Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Lidya Amalia

Gen Z dan AI: Kecerdasan Buatan yang Jadi Sahabat Sehari-hari

Edukasi | 2025-11-20 12:16:59

Perkembangan teknologi di era sekarang membuat kehidupan manusia semakin modern dan canggih. Hal ini dapat dirasakan dengan kegunaannya yang memberikan kemudahan dan memenuhi kebutuhan manusia. Saat ini, teknologi modern yang banyak digunakan adalah artificial intelligence (AI). Kecerdasan buatan atau lebih dikenal dengan AI adalah program komputer yang dirancang dan dibangun untuk dapat meniru kecerdasan manusia, termasuk kemampuan pengambilan keputusan, logika, dan karakteristik kecerdasan lainnya. Tujuan utama dari kecerdasan buatan adalah membuat mesin yang dapat belajar, memahami, merencanakan dan beradaptasi sehingga dapat menyelesaikan tugas-tugas secara mandiri.

Perkembangan kecerdasan buatan (AI) kini menjadi salah satu poros utama dari kemajuan teknologi masa kini. Dalam berbagai jurnal teknologi, AI ditunjukkan mampu menggerakkan inovasi sistem cerdas dan otomatisasi proses industri. Misalnya, penelitian di JUTEK: Jurnal Teknologi menyoroti bagaimana AI berkembang sebagai bagian dari sistem cerdas, dengan tantangan seperti etika dan keamanan data, serta peluang untuk mempercepat inovasi.

Generasi Z, yang lahir di era digital, tumbuh bersama smartphone, media sosial, dan teknologi yang terus berkembang. Mereka tidak hanya menerima kecerdasan buatan (AI), tetapi juga menyukainya. Bagi Gen Z, AI bukan sekadar alat, melainkan mitra digital yang memudahkan aktivitas sehari-hari sekaligus meningkatkan produktivitas. Dari mengelola jadwal hingga membuat konten kreatif, AI telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari keseharian mereka.

Sebagai digital natives, Gen Z tumbuh bersama teknologi sejak kecil dan melihat AI sebagai bagian alami dari hidup mereka. Bagi mereka, AI bukan hanya alat, tetapi sahabat digital yang mempermudah keseharian. Survei menunjukkan sebagian besar Gen Z aktif memanfaatkan AI, baik di media sosial, pekerjaan, maupun pembelajaran. Dengan AI, mereka bisa mendapatkan rekomendasi konten yang relevan, menyelesaikan tugas lebih cepat, dan menemukan informasi dengan mudah. Selain itu, AI juga mengubah cara mereka menikmati hiburan dan berinteraksi, mulai dari bermain game, mendengarkan musik, hingga membuat konten kreatif di platform digital.

AI juga menjadi alat penting dalam pendidikan dan karier. Di era Revolusi Industri 4.0, kemampuan menggunakan AI menjadi nilai tambah yang meningkatkan daya saing. Banyak mahasiswa Gen Z memanfaatkan AI untuk menyelesaikan tugas, membuat presentasi, menulis laporan, dan melakukan riset. Dengan bantuan AI, proses belajar menjadi lebih personal dan efisien. Misalnya, platform berbasis AI dapat memberikan latihan tambahan sesuai kemampuan siswa, menawarkan saran jawaban, atau membantu menyusun ringkasan materi. Hal ini mendorong Gen Z untuk belajar lebih cepat, memahami materi lebih mendalam, dan mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja.Selain produktivitas, AI membuka ruang kreativitas yang luas bagi Gen Z. Mereka menggunakan AI untuk menulis cerita, membuat ilustrasi digital, musik, animasi, hingga video kreatif. Teknologi ini memungkinkan mereka mengeksplorasi imajinasi, mencoba ide-ide baru, dan menciptakan karya unik dengan cepat. Dengan bantuan AI, batas kreativitas terasa lebih luas, dan proses berkarya menjadi lebih menyenangkan serta efisien.

