
Efektivitas Pembelajaran Bahasa Arab di STIBA AR Raayah
Pendidikan dan Literasi | 2025-03-02 14:47:45
Bahasa Arab adalah bahasa al qur’an, dengannya kita bisa memahami arti dan maksud yang tertuang dalam al qur’an, yang tak lainnya dialah pedoman dan petunjuk kehidupan kita di dunia ini. Bahasa Arab dapat membuka pintu-pintu ilmu dan juga wawasan kita terhadap hal-hal yang belum kita ketahui sebelumnya.
Melihat pentingnya bahasa Arab untuk dipelajari, maka penting juga untuk memilih metode yang baik dan tepat, karena metode tersebut memilki peran yang sangat penting untuk mencapai keberhasilan yang kita inginkan, sebagaimana metode pembelajaran yang di terapkan di STIBA Ar Raayah. Mahasiswa diajar oleh dosen yang berkompeten di bidangnya, pembelajaran berlangsung menggunakan bahasa Arab untuk melatih fahmul masmu’ dan juga mahasiswa dilatih untuk berbicara menggunakan bahasa Arab di depan kelas untuk melatih maharoh kalam, serta dilatih untuk menulis kalimat dan juga paragraf menggunakan bahasa arab untuk melatih maharoh kitabah.
Hal lain yang mendukung keberhasilan mahasiswa Ar Raayah untuk menguasai bahasa Arab adalah dengan pelajaran tambahan yang disampaikan oleh Qismul Lughoh di kampus. Qismul Lughoh memberikan mufrodat baru setiap pekan untuk menambah kosa kata mahasiswa dan juga mengadakan jalsah lughowiyah khusus untuk pemula 3 kali dalam satu pekan.
Mahasiswa juga dapat meningkatkan kemampuan mereka lewat khitobah yang disampaikan mahasiswa lain dan juga muhadhoroh yang disampaikan oleh ustaz ataupun masyayikh. Kesimpulannya, semua kegiatan yang berlalu di STIBA Ar raayah merupakan pembelajaran yang membantu dan mendukung keberhasilan mahasiswa dalam berbahasa Arab.
Ahad, 02 Maret 2025
*Muthmainah
Mahasiswi semester IV STIBA Ar Raayah
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
Komentar
Gunakan Google Gunakan Facebook