Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Ismail Suardi Wekke

Berkunjung ke Malaysia, Siapkan Kerjasama dengan Perguruan Tinggi di Kuala Lumpur

Teknologi | 2025-12-18 23:23:58
Dokumentasi Kegiatan di Binus University (ISW)

KUALA LUMPUR – Dalam upaya memperkuat jejaring pendidikan di kancah internasional, delegasi akademisi melakukan kunjungan strategis ke sejumlah perguruan tinggi ternama di Kuala Lumpur, Malaysia. Kunjungan ini difokuskan pada inisiasi kolaborasi riset, pertukaran mahasiswa, serta pengembangan kurikulum berbasis standar global. Agenda ini mencakup pertemuan dengan pimpinan universitas dan pusat penelitian di ibu kota Malaysia untuk merumuskan nota kesepahaman (MoU) yang konkret sebagai respon terhadap tantangan digitalisasi pendidikan dan kebutuhan lulusan berdaya saing lintas negara.

Dalam kesempatan tersebut, Ismail Suardi Wekke, yang turut hadir sebagai salah satu penggerak kolaborasi ini, menekankan pentingnya sinergi antarperguruan tinggi di kawasan Asia Tenggara. Menurutnya, kedekatan geografis dan budaya harus menjadi modal utama dalam membangun kekuatan akademik bersama di wilayah serumpun (Kamis, 18 Desember 2025).

"Kerjasama ini bukan sekadar formalitas di atas kertas, melainkan langkah nyata untuk menciptakan ekosistem akademik yang inklusif di tingkat regional. Dengan berkolaborasi bersama perguruan tinggi di Kuala Lumpur, kita membuka peluang bagi dosen dan mahasiswa untuk terlibat dalam riset transnasional yang berdampak langsung pada masyarakat," ujar Ismail Suardi Wekke yang juga Research Fellow di Universiti Kebangsaan Malaysia.

Rencana kerjasama ini mencakup beberapa pilar utama, salah satunya adalah pelaksanaan penelitian bersama (joint research) yang berfokus pada bidang teknologi, sosial, dan ekonomi untuk memecahkan isu-isu regional. Selain itu, kedua belah pihak sepakat untuk mendorong program pertukaran pelajar (student exchange) guna memperluas wawasan budaya serta pengalaman akademik mahasiswa di lingkungan internasional.

Sinergi ini juga akan diperkuat melalui program dosen tamu (visiting professor) yang memungkinkan adanya pertukaran kepakaran antarnegara secara langsung di ruang kelas. Sebagai puncaknya, kolaborasi ini diarahkan pada peningkatan publikasi ilmiah melalui penulisan jurnal internasional bereputasi secara kolektif. Kunjungan ini diharapkan menjadi titik awal bagi hubungan jangka panjang yang lebih erat, sekaligus mempertegas posisi perguruan tinggi dalam mendukung visi World Class University.

Salah satu agenda ke depan adalah ASEAN Symposium on Higher Education, akan dilaksanakan di Jakarta (hybrid). Lebih dari 50 perguruan tinggi Indonesia menyatakan kesiapan untuk menjadi panitia bersama kegiatan tersebut.

"Kita memastikan bahwa kegiatan ini akan menjadi ajang kolaborasi perguruan tinggi Indonesia dengan perguruan tinggi di Asia Tenggara melalui daya sanding regional," ungkap Ismail Suardi Wekke yang merupakan Distinguished Professor di North Bangkok University (Thailand). Lebih lanjut Ismail mengemukakan bahwa ini akan menjadi sarana dalam memperkuat kapasitas perguruan tinggi Indonesia. "Melalui simposium ini, sebuah langkah strategis dalam membawa perguruan tinggi Indonesia ke pergaulan kawasan di Asia Tenggara," pungkas Ismail.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image