Sumber : Unsplash

Meski Gen Z menyukai AI, sebagai digital natives mereka tidak serta-merta mudah menerima teknologi baru. Perkembangan teknologi saat ini berlangsung sangat cepat sehingga sulit diikuti oleh masyarakat awam. Oleh karena itu, Gen Z masih merasakan keraguan dalam preferensi penggunaan sistem AI. Meskipun AI menghibur, mengesankan, dan sangat membantu serta mempermudah penyelesaian tugas dasar dengan kecepatan yang membuat waktu lebih efektif dan efisien, teknologi ini tetap memerlukan kendali manusia untuk diprogram dengan instruksi yang detail, benar, dan jelas, karena AI belum mampu berpikir secara mandiri. Selain itu, AI memiliki keterbatasan, teknologi ini tidak bisa menyelesaikan tugas kompleks yang memerlukan kemampuan khusus atau melibatkan perasaan manusia. Akibatnya, terkadang muncul kendala karena AI sejatinya hanyalah sebuah sistem (bisa berupa robot, komputer, atau perangkat lainnya) dan bukan makhluk hidup.

Di sisi lain, penggunaan AI juga menuntut kesadaran etika. Gen Z menyadari bahwa interaksi dengan AI dapat menimbulkan dilema, seperti plagiarisme, ketidakadilan algoritma, dan dampak jangka panjang terhadap kreativitas. Studi menunjukkan bahwa meskipun Gen Z memiliki kesadaran etis, mereka masih perlu memperdalam pemahaman tentang konsekuensi moral dari penggunaan AI. Kesadaran ini mencerminkan kedewasaan digital mereka, tidak sekadar mengejar kecanggihan teknologi, tetapi juga mempertimbangkan dampak manusiawi dari setiap interaksi dengan AI.

Secara keseluruhan, AI telah menjadi bagian penting dalam kehidupan Generasi Z di tengah perkembangan teknologi yang pesat. Mereka menggunakan AI untuk membantu belajar, bekerja, dan menyalurkan kreativitas, sekaligus menjelajahi berbagai inovasi digital. Meski menyadari keterbatasan dan risiko, seperti penyalahgunaan teknologi, Gen Z tetap antusias memanfaatkan AI. Hal ini menunjukkan kemampuan mereka menyeimbangkan kemudahan teknologi dengan kesadaran etis. Kehadiran AI sebagai bagian dari teknologi modern membantu Gen Z menjalani kehidupan sehari-hari dengan lebih efisien, kreatif, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Referensi :

ARTIFICIAL INTELLIGENCE DI MATA GEN Z : SAHABAT DIGITAL. (2025). 2(3), 605–619.

Fortune, C. M., Kornarius, Y. P., Caroline, A., Gusti, E. P., Gunawan, A., Studi, P., Administrasi, M., Parahyangan, U. K., Bisnis, J. A., & Parahyangan, U. K. (2025). Adopsi AI dan Perbedaan Generasi : Studi Kasus Generasi Z di Indonesia. 5(1), 141–151.

Manza, Y., & Wayahdi, M. R. (2025). JUTEK – JURNAL TEKNOLOGI Teknologi Kecerdasan Buatan dalam Pengembangan Sistem Cerdas : Tantangan dan Peluang. 1(2), 62–67.

Pendidikan, J. T., & Mandiri, P. (2023). Jurnal teknologi pendidikan. 8(2), 253–258. https://doi.org/10.32832/educate.v8i02.14843

Santoso, T. B., & Christina, B. A. (2025). OPTIMALISASI PEMANFAATAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE DI KALANGAN MAHASISWA GEN-Z PADA PROSES PEMBELAJARAN. 8(1), 1–17.

Tentang, F., Dan, K., Etis, K., Rosyadi, Z., & Kasanah, S. U. (2025). Generasi Z dan Tantangan Moral di Era AI : Kajian. 5(2), 10–15. https://doi.org/10.59818/jpi.v5i2.1404

Widodo, Y. B., Sibuea, S., & Narji, M. (2024). Kecerdasan Buatan dalam Pendidikan : Meningkatkan Pembelajaran Personalisasi. 10(2), 602–615.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image