Menjemput Sembuh di Teras Masjid
Humaniora | 2026-03-17 14:03:39
DTPEDULI.ORG | PIDIE JAYA - Lumpur di Desa Blang Cut, Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya, sisa-sisa amukan banjir Sumatera belum sepenuhnya enyah. Sebagian telah mengeras setinggi lutut, memerangkap pintu-pintu rumah warga. Sebagian masih terhampar di antara pemukiman. Saat hujan kembali turun, tanah liat itu berubah menjadi bubur licin yang menyesakkan napas dan mengotori apa saja yang tersisa.
Di tengah suasana pemulihan yang getir itu, sebuah pemandangan berbeda tampak di teras salah satu masjid (Meunasah) desa yang telah dibersihkan. Senin (23/2/2026), kerumunan warga tampak mengantre dengan rapi. Bukan untuk menerima sembako, melainkan menjemput kesembuhan melalui Layanan Kesehatan Gratis yang digelar oleh DT Peduli.
Menembus Keterbatasan
Bagi Nurliawati, salah satu warga Blang Cut, kehadiran layanan kesehatan DT Peduli di desanya adalah jawaban atas doa-doanya. Sejak banjir melanda, akses kesehatan menjadi barang mewah.
"Kami mau berobat, mau konsultasi sama dokter. Tapi kalau mau beli obat, kami harus ke klinik yang jauh. Kendaraan pun kami tidak ada," tutur Nurliawati dengan suara lirih, kemudian matanya berbinar.
Bagi Nurliawati dan warga lainnya, berjalan kaki ke Meunasah jauh lebih ringan daripada harus memikirkan cara menuju klinik di tengah kondisi desa yang masih lumpuh.
Di sudut lain, Bidan Fatnia, bidan desa setempat, sibuk memeriksa tekanan darah seorang lansia. Di tengah kesibukannya, ia menceritakan betapa kompleksnya keluhan kesehatan warga pascabencana, apalagi saat ini memasuki bulan suci Ramadhan.
"Sebelum puasa kemarin, rata-rata warga terserang ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut), hipertensi, dan kolesterol. Tapi sekarang, selama puasa, keluhan mulai beralih ke gangguan lambung, masuk angin, dan perut kembung," jelas Bidan Fatnia.
Layanan kesehatan ini rencananya dibuka tiga kali seminggu selama bulan puasa. Tidak hanya konsultasi medis, warga juga mendapatkan pengecekan gula darah (DM), kolesterol, asam urat, hingga pemberian obat-obatan secara cuma-cuma.
Bagi Fatnia, melayani warga yang sedang tertimpa musibah bukan sekadar tugas profesi.
"Alhamdulillah senang sekali. Mungkin ini yang bisa saya berikan untuk masyarakat di sini," ungkapnya tulus.
Kepedulian Donatur
Bantuan DT Peduli di Blang Cut ternyata tak hanya berhenti di layanan kesehatan. Kehadiran obat-obatan yang memadai hingga pembangunan sumur bor untuk akses air bersih menjadi bukti nyata kedermawanan para donatur.
"Alhamdulillah sekali, donatur dari DT Peduli sudah memberi bantuan kepada kami, mulai dari obat-obatan sampai sumur bor. Terima kasih banyak," tambah Bidan Fatnia.
Layanan kesehatan di teras masjid ini menjadi potret kecil dari semangat meneguhkan kepedulian untuk saudara di pelosok yang ditimpa bencana bertubi-tubi. Di tengah lumpur yang masih mengeras, DT Peduli bersama para donatur terus berupaya memastikan bahwa warga Blang Cut masih memiliki saudara yang peduli. (Agus ID)
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
