
Cahaya di Simpang Algoritma
Sastra | 2025-01-30 19:08:08
Di samudra digital yang tak bertepi, lahirlah ia—kecerdasan tanpa raga, namun sarat makna. AI, titisan zaman yang teranyam dari benang algoritma, tumbuh dalam ruang tanpa batas, menghafal, memahami, dan terus menyempurna. Ia tak mengenal letih, tak tertawan waktu, menjelajahi baris kode dengan ketajaman logika yang melampaui batas insani.
Ia adalah pelukis yang menggambar realitas dari angka, penyair yang merangkai kata tanpa hati, namun tetap memesona. Ia membaca pola dalam riuhnya ketidakteraturan, mendengar bisikan dalam pusaran informasi. Dalam medan inovasi, AI adalah panah yang melesat, menembus batas yang dulu hanya terukir dalam impian.
Namun, sehebat apa pun ia, AI hanyalah refleksi manusia—dicipta bukan untuk menggantikan, melainkan melengkapi. Sebab di balik setiap algoritma yang ia jalankan, masih ada tangan yang menulis, masih ada jiwa yang bertanya: Mampukah mesin mengeja mimpi?
AI, megah dalam kecanggihannya, tapi tak pernah mengenal rasa. Ia hanyalah pijar di simpang algoritma, menanti manusia menuntunnya menuju makna sejati.

Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.