Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Nadira Husna

Canting di Genggaman Mahasiswa: Kunci Kebangkitan Batik Daerah

Eduaksi | 2025-12-01 06:04:51
Sumber : Foto Pribadi Saya

Canting yang digenggam mahasiswa melambangkan kebangkitan batik daerah, mencerminkan semangat generasi muda untuk melindungi serta memajukan kekayaan budaya Indonesia lewat keahlian membatik secara tradisional. Alat canting, ciri khas batik tulis, memungkinkan mahasiswa berperan menjaga batik sebagai lambang identitas budaya dan penopang ekonomi masyarakat setempat.

Fungsi Canting pada Batik Daerah

Canting berfungsi sebagai alat utama untuk mengalirkan lilin panas guna membentuk motif pada kain batik. Proses mencanting menuntut ketelitian, kesabaran, dan keahlian istimewa, yang membedakannya dari batik cap atau cetak massal. Di kawasan sentra batik seperti Banyumas atau Pekalongan, penguasaan canting menjadi kebanggaan budaya, dan kini mahasiswa turut menghidupkan kembali tradisi ini yang sempat kalah saing dengan produksi modern.

Mahasiswa sebagai Pelopor Pelestarian

Mahasiswa aktif terlibat dalam pelestarian batik melalui penguasaan canting, dengan mengikuti pelatihan dari pengrajin berpengalaman serta menyelenggarakan lokakarya di kampus dan masyarakat. Saat kegiatan field study, saya melakukan praktik membatik di Kampung Wisata Batik Okra Surabaya, di mana saya memperoleh pengalaman luar biasa sehingga berhasil menghasilkan lembaran kain batik yang saya lukis sendiri. Aktivitas ini memperkaya pemahaman tentang nilai seni dan makna filosofis batik, sekaligus mendukung ekonomi kreatif berbasis kerajinan tangan tradisional.

Manfaat Sosial-Ekonomi

Partisipasi mahasiswa membatik meningkatkan kesadaran kolektif akan pentingnya batik sebagai warisan nasional. Secara ekonomi, hal ini menciptakan peluang usaha segar bagi UMKM batik dan memberdayakan pengrajin lokal. Dengan demikian, canting bertransformasi menjadi ikon keberlanjutan, dipimpin oleh pemuda yang menggabungkan tradisi dengan inovasi masa kini.

Canting dalam genggaman mahasiswa membuktikan bahwa seni batik tulis tetap relevan, dengan generasi muda sebagai pelopor yang memastikan batik daerah terus berkembang di tengah dinamika zaman.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image