Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Nabila Ramadhani

Dampak Psikologis dan Sosial yang Berkepanjangan pada Korban Perundungan?

Sekolah | 2025-12-22 22:46:13
Iluatrasi perundungan (sumber : freepik)

Akhir-akhir ini kasus perundungan sedang ramai di perbincangkan, Seperti kasus yang terjadi baru ini di SMPN 19 Tangerang Selatan, korban dibully secara verbal dan non verbal. Semenjak mengikuti kegiatan MPLS anak berinisial MH sudah mengalami perundungan seperti dipukul maupun ditendang.

Kakak korban yaitu Rizky menyebutkan bahwa puncak perundungan pada 20 Oktober 2025, korban dipukul kepalanya pakai kursi lalu korban dirujuk ke rumah sakit swasta yang ada di daerahnya dan dirujuk lagi ke rumah sakit Fatmawati, Jakarta Selatan. Sepekan setelah dirawat korban dikabarkan meninggal dunia. Belum dipastikan sanksi yang diberikan kepada pelaku karena masih dibawah umur. Tetapi disebutkan dalam UU No. 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak, jika pelaku dibawah umur 12-18 tahun akan dilakukan perdamaian yaitu melakukan pendekatan keadilan restoratif atau bisa mengikuti progam pembinaan.

Dapat dilihat dari kasus diatas perundungan sangatlah berbahaya, di lingkungan pertemanan bisa terlihat baik-baik saja dari cara mereka berinteraksi namun dibaliknya terkadang ada perundungan yang bisa memberi dampak besar pada korban. Menurut PISA (Programme for International Student Assessment) masalah perundungan di Indonesia telah mencapai tingkat yang signifikan, hampir separuh dari pelajar berusia 15 tahun mengalami perundungan dalam periode satu bulan. Skala masalah ini diperkuat oleh fakta bahwa Indonesia menduduki peringkat kelima secara global untuk kasus perundungan. Beberapa orang tua ataupun anak sadar akan adanya dampak dari perundungan, namun banyak yang masih meremehkan karena belum memahami dampaknya. Seberapa bahaya dampak dari perundungan tersebut? Mari kita simak sejauh mana tingkat bahaya perundungan tersebut!

1. Psikologis

Korban perundungan sering kali menerima dampak psikologis yang cukup parah dalam tekanan emosionalnya seperti stress, cemas, depresi, dan bisa menurunkan kepercayaan diri korban. Dampak psikologis jangka panjang pada korban, korban dapat merusak dirinya sendiri akibat tekanan mental yang pelaku berikan, ada kemungkinan juga korban bisa menjadi pelaku perundungan dalam bentuk balas dendam.

2. Sosial

Korban mengalami dampak sosial yang bisa menyebabkan korban merasa diasingi oleh orang sekitar, kesulitan untuk menjalin hubungan dengan orang lain, dan dapat menurunkan prestasi akademik. Yang lebih parah, korban dapat memiliki perilaku antisosial atau individualisme dan takut untuk memiliki hubungan baru yang sehat dalam bermasyarakat.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image