Apakah Lulusan Kesehatan Masyarakat Hanya Menjadi Dinas Kesehatan Saja?
Eduaksi | 2025-12-16 19:51:56“Jangan mau ngambil jurusan Kesehatan Masyarakat, pasti nanti kerjanya cuman di kantor aja, terus ngurusin penyuluhan-penyuluhan aja, semua orang pasti bisa kalau cuman gitu!”.
Banyak orang mengira bahwa lulusan Kesehatan Masyarakat hanya bekerja di bidang promotif dan preventif, seperti di Dinas Kesehatan atau di tempat lain. Opini inilah yang membuat banyak orang meremehkan lulusan Sarjana Kesehatan Masyarakat (S.K.M.), kenyataannya lulusan S.K.M., bisa bekerja di bidang konstruksi, konseling terkait gizi, laboratorium, atau di rumah sakit. Pandangan sempit ini menunjukkan masih adanya kesenjangan antara persepsi masyarakat terhadap lulusan Kesehatan Masyarakat dan realitas kebutuhan dunia kerja di sektor kesehatan saat ini, di mana pendekatan promotif, preventif, dan manajerial justru semakin dibutuhkan dalam sistem pelayanan kesehatan modern (Muslimin et al., 2022).
Gelar (S.K.M.) memiliki posisi yang strategis di rumah sakit, termasuk sebagai staff marketing dan PKRS (Promosi Kesehatan Rumah Sakit), karena kedua bidang ini berkaitan erat dengan pendidikan kesehatan dan peningkatan kualitas layanan. Dalam pengamatan saya pada tanggal 23 Oktober 2025 di Rumah Sakit Siti Khodijah, Sidoarjo, peran ini bukan sekadar tugas administratif atau sekadar “promosi” semata, tetapi berhubungan langsung dengan bagaimana rumah sakit membangun citra yang sehat, beretika, dan tetap berpihak pada kebutuhan masyarakat. Hal ini sejalan dengan konsep culturally sensitive healthcare yang menekankan bahwa pelayanan kesehatan harus memperhatikan aspek edukasi, komunikasi, dan kebutuhan sosial masyarakat agar lebih diterima (Cipta et al., 2024). Pengamatan saya ini memperlihatkan bahwa lulusan Kesehatan Masyarakat memiliki peran strategis yang sering kali tidak terlihat secara langsung oleh masyarakat umum.
Sebagai staff marketing, lulusan dari Kesehatan Masyarakat mampu membawa pendekatan berbeda dibandingkan disiplin lain, terutama dalam memahami perilaku masyarakat, tren kebutuhan kesehatan, serta etika pemasaran layanan kesehatan. Promosi layanan rumah sakit tidak bisa dilakukan oleh sembarangan orang saja, karena harus mengedepankan informasi yang benar, tidak menyesatkan, dan tetap berorientasi pada keselamatan pasien. Prinsip ini sejalan dengan pandangan bahwa pemasaran layanan kesehatan harus mengedepankan aspek edukatif dan kepercayaan publik, bukan semata-mata kepentingan komersial (Widayanti et al., 2020). Di sinilah keunggulan lulusan Kesehatan Masyarakat, yaitu berperan menyeimbangkan kepentingan bisnis rumah sakit dengan prinsip-prinsip kesehatan masyarakat yang lebih humanis dan edukatif. Dalam praktiknya, lulusan Kesehatan Masyarakat juga dihadapkan pada tantangan untuk menyeimbangkan target institusi dengan nilai promotif-preventif, sehingga promosi tidak sekadar berorientasi pada keuntungan, tetapi tetap menjaga etika dan kepentingan kesehatan pasien.
Sementara dari sisi PKRS, tenaga Kesehatan Masyarakat menjadi faktor penting dalam menghadirkan edukasi kesehatan yang efektif, terukur, dan berdampak. PKRS bukan hanya membagikan brosur atau menempelkan poster saja, tetapi merupakan program yang terencana, dilaksanakan secara sistematis, dan dievaluasi secara berkala. Penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan PKRS sangat dipengaruhi oleh kemampuan analisis masalah kesehatan dan pemahaman konteks sosial-budaya masyarakat sekitar (Efendi et al., 2024). Keberadaan lulusan S.K.M. memastikan bahwasanya agar program PKRS berjalan lebih terarah, mulai dari identifikasi masalah kesehatan masyarakat sekitar, penyusunan materi edukasi yang tepat sasaran, hingga evaluasi perubahan perilaku pasien dan pengunjung. Dengan pendekatan promotif dan preventif yang kuat, lulusan Kesehatan Masyarakat dapat membantu rumah sakit memberikan nilai lebih kepada masyarakat.
Dari sini, saya melihat bahwa kehadiran Kesehatan Masyarakat di dua bidang tersebut menjadi bukti bahwa profesi ini memiliki cakupan yang luas. Kesehatan Masyarakat tidak hanya bekerja di kantor saja, tetapi terlibat langsung dalam membentuk wajah rumah sakit, baik dari sisi edukasi maupun pemasaran. Peran ini menunjukkan bahwa tenaga Kesehatan Masyarakat sangat relevan di berbagai bidang, dan kontribusinya tidak bisa diremehkan dalam mendukung pelayanan kesehatan yang lebih holistik dan berorientasi pada masyarakat. Oleh karena itu, lulusan Kesehatan Masyarakat bukan sekadar pelengkap dalam sistem pelayanan kesehatan, melainkan aktor penting yang menjembatani kebutuhan institusi kesehatan dengan kepentingan masyarakat secara luas.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
