Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Maulana Malik Dimas Margono

Bedah Robotik: Sinergi Dunia Medis dan Teknologi Rekayasa Instrumentasi dan Kontrol

Teknologi | 2025-11-05 22:50:50

Surabaya – Operasi bedah kini tak lagi sebatas pisau dan tangan dokter. Dunia medis sedang memasuki era baru: bedah robotik, teknologi yang memanfaatkan sistem robot berpresisi tinggi sebagai perpanjangan tangan tenaga medis. Metode ini menjanjikan sayatan lebih kecil, pemulihan lebih cepat, hingga tingkat keamanan pasien yang lebih baik dibanding operasi konvensional.

Menariknya, di balik kecanggihan robot bedah, ada peran besar ilmu teknik khususnya Teknologi Rekayasa Instrumentasi dan Kontrol (TRIK) Universitas Airlangga. Program studi ini menyiapkan mahasiswa untuk menguasai sensor, sistem kendali, hingga aktuator yang menjadi otak sekaligus otot dari robot medis modern.

Bagaimana Bedah Robotik Bekerja?

Bedah robotik termasuk teknik operasi minimal invasif, di mana dokter mengendalikan robot melalui konsol canggih. Robot dilengkapi kamera 3D resolusi tinggi dan lengan mekanis super fleksibel. Kombinasi ini memungkinkan dokter melihat area operasi lebih jelas, sekaligus menggerakkan instrumen dengan ketepatan yang sulit dicapai tangan manusia.

“Dengan bantuan sensor dan sistem kendali otomatis, robot bisa melakukan gerakan halus dan stabil, sehingga jaringan sekitar tidak banyak mengalami kerusakan,” jelas penelitian Herron & Marohn (2008).

Peran TRIK Unair dalam Dunia Medis

Keterlibatan prodi TRIK bukan sekadar teori, tapi nyata mendukung keberhasilan operasi robotik. Beberapa bidang yang ditekankan, antara lain:

- Sensor & Instrumentasi → memantau posisi lengan robot dan kondisi pasien secara real time.

- Sistem Kendali Otomatis → menerjemahkan perintah dokter menjadi gerakan robotik halus, mulai dari kontrol PID, adaptif, hingga berbasis kecerdasan buatan.

- Aktuator Presisi → menggerakkan lengan robot dengan tenaga listrik atau hidrolik, tapi tetap stabil.

- Keandalan Sistem → memastikan operasi berjalan minim error dengan desain fault-tolerant.

Keahlian ini membuka peluang bagi lulusan TRIK Unair untuk menjadi inovator di dunia teknologi medis, bukan sekadar operator.

Keunggulan Bedah Robotik

Menurut BRIN (2024) dan Medical Journal of Indonesia (2023), sejumlah keunggulan yang ditawarkan robot bedah antara lain:

- Sayatan kecil, risiko infeksi rendah.

- Visualisasi 3D lebih detail untuk dokter.

- Proses pemulihan pasien lebih cepat.

- Akurasi tinggi untuk operasi kompleks.

Tantangan di Indonesia

Namun, perjalanan adopsi teknologi ini di tanah air masih panjang. Ada beberapa kendala yang harus diatasi:

1. Biaya Tinggi " Harga satu unit robot seperti da Vinci Surgical System mencapai jutaan dolar AS.

2. Keterbatasan SDM " Diperlukan dokter dan insinyur terlatih khusus. Di sinilah TRIK Unair berperan menyiapkan tenaga teknik medis.

3. Infrastruktur Digital " Operasi jarak jauh (telesurgery) membutuhkan jaringan internet berkecepatan tinggi dengan latensi rendah, yang belum merata.

4. Regulasi " Standar nasional terkait keselamatan dan aspek hukum masih dalam tahap pengembangan (Hidayat, 2022).

Masa Depan: Indonesia Bisa Jadi Pemain Besar

Pemerintah telah memasukkan bedah robotik dalam roadmap pembangunan kesehatan nasional (Kemenkes RI, 2022). Dengan kolaborasi antara rumah sakit, industri, dan perguruan tinggi seperti Unair, Indonesia berpeluang besar tidak hanya sebagai pengguna, tapi juga produsen teknologi medis.

“Integrasi antara fakultas teknik dan fakultas kedokteran akan melahirkan inovasi berkelanjutan. Indonesia bisa menjadi pionir di Asia Tenggara dalam bidang robotik medis,” ungkap salah satu pakar teknologi kesehatan Unair.

Bedah robotik adalah bukti bahwa masa depan kesehatan terletak pada sinergi lintas disiplin. Medis tidak bisa berjalan sendiri, begitu pula teknik. Dengan peran besar TRIK Unair, lahirlah peluang bagi Indonesia untuk mengejar ketertinggalan sekaligus menjadi pemain kunci dalam inovasi robotik medis global.

Daftar Pustaka :

- Badan Kebijakan Kesehatan Kemenkes RI. (2022). Teknologi Bedah Robotik di Indonesia. Jakarta: Kemenkes.

- BRIN. (2024). Telesurgery: Operasi Bedah Jarak Jauh dengan Robot Bedah.

- Hidayat, R. (2022). Tantangan Regulasi Robot Medis di Indonesia. Jurnal Ilmu Hukum Kesehatan, 5(2), 112–120.

- Herron, D. M., & Marohn, M. (2008). A consensus document on robotic surgery. Surgical Endoscopy, 22(2), 313–325.

- Lanfranco, A. R., Castellanos, A. E., Desai, J. P., & Meyers, W. C. (2004). Robotic surgery: a current perspective. Annals of Surgery, 239(1), 14–21.

- Medical Journal of Indonesia. (2023). Future of Telerobotic Surgery in Indonesia. Universitas Indonesia.

- Siloam Hospitals. (2023). Teknologi Bedah Robotik dan Perkembangannya di Indonesia. Jakarta: Siloam Press.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Berita Terkait

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image