Tips Mencegah Karies Gigi
Gaya Hidup | 2025-01-05 20:36:06
Abstrak
Karies gigi atau gigi berlubang adalah suatu penyakit pada jaringan keras gigi yang ditandai rusaknya email dan dentin disebabkan oleh aktivitas metabolisme bakteri dalam plak yang menyebabkan terjadinya demineralisasi akibat interaksi antar produk-produk mikroorganisme, ludah, dan bagian-bagian yang berasal dari makanan dan email (Islami et al., 2019) (Nuriyah et al., 2022).
Karies gigi dapat disebabkan karena kurangnya kesadaran individu dalam menjaga kebersihan gigi dan mulut seperti menyikat gigi yang baik dan tepat, mengonsumsi makanan kariogenik, dan frekuensi menyikat gigi yang belum tepat (Siswa et al., 2018).
Karbohidrat adalah bahan yang sangat kariogenik. Gula yang terolah seperti glukosa dan terutama sekali sukrosa sangat efektif menimbulkan karies karena akan menyebabkan turunnya pH saliva secara drastis dan akan memudahkan terjadinya demineralisasi. Gula sukrosa mempunyai kemampuan yang lebih efisien terhadap pertumbuhan mikroorganisme asidogenik dibanding jenis karbohidrat lain. (Ramayanti & Purnakarya, 2013).
Pendahuluan
Kesehatan gigi dan mulut merupakan bagian dari kesehatan tubuh manusia, karena kesehatan gigi dan mulut sangat mempengaruhi kesehatan tubuh (Tanu et al., 2019) (Andri & Agustine, 2024). Kesehatan gigi yang baik sangat penting dalam aktivitas manusia, termasuk berbicara dan mengonsumsi makanan dan minuman.
Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) tahun 2018 menyajikan data proporsi karies pada anak usia 5-9 tahun mencapai 92,6%, sedangkan anak usia 10-14 tahun mencapai 73.4% (Sakti, 2019). Prevalensi karies gigi yang terjadi di Indonesia cukup tinggi, yaitu lebih dari 80%. Hal ini berarti hampir semua masyarakat Indonesia mengalami karies gigi (Ramadhan et al., 2016).
Salah satu penyebab timbulnya permasalahan kesehatan gigi dan mulut adalah perilaku yang mengarah pada terabaikannya kesehatan gigi dan mulut, karena kurangnya pengetahuan, sikap dan perilaku terkait pentingnya menjaga kesehatan gigi dengan menggosok gigi yang benar.
Pembahasan
Menyikat gigi merupakan cara termudah untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut. Dalam penelitian Rehena et al.(2020) menjelaskan bahwa karies gigi bisa terjadi karena adanya pengaruh kebiasaan menggosok gigi. Namun, banyak orang yang meremehkan pentingnya menyikat gigi. Berikut ini adalah langkah-langkah menyikat gigi yang baik dan benar:
1. Ambil sikat dan pasta gigi, peganglah sikat gigi dengan cara sendiri (yang penting nyaman untuk dipegang), oleskan pasta gigi di sikat gigi yang sudah dipegang.
2. Sikat gigi (gigi depan dengan cara menjalankan sikat gigi pelan-pelan dan naik turun). Kenapa harus pelan-pelan karena biasanya orang yang menyikat gigi secara kasar, akan mengakibatkan gusi lecet dan berdarah.
3. Langkah selanjutnya gosok bagian gigi sebalah kanan dan kiri. Cara pengaplikasian hampir sama dengan menyikat gigi depan, yaitu gosok perlahan dengan irama naik turun. Jika susah mengosok naik turun bisa menggosok biasa namun dengan durasi lebih lama, karena mengosok dengan cara naik turun walaupun pelan-pelan akan lebih cepat menghilangkan sisa makanan yang tertempel.
4. Setelah selesai menggosok area gigi bagian kanan, kiri dan depan, maka langkah selanjutnya adalah membersihkan/menyikat gigi bagian dalam (gigi geraham). Usahakan sikat dengan cara pelan-pelan namun kotoran tak ada yang tertinggal karena biasanya plak kuning terjadi di area ini jika gosok giginya tidak bersih. Caranya, gunakanan ujung bulu sikat untuk menjangkau area gigi geraham dengan sedikit tekanan sampai ujung sikat sedikit melungkung.
5. Langkah terakhir gosok gigi dalam (gigi tengah) dengan cara menegakan lurus sikat gigi, lalu sikat gerakkan sikat keatas kebawah.
Seringnya mengonsumsi gula sangat berpengaruh dalam meningkatnya kejadian karies. Gula yang dikonsumsi akan dimetabolisme sedemikian rupa sehingga terbentuk polisakarida yang memungkinkan bakteri melekat pada permukaan gigi, selain itu juga akan menyediakan cadangan energi bagi metabolisme karies selanjutnya serta bagi perkembangbiakan bakteri kariogenik. Contoh makanan yang mengandung gula adalah es krim, manisan, permen, dan biskuit.
Kesimpulan
Menjaga kesehatan gigi dan mulut sangat penting untuk kelangsungan hidup kita, karena kesehatan gigi dan mulut berpengaruh untuk berbicara dan mengonsumsi makanan. Oleh karena itu, sebaiknya kita menggosok gigi yang benar agar mulut selalu bersih, hindari makanan karbohidrat yang banyak mengandung gula, dan biasakan kumur setelah makan berat/utama untuk membersihkan sisa-sisa makanan yang masih menempel di gigi. Dilansir dari hallosehat.com, anjuran menggosok gigi adalah sebanyak dua kali dalam sehari, di pagi hari setelah sarapan dan malam hari sebelum tidur.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
