Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Nazhifa

Profesi Dokter Hewan Sebagai Garda Terdepan Kesehatan

Lain-Lain | 2025-12-18 10:53:22
Veterinarian. Sumber : Pixabay

Profesi dokter hewan atau disebut juga medik veteriner adalah profesional yang bergerak di bidang kesehatan masyarakat yang bertugas memeriksa, mencegah, mengobati, dan melakukan perawatan kepada hewan yang terinfeksi penyakit. Dokter hewan juga berperan dalam meningkatkan kesejahteraan hewan, serta kesehatan masyarakat veteriner. Dokter hewan adalah profesi penting yang bertugas tidak hanya menjaga kesehatan hewan , tetapi juga menjaga kesehatan manusia dan lingkungan secara menyeluruh melalui perlindungan terhadap penyakit menular hewan kepada manusia.

Untuk menjadi dokter hewan, seseorang harus menyelesaikan pendidikan sarjana selama kurang lebih 4 tahun, lalu dilanjutkan dengan Pendidikan Profesi Dokter Hewan (PPDH) selama 1,5 - 2 tahun. Selama berkuliah menjadi mahasiswa kedokteran hewan, mahasiswa akan mempelajari bidang-bidang ilmu kedokteran seperti farmakologi, anatomi veteriner, fisiologi, patologi, dan klinik atau bedah hewan. Mahasiswa juga akan memilih ingin mendalami ilmu veteriner di bidang apa ketika sudah memasuki dunia kerja nanti.

Hakikatnya, dokter hewan merupakan General Practitioner (GP) yaitu dokter yang secara umum merawat semua kondisi medis umum. Seorang General Practitioner hanya dapat mendiagnosis penyakit umum. Jika hewan tersebut membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut, maka akan dirujuk ke rumah sakit yang lebih modern.

Pada zaman dulu, dokter hewan lebih diarahkan untuk swasembada pangan, yaitu pemenuhan mengenai gizi, telur, daging, dan susu. Karenanya kebanyakan dokter hewan berkecimpung pada bidang gizi dan ternak. Sedangkan, untuk bidang praktisi spesialis di Indonesia masih sangat jarang dikarenakan belum ada sekolah untuk spesialis kedokteran hewan. Seseorang yang ingin menempuh jenjang spesialis harus belajar ke luar negeri dengan biaya sendiri.

Selain berperan sebagai dokter, medik veteriner atau dokter hewan juga berperan sebagai detektif. Dokter hewan harus menyelidiki penyakit dan memecahkan masalah yang ada pada hewan tersebut dengan cara mengumpulkan bukti-bukti penyakit yang ada. Misalnya, seorang pasien datang dan berkeluh kesah bahwa hewan peliharaan nya tidak mau makan. Seorang dokter hewan akan mengorek informasi melalui pertanyaan yang diajukan kepada pemilik hewan untuk mengetahui penyebab hewan tersebut tidak mau makan. Bukti-bukti tersebut dikumpulkan dan dari situlah suatu keputusan pengobatan dilakukan.

Seiring dengan majunya perkembangan zaman, ilmu pengobatan hewan juga semakin upgrade dan modern. Penyakit yang sudah ada sejak dulu dapat didiagnosis lebih lanjut menggunakan alat-alat yang lebih canggih dan modern. Dengan itu, penyakit pun dapat lebih disembuhkan dengan metode pengobatan yang lebih akurat.

Walaupun memiliki peran yang vital, profesi dokter hewan masih masih kurang perhatian jika dibandingkan dengan profesi yang lain. Keterbatasan pemahaman masyarakat, persebaran dokter hewan yang belum merata, serta meningkatnya kompleksibilitas penyakit hewan ke manusia (zoonosis) menjadi tantangan bagi profesi dokter hewan saat ini. Oleh karena itu, penguatan peran dokter hewan menjadi langkah krusial dalam menjaga kesehatan berkelanjutan.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image