Apakah Data Bisa Menentukan Tren Fashion yang Akan Populer di Masa yang Akan Datang?
Trend | 2025-05-27 17:45:52Lintang Gilardino AlfathoniProgram Studi Teknologi Sains Data
Setiap tahun, tren fashion selalu berubah-ubah. Dari cuttingan, styling, dan jenis bahan bisa berbeda dari tahun ke tahun. Di balik perubahan ini, ternyata ada peran besar dari data. Perusahaan fashion ternama seperti Uniqlo dan H&M memanfaatkan data pelanggan untuk memprediksi tren berikutnya. Bahkan, media sosial seperti TikTok dan Instagram juga menjadi sumber data yang sangat besar.
Dengan menganalisis data penjualan dan interaksi media sosial, para desainer dan perusahaan dapat melihat pola yang sedang naik daun. Misalnya, cara styling yang sering muncul di feed pengguna atau cuttingan baju yang paling banyak dibagikan bisa menjadi indikator tren. Algoritma machine learning juga bisa memprediksi tren berdasarkan data dari tahun-tahun sebelumnya.
Salah satu contoh penerapan sains data adalah Google Trends yang dapat menunjukkan pencarian kata seperti “work jacket” atau “baggy jeans” yang meningkat. Brand seperti Bershka dan Pull&Bear juga menganalisis data pembelian. Mereka memanfaatkan data online dan offline untuk menyesuaikan stok serta desain yang mereka produksi dan jual ke pasaran.
Perusahaan juga mulai memanfaatkan data dari ulasan pelanggan dan perilaku pembelian untuk meningkatkan desain dan strategi pemasaran. Misalnya, jika banyak pelanggan memberi ulasan positif tentang bahan tertentu, maka bahan itu bisa digunakan kembali untuk koleksi selanjutnya. Begitu pula dengan warna dan ukuran yang paling sering dicari. Semua informasi ini sangat berguna dan bisa diolah secara real time. Dengan sistem data yang tepat, perusahaan bisa lebih cepat dalam mengambil keputusan dan mengurangi risiko produk tidak laku di pasaran.
Sebagai mahasiswa Sains Data, saya melihat bahwa tren fashion sekarang tidak hanya ditentukan oleh perasaan atau tebakan. Semuanya bisa dilihat dari angka dan pola data. Dengan kemampuan mengolah data dalam jumlah besar, kita bisa menemukan informasi penting sebelum tren itu muncul. Hasil dari analisis ini bisa membantu desainer atau perusahaan membuat keputusan yang lebih tepat. Di masa depan, dunia fashion bisa menjadi lebih cepat menyesuaikan diri dan terasa lebih pribadi berkat bantuan ilmu data.
Peran Mahasiswa Sains Data dalam Dunia Fashion
Sebagai mahasiswa, saya belajar mengolah data dari berbagai sumber, termasuk dari media sosial. Teknik seperti analisis sentimen, klasifikasi gambar, dan prediksi tren sangat relevan untuk dunia fashion. Dengan project sederhana, mahasiswa dapat membantu brand kecil memahami preferensi pasar. Bahkan, mahasiswa bisa membuat model prediktif untuk tren lokal yang berkembang cepat. Ini menunjukkan bahwa sains data bukan hanya alat teknis, tetapi juga bisa menjadi jembatan antara kreativitas dan kebutuhan pasar fashion modern.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
