Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Eka Aditya Putri Iskandar

Frullania spp. Si Lumut Berkantong

Eduaksi | 2024-06-12 09:29:14

Selama ini kita sering mendengar tentang kantong semar (Nepenthes spp.), tumbuhan dengan kantong hasil modifikasi daun untuk memerangkap serangga dan hewan kecil lainnya. Pernahkah anda mendengar tentang lumut berkantong? Adakah? Ada, Frullania spp. namanya (Gambar 1). Berbeda dengan kantong semar, untuk melihat kantong pada Frullania spp., anda memerlukan mikroskop. Ya, lumut ini berukuran kecil, sehingga untuk melihat detil bagian-bagiannya dibutuhkan alat bantu.

Gambar 1. Frullania spp. pada batang pohon

Frullania spp. termasuk ke dalam kelompok lumut hati (Marchantiophyta) berdaun. Lumut dari kelompok ini biasanya memiliki daun yang tersusun dalam 3 baris, yang terdiri atas 2 baris lateral pada bagian dorsal, dan 1 baris pada bagian ventral. Daun lateral pada Frullania spp. terdiri atas helaian daun yang besar (‘lobe’) dan helaian daun kecil (‘lobule’) pada bagian ventralnya. Susunan daun pada Frullania spp. dapat dilihat pada gambar 2 berikut ini.

Gambar 2. Susunan daun pada Frullania spp.

Pada banyak anggota lumut hati berdaun lainnya, ‘lobule’ tersebut sederhana bentuknya. Contoh lumut hati dengan ‘lobule’ daun sederhana di antaranya adalah Radula spp. dan Lejeunea spp. (Gambar 3). Pada Frullania spp., ‘lobule’ ini lebih kompleks dan membentuk kantong. Kantong ini biasanya menggelembung dan memiliki bukaan atau mulut pada salah satu sisinya. Arah bukaan tersebut umumnya berlawanan dengan arah tumbuh batang utama.

Gambar 3. 'Lobule' sederhana pada Radula sp. (kiri) dan Lejeunea sp. (kanan)

Terdapat 2 pengelompokkan besar untuk bentuk kantong Frullania spp. yaitu kantong yang memanjang dan kantong yang melebar (Gambar 4). Masing-masing bentuk tersebut dapat dipisahkan menjadi kelompok yang lebih kecil lagi, bergantung pada modifikasi tambahan lainnya, misalnya apakah ada bagian yang melebar dan tidak membentuk kantong (Gambar 5).

Gambar 4. ‘Lobule’ memanjang (kiri) dan melebar (kanan)
Gambar 5. Bagian tambahan pada ‘lobule’

Selain bentuknya, posisi kantong juga penting untuk membedakan antar spesies Frullania. Ada kantong yang posisinya tegak dan sejajar dengan batang utama, ada pula yang posisinya miring dan membentuk sudut terhadap batang utama (Gambar 6).

Gambar 6. ‘Lobule’ tegak lurus (kiri) dan membentuk sudut (kanan) terhadap batang utama

Fungsi dari kantong pada Frullania spp. ini tidak diketahui secara pasti. Ada yang menyebutkan bahwa kantong ini berfungsi untuk menyimpan air, namun ternyata ketika lingkungan sekitar lumut ini kering, air keluar dari jaringan lumut melalui pergerakan kapiler dan kantong ini sama sekali tidak mempertahankan kandungan air (https://cronodon.com/NatureTech/liverwort-frullania.html). Adakah dari anda yang memiliki sudut pandang lain mengenai fungsi kantong pada Frullania spp.?

Beberapa hewan invertebrata khususnya dari filum Rotifera memanfaatkan kantong pada Frullania spp. sebagai tempat tinggal. Kantong-kantong ini diduga menyediakan perlindungan bagi hewan-hewan tersebut (Glime, J. 2021; Puterbaugh et al. 2004). Selain dari filum Rotifera, anggota filum Arthropoda khususnya dari ordo Acarina juga memanfaatkan kantong pada Frullania spp. ini (Colloff & Cairns 2011).

Di mana Frullania spp. dapat ditemukan? Frullania spp. dapat dijumpai di daerah tropis dan subtropis dan umumnya tumbuh sebagai epifit. Sebagai salah satu genus terkaya pada lumut hati berdaun, besar kemungkinan anda dapat menemukannya. Jadi, seandainya anda melihat pohon yang ditumbuhi oleh lumut epifit, amati dengan teliti, mungkin Frullania spp. ada di sana. Selamat mencari!

Daftar Pustaka

Colloff, M. J. and Cairns A. 2011. A novel association between oribatid mites and leafy liverworts (Marchantiophyta: Jungermanniidae), with a description of a new species of Birobates Balogh, 1970 (Acari: Oribatida: Oripodidae). Austral. J. Entomol. 50: 72-77.

Glime, Janice. 2021. Bryophyte Ecology. https://digitalcommons.mtu.edu/oabooks/4

https://cronodon.com/NatureTech/liverwort-frullania.html (diakses pada tanggal 10 Juni 2024)

Puterbaugh, M. N., Skinner, J. J., and Miller, J. M. 2004. A nonrandom pattern of rotifers occupying lobules of the hepatic, Frullania eboracensis. Bryologist 107: 524-530.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Berita Terkait

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image