Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Tri haryanti

Bakat atau Kerja Keras? Menjawab Perdebatan Lama dalam Psikologi

Edukasi | 2025-12-27 13:50:03
Gambar ini Hasil AI

Perdebatan mengenai bakat selalu menarik perhatian banyak orang. Sebagian besar percaya bahwa bakat adalah kemampuan alami yang sudah melekat sejak lahir, sehingga hanya orang tertentu yang bisa mencapai prestasi tinggi. Sementara itu, banyak pula yang berpendapat bahwa keberhasilan bukan soal bakat, tetapi soal latihan dan kerja keras.

Lalu, mana pandangan yang lebih tepat?Psikologi modern menjelaskan bahwa setiap manusia lahir dengan potensi bawaan yang berbeda-beda. Faktor genetik dan struktur otak dapat membuat seseorang lebih mudah menguasai bidang tertentu, misalnya musik, matematika, atau olahraga sejak usia dini. Dengan kata lain, bakat bawaan memberi keunggulan awal yang tidak dimiliki semua orang.

Namun keunggulan ini bukan jaminan otomatis bahwa seseorang akan menjadi hebat di bidang tersebut. Di sisi lain, teori perkembangan menjelaskan bahwa bakat dapat berkembang melalui latihan dan lingkungan yang tepat. Konsep growth mindset menunjukkan bahwa kemampuan intelektual maupun keterampilan dapat tumbuh melalui proses belajar yang konsisten.

Banyak penelitian membuktikan bahwa latihan intensif dan disiplin memberikan kontribusi jauh lebih besar dalam pencapaian prestasi dibandingkan sekedar bakat alami. Bahkan sering kali, orang yang awalnya biasa saja dapat melampaui orang berbakat yang kurang berusaha.Faktor lingkungan juga memainkan peran besar dalam pembentukan kemampuan.

Dukungan orang tua, guru yang kompeten, fasilitas belajar, serta motivasi internal sangat menentukan apakah bakat seseorang berkembang atau justru berhenti. Anak dengan potensi besar tidak bisa mencapai apa-apa tanpa kesempatan berlatih, sementara anak yang biasa saja bisa menonjol jika diberi ruang untuk tumbuh.

Jadi, apakah bakat itu bawaan atau bisa dibentuk? Jawabannya adalah keduanya saling melengkapi. Bakat memberikan titik awal, tetapi kerja keras, kesempatan, dan konsistensi adalah penentu akhir. Dunia tidak hanya membutuhkan mereka yang berbakat dan berbakat, namun mereka juga memilih untuk tidak menyerah dan terus meningkatkan diri. Karena pada akhirnya, bakat tanpa usaha akan hilang, sementara usaha tanpa bakat pun mampu menciptakan hasil yang luar biasa.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image