Teknologi yang Diam-diam Mengatur Keseharian Kita
Teknologi | 2025-12-22 19:11:43
Pernah merasa waktu tiba-tiba habis hanya karena “sebentar scroll”? Atau heran kenapa iklan yang muncul di ponsel terasa sangat relevan dengan isi pikiran kita? Tanpa kita sadari, teknologi bukan lagi sekadar alat bantu, melainkan telah menjadi pengatur tak kasat mata dalam kehidupan sehari-hari.Teknologi hadir dengan wajah ramah, tampilan sederhana, dan janji kemudahan. Namun di balik layar, ada sistem kompleks yang bekerja mengamati, mempelajari, dan memengaruhi keputusan kita—mulai dari bangun tidur hingga kembali terlelap.
Di era digital saat ini, teknologi tidak hanya hadir sebagai alat bantu — ia telah menjadi pengatur tak terlihat dalam ritme hidup kita. Dari bangun tidur sampai tidur kembali, teknologi memengaruhi cara kita berpikir, bekerja, berinteraksi, hingga membuat keputusan tanpa kita sadari sepenuhnya.Kita mengira perangkat dan aplikasi itu hanya membantu. Namun di balik tampilan yang ramah, ada sistem rumit seperti algoritma, data mining, dan kecerdasan digital yang secara aktif mengarahkan preferensi, pilihan, dan perhatian kita setiap hari.
Algoritma: “Otak” Tak Terlihat yang Membentuk Perhatian Kita
Algoritma adalah kode dan mesin yang menentukan konten apa yang kita lihat di media sosial, platform video, hingga aplikasi rekomendasi. Algoritma bekerja mengamati perilaku kita—apa yang kita klik, tonton, atau lewati—lalu menyajikan konten yang dianggap relevan secara otomatis.Penelitian jurnal di Indonesia menunjukkan bahwa algoritma di media sosial menjadi faktor penting dalam cara generasi muda mencari informasi dan membentuk pengalaman digital mereka. Misalnya pada platform berbasis video pendek, algoritma menjadi penentu utama konten yang tampil karena menyesuaikan preferensi pengguna berdasarkan data perilaku mereka (misalnya di sebuah studi tentang TikTok dan generasi Z) . Ejournal Universitas Negeri ManadoWalau memberi kenyamanan dan personalisasi, algoritma juga berpotensi menciptakan apa yang disebut “filter bubble”—di mana kita hanya melihat konten yang mirip dengan apa yang sudah kita sukai, membatasi sudut pandang, dan memperkuat persepsi yang sudah ada
Smartphone: Perangkat Kecil, Kendali Besar
Smartphone telah menjadi benda pertama yang disentuh saat bangun tidur dan terakhir sebelum tidur. Keberadaannya mendominasi berbagai kegiatan: komunikasi, hiburan, navigasi, hingga pekerjaan. Studi lain di Indonesia menunjukkan bahwa perangkat digital seperti smartphone telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat, tidak hanya sebagai alat tetapi sebagai pusat kegiatan harian mereka . Jurnal STMIK JayakartaNotifikasi yang terus berdatangan membuat kita hidup dalam kondisi “selalu terhubung”. Tanpa disadari, setiap bunyi, getar, dan tampilan layar mengarahkan perhatian kita dan memengaruhi prioritas waktu.
Digitalisasi juga mengubah cara kita berinteraksi dengan orang lain. Sebuah studi di Indonesia menunjukkan bahwa penggunaan teknologi seperti Internet of Things (IoT) dan media sosial mengubah pola komunikasi antarpersonal, sering kali menempatkan efisiensi dan kecepatan komunikasi di atas kedalaman emosional dalam hubungan sosial langsung . Jurnal STISIP WidyapuriSelain itu, teknologi digital memberi dampak besar pada struktur sosial dan kecenderungan masyarakat—memberi akses informasi lebih cepat, namun juga menciptakan ketergantungan yang dapat mengurangi perhatian kita terhadap kontak sosial di dunia nyata
Tantangan: Literasi Digital dan Kesadaran Pengguna
Penerapan teknologi tanpa disadari menimbulkan tantangan tersendiri. Banyak orang, terutama generasi muda, menunjukkan bahwa kecenderungan penggunaan teknologi yang intensif dapat mengubah kebiasaan, pola tidur, bahkan persepsi diri dan kesejahteraan mental mereka .BersamaMasalah ini menekankan pentingnya literasi digital—kemampuan untuk memahami, mengevaluasi, dan menggunakan teknologi secara bijak dan kritis sehingga kita tetap menjadi pengendali, bukan sekadar responden terhadap sistem teknologi.
Kesimpulan
Teknologi digital tidak lagi berperan sebagai sekadar alat bantu — ia telah menjelma menjadi sistem pengatur yang mempengaruhi keseharian kita secara halus namun signifikan. Algoritma menyaring apa yang kita konsumsi, smartphone menjadi pusat perhatian, dan teknologi memengaruhi cara kita berinteraksi dengan lingkungan sosial.Walau memberikan banyak keuntungan seperti kemudahan akses informasi dan efisiensi hidup, dampak negatif dari ketergantungan teknologi harus dilihat dengan serius. Untuk itu, literasi digital menjadi kunci agar kita tidak hanya menjadi pengguna pasif, tetapi tetap berpikir secara kritis dan memilih kapan serta bagaimana teknologi digunakan.Teknologi idealnya harus membantu kita, bukan menjadi pengendali diri kita.
SUMBER :
- Reulina R. Ginting dkk., Algoritma Cerdas TikTok: Mengubah Cara Generasi Z Mengonsumsi Informasi, Edutik: Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi, 2025. Ejournal Universitas Negeri Manado
- EduTIK: Peran Algoritma dalam Media Sosial dan Dampaknya terhadap Pengalaman Pengguna, Edutik (bahasan filter bubble dan echo chambers), 2025. Ejournal Universitas Negeri Manado
- Pengaruh Teknologi Digital di Indonesia: Smartphone dan Pola Hidup, Journal of Information System, Applied, Management, Accounting and Research, 2022. Jurnal STMIK Jayakarta
- Sholikhaq dkk., Transformasi Komunikasi di Era IoT, Jurnalika: Jurnal Ilmu Komunikasi, 2025. Jurnal STISIP Widyapuri
- Sugihwarni dkk., Pengaruh Teknologi Digital terhadap Kehidupan Sosial, JUPE: Jurnal Pendidikan Mandala, 2025. Mandal Nursing Journal
- Hari Putra dkk., Edukasi Literasi Digital untuk Gaya Hidup Remaja, Jurnal Abdi Raya Nusantara, 2025.
- Digital Culture dan Literasi Digital di Indonesia, Jurnal Pengabdian Masyarakat, 2025.
Siti Mutmainah, Komunikasi dan Penyiaran Islam, Fakultas Dakwah, Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten
Mata Kuliah : Perkembangan Teknologi dan Informatika
Dosen Pengampu : Hj. Rina Darojatun, S. Sos., M. I. Kom
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
