Aktif Bergerak, Terapkan Gaya Hidup Sehat
Gaya Hidup | 2025-11-20 07:18:59Di tengah kemajuan teknologi yang pesat, hampir semua aktivitas dapat dilakukan secara daring. Kegiatan seperti belajar, bekerja, berbelanja, sampai memesan makanan dapat dilakukan dengan mudah di mana saja dan kapan saja melalui perangkat digital seperti gawai, laptop, dan komputer. Hal ini tentunya memberikan kemudahan dan manfaat yang besar bagi kehidupan masyarakat. Namun, di balik kemudahan tersebut, muncul tantangan baru yang dapat mengganggu kesehatan tubuh kita.
Aktivitas yang dilakukan secara daring membuat kita lebih sering duduk dalam waktu yang lama sehingga dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan. Ketika terlalu lama duduk dan fokus pada layar, tubuh menjadi jarang bergerak dan tidak mendapatkan ativitas fisik yang dibutuhkan agar tubuh tetap sehat.
Kurangnya aktivitas fisik dapat menimbulkan banyak penyakit serius, seperti obesitas, serangan jantung, hipertensi, diabetes tipe 2, dan penyakit tidak menular lainnya. Dalam jangka panjang, kebiasaan ini menyebabkan ketegangan otot pada leher, bahu, dan punggung bagian atas. Selain itu, menatap layar terlalu lama juga membuat mata bekerja lebih keras sehingga dapat menurunkan ketajaman penglihatan, mata kering, dan menimbulkan iritasi.
Menurut World Health Organization (2024), hampir sepertiga (31%) orang dewasa di seluruh dunia, atau sekitar 1,8 miliar orang, tidak memenuhi tingkat aktivitas fisik yang direkomendasikan pada tahun 2022. Angka ini meningkat sekitar 5 poin persentase antara tahun 2010 dan 2022. Artinya, dari tahun ke tahun, semakin banyak orang yang malas untuk bergerak.
Masalah ini bukan hanya dialami orang dewasa, remaja juga mengalami hal serupa. Sebanyak 81 % remaja usia 11–17 tahun secara global belum mencapai batas aktivitas fisik yang direkomendasikan. Data ini menunjukkan bahwa kurangnya aktivitas fisik menjadi masalah kesehatan global di era digital.
Untuk mencegah dampak negatif dari permasalahan tersebut, ada beberapa langkah sederhana yang bisa kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari:
1. Bergerak di Sela-sela Aktivitas
Biasakan diri untuk bergerak di sela-sela aktivitas daring. Kegiatan ringan seperti melakukan peregangan setiap 30–60 menit dapat membantu agar otot tidak kaku dan peredaran darah tetap lancar. Selain itu, berjalan kaki selama 10–15 menit setiap hari saat jam istirahat kerja atau belajar juga membantu untuk menjaga kebugaran tubuh.
2. Manfaatkan Aktivitas Sehari-hari
Kebiasaan kecil seperti naik tangga daripada menggunakan lift sudah dapat menambah aktivitas fisik harian tanpa perlu menyediakan waktu khusus. Parkir kendaraan sedikit lebih jauh dari tujuan atau turun satu halte lebih awal juga bisa menjadi cara mudah untuk menambah langkah kaki harian.
3. Terapkan Aturan 20-20-20 untuk Kesehatan Mata
Selain menjaga tubuh tetap aktif, kesehatan mata juga perlu diperhatikan. Terapkan melalui aturan 20-20-20, yaitu setiap 20 menit, alihkan pandangan dari layar dengan melihat objek yang berjarak sekitar 6 meter (20 kaki) selama 20 detik. Cara ini cukup efektif mengurangi ketegangan mata akibat terlalu lama menatap layar. Selain itu, Mengatur pencahayaan ruangan dengan baik, menjaga jarak antara mata dan layar, serta mengurangi kecerahan layar juga membantu mata tetap nyaman saat bekerja atau belajar secara daring.
4. Olahraga Ringan di Rumah
Olahraga ringan di rumah bisa jadi pilihan untuk tetap aktif meski banyak kegiatan dilakukan secara daring. Latihan seperti yoga, senam aerobic atau Latihan kekuatan sederhana dapat dilakukan tanpa alat khusus. Jika memungkinkan, aktivitas seperti bersepeda, jogging, atau mengikuti kelas olahraga daring juga bisa jadi alternatif yang menyenangkan. Tentunya yang paling penting adalah menemukan jenis kegiatan yang disukai supaya lebih mudah dilakukan secara rutin.
Kemajuan teknologi memang memberikan banyak kemudahan, tetapi bukan berarti kita boleh mengabaikan kebutuhan tubuh untuk tetap aktif. Dengan kesadaran dan kebiasaan yang tepat, kita bisa menyeimbangkan aktivitas daring dengan aktivitas fisik yang cukup. Menjaga tubuh tetap bergerak bukan hanya untuk mencegah penyakit, tetapi juga untuk meningkatkan produktivitas, menjaga kesehatan mental, dan meningkatkan kualitas hidup kita di tengah perubahan gaya hidup yang semakin digital. Mari mulai dari hal-hal kecil hari ini, karena investasi terbaik adalah investasi untuk kesehatan diri sendiri.
Ingat, kesehatan adalah aset paling berharga yang harus kita jaga. Jangan biarkan kemudahan teknologi mengorbankan kesehatan kita. Mulailah bergerak aktif dari sekarang!
REFERENSI
Deswita, A., & Arifin, D. (2025). Pengaruh Penggunaan Smartphone Terhadap Perubahan Postur Tubuh pada Gen Z. 3(2), 104–107.
Remaja, K. M., & Alisyahbana, A. T. (2023). Dampak Penggunaan Gadget Terhadap. 2(4), 582–589. https://doi.org/10.54259/sehatrakyat.v2i4.2272
World Health Organization. (2024). Nearly 1.8 billion adults at risk of disease from not doing enough physical activity. https://www.who.int/news/item/26-06-2024-nearly-1.8-billion-adults-at-risk-of-disease-from-not-doing-enough-physical-activity
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
