Mencegah Ancaman Cyberbullying
Eduaksi | 2024-05-28 23:36:55
Istilah “cyberbullying” mengacu pada perilaku bullying sosial yang terjadi secara online, seperti pelecehan, intimidasi dan penyerangan secara non verbal melalui perangkat elektronik. Cyberbullying dapat terjadi di pesan email, room chat, kolom komentar pada social media, website, dan pesan pada video game. Cyberbullying dapat berupa komentar negatif, postingan yang menghina, dan penggunaan media social untuk mengganggu dan memfitnah seseorang. Cyberbullying telah menjadi salah satu isu sosial budaya yang terjadi pada masa kini. Dengan banyaknya platform media social yang mudah di akses lewat internet, kejahatan, rumor, dan berita hoax dapat menyebar dengan cepat. Hal tersebut dapat mempengaruhi pola pikir jutaan masyarakat dari berbagai latar belakang. Akhir-akhir ini, kasus cyberbullying telah meningkat dengan cepat dan berdampak tidak hanya pada korban, tetapi juga pada masyarakat keseluruhan.
Korban cyberbullying dapat mengalami berbagai gangguan kesehatan mental yang serius, seperti depresi, kecemasan, dan gangguan psikologi lainnya. Dampak ini dapat berlangsung lama dan bahkan dapat menyebabkan perilaku yang merugikan diri sendiri atau self harm atau bahkan mengakhiri hidup. Selain itu, cyberbullying dapat berdampak negatif pada kinerja seseorang saat melakukan aktivitas. Mereka akan menjadi lebih sulit untuk bergaul dengan individu yang lain, dan mengganggu perkembangan sosial dan emosional mereka. Seseorang terdorong untuk melakukan cyberbullying dapat disebabkan oleh berbagai hal. Namun, terdapat beberapa hal yang paling umum, contohnya adalah rasa amarah dan ingin balas dendam, frustasi, dan ingin mencari perhatian. Sebagian orang juga melakukan cyberbullying hanya sebagai bentuk hiburan atau untuk mengisi waktu luang.
Mencegah dan mengatasi cyberbullying adalah tanggung jawab individu dan masyarakat secara keseluruhan. Untuk menghindari cyberbullying, kita dapat menggunakan pengaturan “private account” pada social media kita dan menghindari memberikan informasi pribadi secara terang-terangan. Peran orang tua dan guru juga sangat penting dalam mendidik remaja tentang cara berinteraksi dengan internet dan membangun budaya positif di antara kalangan siswa. Selain itu, pemerintah harus menetapkan peraturan yang ketat terkait dengan perlindungan online dan penanganan cyberbullying. Masyarakat juga harus lebih menyadari mengenai bahayanya cyberbullying, bahwa cyberbullying akan berdampak kepada masyarakat secara keseluruhan bukan hanya kepada korban. Dengan kesadaran yang lebih baik, masyarakat dapat berpartisipasi aktif dalam kampanye anti cyberbullying dan membuat lingkungan yang lebih aman.
Sebagai mahasiswa Universitas Airlangga Fakultas Psikologi, kami sangat peduli terhadap Kesehatan mental dan bahaya nya cyberbullying. Kami telah turut berpartisipasi secara aktif mengenai pencegahan cyberbullying. Mahasiswa Angkatan 2023 Fakultas Psikologi Universitas Airlangga telah melakukan sosialisasi mengenai isu cyberbullying kepada siswa/siswi Sekolah Menengah Pertama sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat yang bertajuk “cyberbuddies”. Selain itu, mahasiswa Universitas Airlangga juga telah menerapkan karakter HEBAT, H berarti humble/honest, E berarti excellent, B berarti brave, A berarti agile, dan T berarti transcendents. Salah satu karakter hebat tersebut adalah humble atau rendah hati, dengan senantiasa bersikap rendah hati kita dapat turut membantu mencegah terjadinya cyberbullying. Orang yang rendah hati cenderung memiliki sikap yang positif terhadap diri sendiri dan orang lain. Selain bersikap positif, seseorang yang rendah hati memiliki empati yang tinggi. Mereka paham bahwa kata-kata yang mereka ucapkan atau ketik di social media dapat mempengaruhi perasaan orang lain, sehingga mereka lebih berhati-hati dalam berinteraksi dan lebih memilih untuk menunjukkan dukungan.
Mengatasi kasus cyberbullying bukanlah tanggung jawab yang mudah, tetapi merupakan tanggung jawab bagi semua masyarakat di era digital ini. Kita dapat membangun komunitas online yang lebih ramah, aman, dan inklusif bagi semua orang dengan meningkatkan kesadaran, menerapkan kebijakan yang efektif, dan memberikan dukungan kepada korban.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
