Gen Z Disebut Generasi Paling Rapuh: Benarkah atau Salah Paham?
Gaya Hidup | 2025-12-30 18:46:25Gen Z Tumbuh di Era Tekanan yang Berbeda
Gen Z adalah generasi yang lahir dan tumbuh di era digital. Sejak remaja, mereka sudah terbiasa hidup berdampingan dengan media sosial, algoritma, dan budaya perbandingan tanpa henti. Setiap hari, Gen Z dihadapkan pada standar kesuksesan instan: sukses di usia muda, produktif setiap waktu, dan selalu terlihat bahagia.Tekanan ini berbeda dari yang dialami generasi sebelumnya. Jika dulu kegagalan hanya diketahui lingkungan sekitar, kini kegagalan terasa publik. Tidak heran jika mental Gen Z lebih rentan terpapar anxiety, overthinking, dan kelelahan emosional.
Kesadaran Mental Health yang Disalahartikan
Salah satu alasan Gen Z dicap rapuh adalah karena mereka lebih terbuka membicarakan kesehatan mental. Gen Z berani menyebut stres, cemas, dan burnout sebagai masalah nyata, bukan sesuatu yang harus dipendam.Sayangnya, keterbukaan ini sering disalahartikan sebagai kelemahan. Padahal, keberanian membicarakan mental health justru menunjukkan kesadaran diri yang tinggi. Gen Z tidak lebih rapuh, mereka hanya lebih jujur dibanding generasi sebelumnya yang terbiasa menormalisasi lelah dan tekanan.
Dunia Kerja yang Tidak Lagi Ramah
Masuk ke dunia kerja, Gen Z dihadapkan pada sistem yang menuntut fleksibilitas tanpa batas. Jam kerja tidak jelas, target tinggi, dan ekspektasi terlalu banyak membuat banyak Gen Z mengalami burnout lebih cepat.Ketika mereka mempertanyakan sistem tersebut, muncul stigma: Gen Z dianggap manja, tidak loyal, dan tidak tahan tekanan. Padahal, penolakan Gen Z terhadap budaya kerja yang tidak sehat bisa dibaca sebagai bentuk kesadaran akan batas diri, bukan sikap rapuh.Gen Z Rapuh atau Justru Paling Adaptif?Ironisnya, di balik label rapuh, Gen Z justru dikenal sebagai generasi paling adaptif.
Mereka cepat belajar, akrab dengan perubahan, dan berani mendobrak pola lama. Namun, adaptasi yang terus-menerus tanpa jeda juga memiliki harga: kelelahan mental.Menyebut Gen Z sebagai generasi rapuh tanpa melihat konteks zaman hanya akan menyederhanakan persoalan. Yang rapuh mungkin bukan generasinya, melainkan sistem sosial dan ekonomi yang menuntut terlalu banyak sejak usia muda.
Label "Rapuh" yang Perlu Dikoreksi
Alih-alih terus mempertanyakan ketahanan Gen Z, mungkin sudah saatnya kita mengevaluasi lingkungan yang mereka hadapi. Dunia yang serba cepat, kompetitif, dan penuh tekanan membutuhkan pendekatan baru, bukan generasi yang dipaksa mengikuti standar lama.Gen Z tidak meminta hidup yang mudah. Mereka hanya ingin hidup yang lebih sehat, masuk akal, dan manusiawi. Menyebut mereka rapuh mungkin terasa mudah, tetapi memahami konteks mereka jauh lebih penting.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
