Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Prof. Dr. Ir. Junianto MP dan Meyla Puspita L

Pelatik Cumi Khas Kayong Utara: Rasa Laut dari Tanah Transmigrasi

Kuliner | 2025-12-28 12:21:41

Pelatik Cumi Khas Kayong Utara:Rasa Laut dari Tanah Transmigrasi

Di sebuah sudut pesisir Kalimantan Barat, aroma gurih bumbu laut menyeruak dari dapur sederhana milik warga transmigran di Teluk Batang. Wangi itu berasal dari Pelatik Cumi olahan khasyang kini mulai dikenal sebagai cita rasa khas Kayong Utara salhsatu kabupan sebuah nama Kabupatedi Kalimantan Barat

Produk ini bukan sekadar lauk rumahan, tapi simbol dari semangat kolaborasi antara masyarakat pesisir dan transmigran,yang menetap di kawasan ini sejak beberapa dekade lalu.

Jejak Laut dan Transmigrasi

Kabupaten Kayong Utara dikenal sebagai wilayah pesisir yangkaya hasil laut. Dari Teluk Batang hingga Seponti, masyarakatmenggantungkan hidup pada perikanan tangkap dan olahan hasil laut.

Di sisi lain, kawasan ini juga menjadi salah satu wilayahtransmigrasi aktif sejak era 1980- an. Para transmigran dariJawa dan Sulawesi membawa keterampilan baru dalam bertani, berdagang, hingga mengolah makanan.

Pertemuan antara budaya pesisir ini dan semangat transmigrasimelahirkan berbagai inovasi kuliner, salah satunya Pelatik Cumi.

Pelatik Cumi merupakan hasil olahan cumi segar yangdibumbui dengan rempah lokal dan dimasak hingga menghasilkan rasa gurih-pedas yang khas.

“Kalau orang sini bilang pelatik itu artinya dimasak dengancara khas, bumbunya banyak dan rasanya nendang,” ujar Neis, salah satu pelaku UMKM di kawasan transmigrasi Sukadana.

Proses pembuatannya sederhana, namun membutuhkan ketelatenan. Cumi segar dibersihkan, kemudian direbus sebentaruntuk menghilangkan aroma amis. Setelah itu dimasak bersamabumbu pelatik yang terdiri dari cabai, bawang, serai, dan sedikitgula merah.

Hasilnya adalah tekstur cumi yang kenyal berpadu dengan rasapedas-manis yang pas, cocok dijadikan lauk atau camilan khas laut.

Pelatik cumi bahkan bisa dijual ke warung dan online,” ceritaNureni, pelaku usaha lainnya.

Produk ini menjadi salah satu contoh bagaimana programtransmigrasi bukan hanya memindahkan penduduk, tapi juga menumbuhkan inovasi ekonomi berbasis lokal.

Dengan dukungan pelatihan dari pemerintah daerah dankoperasi, para pelaku UMKM kini mampu mengemas produk dengan label khas Pelatik Cumi Khas Kayong Utara.

Harapan dan Tantangan

Meski semakin dikenal, produk Pelatik Cumi masih menghadapitantangan pemasaran. Lokasi yang jauh dari kota danketerbatasan akses pemasaran menjadi kendala utama.

Namun, semangat warga tidak surut. Mereka mulai memanfaatkan media sosial dan marketplace untuk memperluasjangkauan produk ke Pontianak dan bahkan ke Pulau Jawa.

Harapan besar muncul agar pemerintah daerah dan lembaga pendidikan dapat terus mendorong pendampingan UMKM,khususnya dalam hal pemasaran dan standarisasi produk.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Berita Terkait

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image