Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Rayya Nafisa Majid

Dokter Hewan: Tonggak Penerapan Animal Welfare dalam Pelayanan Kesehatan Hewan

Lain-Lain | 2025-11-18 14:29:17
sumber: www.royalcanin.com

Ya, mereka adalah dokter hewan. Sebuah profesi yang tidak putus asa terhadap keterbatasan pasiennya, selalu memberikan kasih sayang, ketulusan dan pelayanan yang terbaik. Dokter hewan melayani pasien yang tidak dapat berbicara dan mengeluhkan kondisi mereka tetapi dapat merasakan sakit, lapar, cemas, dan takut seperti manusia. Banyak hal yang dokter hewan korbankan untuk kesehatan hewan. Waktu, tenaga, dan pikiran mereka dedikasikan untuk merawat dan menyembuhkan hewan-hewan yang sakit. Tidak hanya memastikan hewan sehat secara fisik tetapi juga menjamin kesejahteraannya untuk hidup. Ada ‘animal welfare’ yang harus dijaga. Jadi, sebenarnya apa yang dimaksud dengan animal welfare?

Menurut World Organisation of Animal Health (2024), Animal welfare adalah keadaan fisik dan mental hewan yang berkaitan dengan kondisi tempat ia hidup dan mati. Melalui definisi tersebut, kesehatan mental dan emosional hewan juga menjadi salah satu yang penting disamping bebas dari penyakit. World Organisation of Animal Health (WOAH) juga menjelaskan bahwa kesejahteraan hewan dianggap baik apabila hewan sehat, merasa nyaman, mendapat nutrisi yang baik, aman, dapat mengekspresikan perilaku alaminya, dan tidak mengalami rasa sakit, ketakutan, atau penderitaan yang tidak perlu. Pada intinya, animal welfare mengacu pada kualitas hidup yang dialami hewan meliputi kebutuhan fisik, psikologis, dan kebebasan untuk berperilaku sesuai kebiasaannya. Animal welfare menunjukkan bahwa hewan memiliki kehidupan yang bermakna untuk dihormati dan dijaga dari segala ancaman seperti penelantaran dan eksploitasi.

Di sinilah dokter hewan berperan penting untuk mengimplementasikan animal welfare dalam pelayanan kesehatan yang mereka beri pada hewan-hewan tersebut. Mereka menjamin bahwa tiap hewan mendapat kesejahteraan dan kebebasan yang layak, tidak terbatas pada hewan peliharaan saja seperti kucing dan anjing. Akan tetapi, unggas, ternak, dan hewan liar pun harus mendapat pelayanan yang bermutu dengan menerapkan animal welfare. Setidaknya ada lima prinsip kebebasan (five freedoms) kesejahteraan hewan mengacu pada Farm Animal Welfare Council (1979) yang perlu diperhatikan sebagai indikasi animal welfare yang baik, yaitu bebas dari rasa lapar dan haus (akses makan dan minum sesuai kebutuhan), bebas dari rasa tidak nyaman (akses tempat tinggal atau berlindung yang nyaman), bebas dari rasa sakit, cedera, dan penyakit (dengan pencegahan dan pengobatan), bebas dari rasa takut dan stres (tindakan dan perlakuan yang baik untuk menghindari penderitaan mental), dan bebas untuk mengekspresikan perilaku alami (akses fasilitas dan ruang gerak yang sesuai dengan kebutuhan hewan).

Berdasarkan pengamatan saya ketika mengunjungi Rumah Sakit Hewan Pendidikan (RSHP) Universitas Airlangga, saya menyaksikan hewan-hewan yang dirawat mendapatkan pelayanan kesehatan yang terbaik sesuai dengan prinsip five freedoms. Di RSHP Universitas Airlangga, para dokter hewan melayani berbagai macam spesies mulai dari yang paling umum, yaitu kucing, anjing, kelinci, kura-kura, sapi hingga ular. Para dokter hewan yang berjaga di rumah sakit tersebut memberikan asupan makan dan minum bernutrisi sesuai kebutuhan, kandang dan ruang rawat inap yang nyaman, serta akses ruang bermain untuk kucing dan anjing agar tidak stres selama proses pengobatan. Hewan yang dititipkan dalam kondisi sehat juga diletakkan pada ruangan yang terpisah dari keramaian agar kondisi psikologisnya tetap stabil dan tidak merasa takut karena bertemu banyak orang. Pengobatan bagi hewan yang sakit juga dilakukan dengan penuh kehati-hatian dan sesuai prosedur yang tepat agar segera pulih dari rasa sakit.

Edukasi mengenai pencegahan penyakit dan pemulihan pasca pengobatan juga dokter hewan sampaikan kepada pemilik hewan untuk perawatan yang lebih optimal setelah hewan tersebut dipulangkan. Seluruh pelayanan kesehatan yang dokter hewan beri dilakukan dengan perhatian, kasih sayang, tanggung jawab besar, dan empati yang tinggi bagi kesehatan dan kesejahteraan hewan. Tanpa membeda-bedakan spesies mereka melayani dengan sepenuh hati memastikan bahwa hewan-hewan tersebut dapat sehat kembali untuk bermain dan hidup yang lebih baik. Peran dokter hewan dalam pelayanan kesehatan tidak terbatas rumah sakit, tetapi bisa pada lingkungan masyarakat seperti jalanan, pasar, dan pemukiman padat warga.

Banyak kita jumpai di tempat-tempat tersebut kucing dan anjing yang terlantar. Badan mereka kurus karena kurang asupan makan dan minum, badan penuh dengan penyakit kulit seperti scabies, kedinginan, ketakutan dengan dunia luar, dan stres yang terkadang diakibatkan oleh ulah manusia yang tidak bertanggung jawab. Manusia sering kali tidak peduli akan keberadaan hewan-hewan tersebut. Hak mereka untuk hidup sebagai makhluk hidup terasa tak bermakna. Dalam hal ini, dokter hewan bergerak menjadi garda depan dalam mencegah dan memberantas kasus serupa serta melakukan pengobatan hewan tersebut melalui aksi strategis seperti vaksinasi. Edukasi kepada masyarakat oleh dokter hewan terkait animal welfare pun penting untuk diberikan agar masyarakat semakin sadar pentingnya kondisi fisik, mental, dan emosional yang dialami oleh hewan sehingga kesadaran untuk memperlakukan dan merawat hewan dengan cara yang baik dan benar semakin meningkat. Di samping itu, Dokter hewan dapat berkolaborasi dengan pemerintah untuk membangun lingkungan yang aman dan nyaman bagi hewan sebagai bentuk penjagaan bagi kesejahteraan dan kebebasan hewan.

Pelayanan kesehatan hewan bukan hanya mencangkup kesehatan fisik semata tetapi berkaitan erat dengan animal welfare. Kondisi mental, emosional, kebutuhan tempat tinggal dan kebebasan berperilaku juga menjadi aspek penting yang perlu diperhatikan bagi kesehatan hewan. Bagaikan tonggak yang kokoh berdiri untuk kesehatan dan kesejahteraan hewan, dokter hewan tentu saja memiliki peran penting dalam memberikan pelayanan kesehatan hewan dengan menerapkan prinsip animal welfare. Tidak hanya dalam lingkup rumah sakit hewan atau puskeswan tetapi juga turun langsung di lingkungan masyarakat, memastikan hewan-hewan tersebut tetap aman dan bebas dari penyakit sebagai makhluk hidup yang berharga untuk tetap hidup dan memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitarnya.

Referensi:

World Organisation for Animal Health. (2024). Terrestrial Animal Health Code. Paris: WOAH.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image