Pergi untuk Kembali, Mengantarkan Harapan dalam Ikhlasmu
Sastra | 2024-04-17 03:43:02Maafkan aku, Ayah, jika harus ku tinggalkan,
Langkah ini terpaksa, dalam arus kehidupan.
Namun pergi ini bukan berarti lupa,
Kembali ku bawa, harapan terang dan jua.
Ayah, dalam tatapanmu terukir cinta tulus,
Bimbinganmu jadi pijakan, setiap langkah berjalan.
Kini aku pergi, tak hanya untuk melangkah,
Bersama istri dan anak, mengukir cerita.
Di dalam kepergian ini, bukan untuk melupakanmu,
Tetapi kembali, membawa pelajaran hidup yang baru.
Ikhlaslah, Ayah, dalam hatimu yang suci,
Berguru, menuntut ilmu, menjadi terang dalam keluarga yang fakih.
Bersama istriku, berjalan melangkah,
Menuntut ilmu, meraih cita, dan juga harapan.
Anak-anak kami, menjadi bintang penerang,
Mengantarkan mereka, menggapai mimpi yang merengkuh.
Terangi, Ayah, doa dan ikhlasmu,
Bersama kami, menghadapi liku hidup yang berliku.
Pergi ini, bukanlah perpisahan abadi,
Kembali untuk memelukmu, dalam bahagia yang nyata.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.