Windows 11 dan Jebakan E-Waste: Mengapa Kita tak Perlu Buru-Buru Ganti Laptop?
Teknologi | 2025-12-30 13:55:35
Sudah lebih dari dua bulan berlalu sejak tanggal 14 Oktober 2025. Bagi pengguna komputer di seluruh dunia, tanggal tersebut menandai berakhirnya sebuah era: Microsoft secara resmi menghentikan dukungan untuk Windows 10.
Dan sekarang jutaan pengguna PC "mungkin termasuk kamu" mulai mendapatkan pesan untuk update atau beralih ke Windows 11. Masalahnya tidak semua perangkat memenuhi syarat baru yang diminta oleh Windows 11 itu sendiri.
Dan mungkin muncul sedikit dalam benak kita "apakah saya harus upgrade perangkat saya?" bisa saja ini trik atau cara mereka dalam pemasaran raksasa teknologi semata, supaya orang-orang mengganti devicenya.
Saya sebagai mahasiswa Sistem Informasi, saya memandang fenomena ini sebagai keusangan yang di sengaja atau disebut "Planned Obsolescence" sebenarnya berangkat kita masih sangat mampu mengangkat sistem-sistem terkini bahkan untuk yang berat sekalipun.
Dan syarat utama Windows 11 adalah adanya cip "TPM 2.0 (Trusted Platform Module.)" pada perangkat yang ingin menggunakan Windows 11, dan membuat jutaan processor contohnya Intel mulai dari "Core i7 Gen-7 Kebawah" dianggap usang
Jebakan "Keusangan Yang Direncanakan"
Hal ini pun menciptakan dilema. Kita dipaksa mengganti perangkat yang masih berfungsi normal atau bahkan mumpuni agar bisa menerima update "keamanan Dan Windows 11" yang terbaru. yang pada akhirnya memicu "ledakan sampah elektronik" Analis dari perusahaan riset Canalys memperkirakan bahwa keputusan Microsoft ini dapat menyebabkan hingga 240 juta PC berakhir di tempat pembuangan sampah.
Dari pandangan saya kita TIDAK PERLU mengganti laptop atau komputer kita, jika perangkat kita masih mumpuni untuk digunakan.
kita bisa mengakalinya dengan menginstal antivirus pihak ketiga (3rd party) yang kredibel sangat disarankan untuk menjaga keamanan dari ancaman Trojan, Ransomware, atau Spyware, mengingat absennya security patch dari Microsoft. Selain itu, menjaga "kesehatan digital" dengan tidak mengunduh file sembarangan menjadi kunci utama.
Kesimpulan
Keputusan Microsoft mematikan Windows 10 memang mengecewakan dari sisi lingkungan. Namun sebagai konsumen cerdas, kita punya kendali penuh.
Membeli laptop baru memang solusi termudah, tapi bukan satu-satunya jalan keluar. Memperpanjang usia pakai perangkat elektronik adalah langkah kecil namun nyata untuk mengurangi sampah teknologi di bumi.
Jadi, sebelum memutuskan membeli perangkat baru, cobalah optimalkan kembali potensi laptop lama Anda hingga titik darah penghabisan.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
