre untuk menunjukkan tiket yang sudah dimiliki, tiba-tiba saja aku terpikirkan sesuatu—“Apa yang mereka cari sebenarnya?” Jika hanya ingin mendengarkan musik, bisa saja melalui handphone. Tapi, mereka jauh-jauh datang ke sini. Jadi apa yang sebenarnya mereka cari? Sebuah pertanyaan yang sebenarnya juga mengerucut kepada diriku sendiri.

Kemudian aku memikirkan jawaban dari pertanyaan yang muncul tanpa persiapan. Pada awalnya, aku tertarik untuk datang ke tempat ini karena diajak oleh temanku dan aku mengiyakan ajakan itu karena aku berpikir, aku ingin memiliki waktu bersama mereka di luar waktu saat kita di sekolah dan juga aku ingin mengetahui experience apa yang akan aku dapati saat mengikuti kegiatan tersebut.

Setelah pertanyaan tersebut terjawabkan oleh diriku sendiri, akhirnya aku mendapatkan konklusi sementara, bahwa orang-orang datang ke tempat ini dengan tujuan yang sama sepertiku. Tapi tidak menutup kemungkinan, bahwa mereka memiliki tujuan dan maksud lain mendatangi tempat ini.

Tidak lama setelah itu, tiba-tiba saja seorang pria berumur sekitar 3 dekade, berambut pendek, dan tinggi sekitar 165-175 cm, menghampiri kami. Sebut saja pria tersebut mas Dani. Dia membuka percakapan dan diketahui, bahwa dia datang kesini sendirian, karena teman-temannya memiliki agenda lain di hari yang sama.

Setelah melalui percakapan yang cukup panjang dan intens, aku mencoba menanyakan yang ada pada pikiranku sebelumnya—Apa yang sebenarnya orang cari ketika menonton konser? Jawabannya serupa dengan apa yang aku pikirkan, yaitu tentang perasaan dan pengalaman. Dia menjawab, bahwa salah satu tujuan orang datang ke sini adalah untuk experience-nya. “Apalagi jika penyanyi favoritnya yang sedang bernyanyi—senangnya bukan main,” sambung mas Dani.

~~~

Saat konser sudah dimulai, suara musik kian menggelegar sampai ke detak jantung dan denyut nadi. Waktu demi waktu melaju secara pasti, band demi band kian terus berganti, dan aku terus mengamati. Orang-orang di sekitarku mulai menunjukkan jati dirinya masing-masing. Mereka melompat-lompat, bergoyang, serta bertepuk tangan mengiringi alunan musik yang berlalu. Mereka semua berteriak mengikuti lirik musik yang sedang dimainkan.

Mereka yang berada di depan, belakang, samping kanan dan kiriku, mendorong tubuh kecilku ini, seakan-akan memaksa aku untuk mengikuti apa yang mereka lakukan. Aku sudah berusaha untuk beradaptasi dengan keadaan yang sedang terjadi. Tapi tidak tahu kenapa, sekuat apa pun aku mencoba: aku tidak bisa berteriak seperti mereka, tidak bisa loncat-loncat seperti mereka. Aku hanya mampu untuk bertepuk tangan dan bergoyang ringan: kepala ke kanan dan ke kiri, mengiringi musik yang sedang bermain.

Entah, energiku habis karena memang aku belum makan dari sore hari atau karena aku sudah mengantuk, mengetahui bahwa itu sudah seharusnya masuk dalam jam tidurku.

Entahlah, aku tidak bisa memberikan jawaban pasti dari semua itu. Satu bal pasti adalah—aku merasakan ada hal yang aneh pada diriku: hal yang membuatku merasa tenang di tengah kekacauan, hal yang membuatku bisu di tengah kebisingan, dan hal yang membuatku merasa sunyi di tengah keramaian. Semua itu memfokuskan memoriku untuk mengingat kembali sebuah kalimat yang diucapkan oleh Rocky Gerung—“Sunyi adalah bunyi yang sembunyi. Semakin berisik, maka semakin sunyi.”

Waktu pertama kali aku mendengar adagium tersebut, aku keheranan dan kebingungan. Apa yang dimaksud oleh Bung Rocky? Tapi kini, aku mulai memahami substansial dari kalimat yang diucapkan oleh Rocky Gerung.

Sederhananya seperti ini, ketika di sekeliling kita berisik—sangat berisik, maka itu akan menutup sebagian ruang pada pikiran dan hati kita untuk berbicara, sehingga menghasilkan sebuah kesunyian dan melahirkan ketenangan, meskipun berada di tengah keramaian. Sebaliknya, justru ketika di sekeliling kita sunyi—cukup sunyi, bahkan kalau ada hanya terdengar suara jangkrik, air mengalir ataupun nyamuk, itu akan membuka dan memberikan ruang kepada pikiran dan hati untuk berbicara, bahkan beradu argumen. Apalagi jika saat itu kita sedang mengalami banyak masalah kehidupan, makin tambah berisik lagi pikiran dan perasaan kita. Akibatnya, yang seharusnya melahirkan ketenangan, justru sebaliknya—melahirkan kebisingan.

Jadi, dapat diinterpretasikan bahwa aku adalah orang yang menyukai kesunyian dan ketenangan.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image