Kebudayaan Indonesia: Lestarikan dan Tumbuhkan
Guru Menulis | 2025-12-05 08:08:39Kebudayaan merupakan hasil cipta karya dan rasa manusia yang dikembangkan dan dilestarikan secara turun menurun. Kebudayaan pada hakekatnya harus dijaga dan dilestarikan. Melihat situasi dewasa ini kebudayaan Indonesia atau Budaya Indonesia terlihat semakin lama semakin punah.
Tumbuhnya Westernisasi
Westernisasi merupakan kebudayaan barat yang dapat masuk ke semua Negara. Biasanya westernisasi tumbuh karena masyarakat lebih menyukai budaya barat ketimbang budaya local. Sebagai contoh menggunakan produk barat dari pada local, melakukan pembelanjaan online dengan produk barat, bahkan makananpun lebih nikmat makanan barat. Hal ini menimbulkan ketimpangan antara produk local dan produk barat. Sehingga masyarakat lebih suka makan Pizza dari pada Pecel, lebih suka makan Burger dari pada Rawon Daging. Gaya pakaian lebih kebarat barattan supaya terlihat lebih modern. Pemikiran ini harus dirubah dan kebudayaan local harus tumbuh lebih baik. Karena pandangan penulis kebudayaan local jika dilestarikan pasti akan terlihat lebih indah dan menarik.
Akulturasi Budaya
Akulturasi budaya merupakan memadukan budaya local dengan budaya barat, nah car aini mungkin lebih baik untuk meelstarikan kebudayaan local namun perlu memperhatikan kebudayaan barat. Karena sebagai manusia kita juga perlu update ilmu pengetahuan salah satunya kebudayaan. Karena kebudayaan perlu juga update maraknya perkembangan teknologi yang sangat pesat. Nah dengan akulturasi kebudayaan maka secara otomatis akan melakukan sebuah filter atau penyaringan. Dengan filter tersebut makan kebudayaan local akan terjaga dan terlestarikan.
Tradisi kebudayaan semakin lama semakin pudar dengan lahirnya perkembangan teknologi yang sangat luar biasa. Dan ini perlu ditumbuhkan Kembali. Sebagai contoh daerah saya di Bondowoso Jawa Timur banyak tradisi tradisi kebudayaan menjadi pudar khusunya di wilayah kota. Sebagai contoh tradisi jenang suro yang diperangita setiap bulan suro semakin lama semakin pudar. Mengingat di tahun 90-an atau menjelang than 2000-an tradisi tersebut masih dilakukan dengan cara melakukan ritual slamettan jenangan kerumah rumah bahkan ada istilah ater -ater kerumah rumah. Salah satu contoh tersebut menandakan kebudayaan kita mengalami penurunan dan perlu dilestarikan Kembali.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
