Lebih dari Sekedar Profesi: Makna Menjadi Tenaga Kesehatan
Hospitality | 2025-12-17 15:34:18Ketika membicarakan tenaga kesehatan, kebanyakan orang langsung membayangkan dokter, perawat, atau bidan yang berkerja di rumah sakit. Padahal, makna profesi ini bukan hanya sekedar menangani penyakit atau memberikan obat.
Tenaga kesehatan adalah sosok yang hadir di momen-momen penting dalam kehidupan, dari mulai menyambut kelahiran bayi, proses penyembuhan pasien, hingga edukasi kesehatan bagi masyarakat. Kehadiran mereka bisa menjadi sumber harapan dan rasa aman bagi masyarakat, terutama bagi mereka yang sedang dalam kondisi rentan. Interaksi antara tenaga kesehatan dan pasien ini tidak hanya bersifat profesional, tetapi juga emosional. Bagaimana cara mereka berkomunikasi, memberikan penjelasan, dan menunjukkan empati dapat mempengaruhi kepercayaan masyarakat dan proses penyembuhan. Hal ini menunjukkan tenaga medis memiliki peran sosial yang tak kalah penting dibandingkan peran teknis.
Yang membuat lebih unik, profesi ini memadukan antara ilmu, etika, dan pengabdian. Dimana ilmu memberikan kemampuan teknis, etika menjaga kepercayaan dan keselamatan pasien, sementara pengabdian menunjukkan dedikasi yang sering kali tidak terlihat. Tentu profesi ini mengalami banyak tantangan. Beban kerja yang tinggi hingga ekspektasi masyarakat yang besar membuat peran mereka kurang dihargai. Saat pelayanan berjalan lancar, masyarakat menghanggap biasa tetapi saat ada kendala, mereka sering menjadi pihak yang disalahkan.
Namun kesadaran masyarakat terhadap peran tenaga kesehatan mulai meningkat, terutama setelah menghadapi krisis kesehatan dan pandemi. Profesi ini semakin dilihat sebagai elemen vital dalam sistem kesehatan yang tidak dapat digantikan. Dukungan, penghargaan, dan pemahaman yang berkelanjutan kan membantu mereka menjalankan tugas dengan optimal. Tenaga kesehatan bukan sekedar pekerjaan, mereka adalah mitra masyarakat dalam menjaga dan meningkatkan kualitas hidup bersama.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
