Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Fadiah Najlakayla

Dari Sabuga ITB, Perjalanan Memahami Palestina Dimulai

Kisah | 2025-12-18 18:58:47
Foto: Fadiah Najlakayla Muliana

Sabuga ITB menjadi titik awal perjalanan memahami Palestina pada 20 September 2025. Dengan bertajuk Baitul Maqdis for Dummies: Starting Point, mempertemukan ratusan peserta dengan satu tujuan yang sama yaitu belajar. Sejak awal, acara ini terasa berbeda. Bukan forum yang hanya membicarakan angka korban dan potongan berita, melainkan ruang pembelajaran yang mengajak peserta menyelami Palestina dari sisi sejarah.

Sesi pembuka diisi singkat oleh Ust. Felix Siauw. Kehadirannya membawa pengantar bahwa pembahasan Palestina tidak berdiri sendiri, melainkan terhubung dengan sejarah panjang umat manusia. Setelah itu, panggung diisi oleh Dena Haura yang berbagi kisah perjalanannya mengenal Palestina, pernah berada di fase tidak mengetahui apa pun tentang Palestina. Ketidaktahuan itu perlahan berubah menjadi proses belajar yang terus berjalan hingga hari ini. Cerita tersebut terasa dekat dengan banyak peserta, terutama mereka yang baru mulai mencari tahu.

Sesi kemudian dilanjutkan oleh Mutiara Balqist yang menunjukkan bagaimana kemampuannya dalam menggambar ia gunakan sebagai medium dukungan bagi Palestina. Lewat karya visual, isu kemanusiaan dapat disampaikan dengan bahasa yang lebih universal dan menyentuh. Peserta diajak melihat bahwa kontribusi terhadap Palestina tidak selalu berbentuk aksi besar, tetapi bisa dimulai dari kemampuan yang dimiliki masing-masing individu.

Memasuki sesi utama, Ust. Felix Siauw kembali naik ke panggung dan mengajak peserta menelusuri sejarah Baitul Maqdis secara runtut. Sejarah itu dibentangkan dari masa Nabi Ibrahim hingga kondisi Palestina hari ini, disampaikan dengan detail dan keterkaitan yang utuh. Dalam pemaparannya, Ust. Felix menegaskan, “Untuk mendukung Palestina, rasa iba dan kasihan saja tidak cukup. Perasaan itu bisa hilang ketika postingan tentang Palestina sudah tidak lagi lewat di timeline sosmed kita. Tapi ketika kita belajar dan memiliki ilmu tentang Palestina, kepedulian itu akan bertahan lebih lama,” tegasnya.

Sesi penutup diisi oleh Dr. Yulia Muliaty dengan suasana yang lebih hening dan reflektif. Peserta diajak merenung melalui pendekatan kemanusiaan yang menyentuh batin.

Sebagaimana judulnya, Baitul Maqdis for Dummies: Starting point ini menjadi titik awal, bukan akhir dari proses memahami Palestina. Ilmu yang diperoleh selama kegiatan ini diharapkan tidak berhenti pada catatan pribadi atau ingatan sesaat para peserta, melainkan diteruskan ke ruang-ruang lain melalui cerita, diskusi, karya, dan sikap sehari-hari.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image