Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Muliadi Saleh

PERJAKA Bukit Baruga: Sembilan Tahun Menjejak, Sehat Ceria Keren

Gaya Hidup | 2025-08-23 09:13:01

Oleh Muliadi Saleh

Penulis|Pemikir |Penggerak Literasi dan Kebudayaan

Anggota PERJAKA

HUT SPEKTAKULER PERJAKA

Di tengah riuh kota Makassar, di sebuah kawasan hijau nan teduh bernama Bukit Baruga, ada denyut kehidupan yang sederhana namun penuh makna. Namanya PERJAKA — Persatuan Pejalan Kaki Bukit Baruga. Sebuah komunitas yang lahir tanpa struktur kaku, tumbuh tanpa hirarki, namun bertahan sembilan tahun dengan energi yang justru semakin menyala.

Kini, PERJAKA bersiap merayakan hari lahirnya yang kesembilan, tepat pada Minggu, 24 Agustus 2025. Sebuah usia yang tidak sekadar angka, tetapi catatan jejak tentang konsistensi, kebersamaan, dan semangat hidup sehat. Perayaan kali ini digelar spektakuler, menyatukan semangat olahraga, hiburan, sosial, dan silaturahmi dalam satu agenda besar: Family Fun Walk, lomba foto “Langkah Terindah”, bazar kuliner tradisional, hingga hiburan marching band dan penampilan Yunita Indonesian Idol.

Yang membuat perayaan tahun ini terasa istimewa adalah kehadiran Walikota Makassar, Munafri Arifuddin, yang akan melepas langsung langkah-langkah pertama fun walk di Driving Range Golf Bukit Baruga. Kehadirannya bukan sekadar simbol seremonial, melainkan penegasan bahwa kota yang sehat berawal dari warganya yang sehat. Munafri, yang akrab disapa Appi, bukan hanya dikenal sebagai pemimpin politik, tetapi juga sosok yang dekat dengan dunia olahraga. Jejak panjangnya sebagai pengusaha dan pengurus klub sepak bola menempatkannya sebagai figur yang paham arti penting aktivitas fisik dalam menjaga daya hidup.

Komunitas PERJAKA

Maka, ketika Walikota hadir di tengah komunitas PERJAKA, ada pesan yang kuat: pemerintah kota mengakui, menghargai, dan mendukung gerakan akar rumput yang lahir dari warga sendiri. Bukankah sebuah kota hanya bisa menjadi hebat jika denyut warganya tetap sehat dan bahagia?

Bayangkan suasana pagi itu. Jam menunjukkan pukul 06.30 WITA. Matahari perlahan menyibak kabut, sementara ratusan langkah kaki mulai berayun serentak. Tawa anak-anak bercampur dengan semangat para orang tua. Ada yang berjalan sambil bercengkerama, ada yang serius menjaga ritme, ada yang sekadar ingin merasakan kebersamaan. Semua melebur dalam satu suasana: sehat, ceria, keren.

"Mempercayai" Walikota Makassar

Inilah hakikat sebuah komunitas: sederhana namun mengikat. PERJAKA bertahan bukan karena struktur organisasi yang kokoh, melainkan karena ikatan kebersamaan yang cair dan tulus. Tidak ada ketua yang berkuasa, tidak ada sekretaris yang sibuk mencatat, tidak ada bendahara yang menghitung saldo. Yang ada hanyalah penjaga jalur yang setia merawat lintasan, teman seperjalanan yang selalu mengajak kembali, serta anggota yang datang membawa senyum dan pulang dengan hati lebih lapang.

Perayaan HUT tahun ini pun dirancang tidak hanya sebagai pesta, tetapi juga ruang untuk berbagi manfaat. Ada pemeriksaan kesehatan gratis oleh Prodia, donor darah, dan talk show kesehatan wanita bertema “Perempuan Sehat, Keluarga Kuat.” Di sudut lain, ada bazar kuliner tradisional yang menggoda lidah, mengingatkan pada cita rasa kampung halaman. Sementara itu, generasi muda dimanjakan dengan test ride motor listrik—sebuah sentuhan futuristik yang seakan mengingatkan bahwa langkah kaki tradisional pun bisa berdampingan dengan inovasi modern.

Dan tentu saja, apa arti sebuah perayaan tanpa keceriaan? Panggung hiburan akan bergemuruh dengan atraksi marching band yang menyulut semangat, lalu dilanjutkan dengan suara merdu Yunita Indonesian Idol, artis yang akan menambah semarak pagi menjadi lebih berwarna. Jangan lupa, door prize dan lucky draw menanti, membuat setiap orang punya harapan kecil untuk membawa pulang kejutan.

Di balik gemerlap acara, ada filosofi yang tetap sama: berjalan kaki bukan sekadar aktivitas fisik, melainkan laku hidup. Ketika kaki melangkah, pikiran menjadi jernih, hati terasa ringan, dan silaturahmi terjalin tanpa sekat. PERJAKA mengajarkan bahwa kebahagiaan tidak selalu harus mahal atau rumit. Ia bisa lahir dari langkah sederhana yang dilakukan bersama-sama.

Sembilan tahun jejak PERJAKA adalah sembilan tahun pelajaran: bahwa komunitas bisa bertahan bukan karena fasilitas mewah atau aturan ketat, tetapi karena rasa memiliki dan kebersamaan yang terus dijaga. Bukit Baruga telah menjadi saksi bagaimana langkah-langkah kecil ini menyatukan banyak orang, dari berbagai latar, dalam satu semangat: menjemput hari dengan sehat, ceria, dan keren.

Penulis Berkostum PERJAKA-9

Maka, ketika ribuan langkah kembali dilepaskan pada 24 Agustus 2025, bukan hanya PERJAKA yang merayakan ulang tahun, tetapi juga Makassar yang merayakan energi warganya. Dan kehadiran Walikota Munafri Arifuddin menjadi peneguhan bahwa pemerintah dan masyarakat bisa berjalan beriringan, menapaki jalur yang sama: jalur sehat, jalur ceria, jalur keren.

Sembilan tahun sudah PERJAKA menorehkan jejak. Dan jejak itu belum akan berhenti. Selama masih ada kaki yang melangkah, hati yang tersenyum, dan semangat yang menyala, PERJAKA akan terus hidup—sehat, ceria, dan keren, selamanya.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image