Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Yashinta Triandini Sidharta

Menumbuhkan Budaya Literasi di Era Scroll Cepat

Edukasi | 2025-11-19 00:15:54
https://pin.it/6uXBXIPZU


Setiap hari, kita terus menggulir layar ponsel, mulai dari TikTok, Instagram, hingga berita singkat di situs online. Kita hidup dalam masa yang menggulir, di mana informasi datang begitu cepat, tetapi jarang benar-benar kita pahami. Maka, pertanyaannya: di tengah aliran konten yang begitu deras ini, apakah budaya literasi masih bisa berkembang?

Banyak orang mengira literasi hanya tentang kemampuan membaca dan menulis. Padahal, literasi mencakup hal-hal yang lebih luas, seperti cara memahami, berpikir kritis, serta memanfaatkan informasi secara bijak. Seseorang yang terbiasa berliterasi tidak hanya tahu banyak hal, tetapi juga mampu memilih mana informasi yang benar dan mana yang hanyalah sensasi. Di tengah maraknya berita palsu dan konten yang sifatnya cepat dan instan, kemampuan ini sangat penting.

Kita tidak bisa menutup mata bahwa era digital membawa tantangan baru. Dulu, orang bisa membaca buku tebal selama berjam-jam. Kini, banyak orang sudah merasa lelah setelah membaca satu paragraf. Perhatian kita mudah teralihkan oleh video singkat atau thread pendek yang menarik. Akibatnya, kita mengetahui banyak hal, tetapi tidak selalu memahami secara mendalam.

Namun, literasi bukanlah sesuatu yang kalah oleh perkembangan teknologi. Justru, ada banyak cara menarik untuk menumbuhkannya. Kita bisa mulai dari hal sederhana, seperti membaca artikel singkat setiap hari, mengikuti akun media sosial yang membahas buku, ilmu pengetahuan, atau pendapat menarik. Jika kamu menyukai hal-hal modern, kamu juga bisa membuat konten literasi seperti ulasan buku atau berbagi pengetahuan di media sosial.

Kita tidak perlu menolak teknologi. Literasi digital bisa menjadi jembatan antara budaya membaca dan dunia online. Membaca buku elektronik, menulis blog, atau berdiskusi di platform digital adalah bentuk literasi di masa kini. Yang paling penting, kita mampu memahami informasi, bukan hanya menerima tanpa berpikir.

Di tengah dunia yang serba cepat, literasi mengajak kita untuk berhenti sejenak. Tidak hanya membaca, tetapi juga memahami. Tidak hanya mengetahui, tetapi juga berpikir. Menumbuhkan budaya literasi di era menggulir ini bukanlah hal yang tidak mungkin. Kita hanya perlu metode baru yang lebih kreatif, relevan, dan dekat dengan hidup sehari-hari. Karena di balik setiap bacaan yang kita pahami, ada versi diri kita yang sedikit lebih bijak.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image