Penyebab 3 Narapidana Dipulangkan dari Rutan Banjarnegara

Image
Rutan Banjarnegara
Info Terkini | Saturday, 08 Jan 2022, 08:41 WIB

Banjarnegara - 3 (tiga) Warga Binaan Pemasyarakatan berinisial Sbr (33), Tgh (37) dan Rf (28) dipulangkan dari Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Banjarnegara setelah mendapat asimilasi, Jumat (7/1/2022).

Walaupun ketiga napi tersebut sudah keluar dari Rutan Banjarnegara, namun masih dalam bimbingan dan pengawasan Balai Pemasyarakatan (Bapas) Purwokerto.

Kepala Rutan Banjarnegara Karyono, mengatakan ketiga Narapidana tersebut dikeluarkan dari Rutan berdasarkan Permenkumham Nomor 43 Tahun 2021 sebagai perubahan kedua atas Permenkumham Nomor 32 tahun 2020 Tentang Syarat dan Tata Cara Pemberian Asimilasi, Pembebasan Bersyarat, Cuti Menjelang Bebas, dan Cuti Bersyarat Bagi Narapidana dan Anak dalam Rangka Pencegahan dan Penanggulangan Penyebaran Covid-19.

" Yang bersangkutan mendapat Program Asimilasi tentunya karena telah memenuhi syarat administratif dan substantif ", ujar Karyono.

Dirinya juga menegaskan bahwa tidak semua narapidana mendapat hak asimilasi. Hanya narapidana yang memenuhi syarat saja yang mendapat asimilasi.

Syarat yang harus dipenuhi bagi narapidana dan anak untuk mendapat asimilasi diantaranya telah menjalani ½ (satu per dua) masa pidana dan berkelakuan baik, tanggal 2/3 (dua per tiga) masa pidananya dan Anak yang tanggal 1/2 (satu per dua) masa pidananya sampai dengan tanggal 30 Juni 2022.

Selain itu Asimilasi tidak diberikan kepada Narapidana yang melakukan tindak pidana :

a. Narkotika, prekursor narkotika, dan psikotropika ( pidana penjara paling singkat 5 tahun)

b. Terorisme;

c. Korupsi;

d. Kejahatan terhadap keamanan negara;

e. Kejahatan hak asasi manusia yang berat;

f. Kejahatan transnasional terorganisasi lainnya.

g. Pembunuhan Pasal 339 dan Pasal 340 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana;

h. Pencurian dengan kekerasan Pasal 365 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana;

i. Kesusilaan Pasal 285 sampai dengan Pasal 290 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana;

j. Kesusilaan terhadap Anak sebagai korban Pasal 81 dan Pasal 82 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Asimilasi juga tidak diberikan kepada Narapidana/Anak yang melakukan pengulangan suatu tindak pidana, yang mana tindak pidana yang dilakukan sebelumnya telah dijatuhi pidana dan berkekuatan hukum tetap.

Sementara itu sebelum keluar dari Rutan ketiga narapidana tersebut diberi arahan oleh Kepala Subsi Pelayanan Tahanan Sahlan dan Kepala Regu Pengamanan Jumadi untuk tidak mengulangi perbuatan yang melanggar hukum dan senantiasa menjaga protokol kesehatan Covid-19.

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

0

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Artikel Lainnya

Image

Penerimaan Klien Baru Integrasi (Pembebasan Bersyarat) di Bapas Purwokerto

Image

Balkesmas Ambarawa Lakukan Vct Mobile Kepada WBP

Image

Penuhi Persyaratan, 11 WBP Lapas Brebes Jalani Asimilasi Dan PB

Image

SMPN 1 BULUKUMBA, PTS TINGKATKAN SEMANGAT BELAJAR

Image

Integrasi Instansi melalui MoU Layanan Single Submission Pengangkut Pelabuhan Tanjung Emas Semarang

Image

Lakukan Litmas PB, Pembimbing Kemasyarakatan Bapas Nusakambangan Tekankan Pembinaan Kemandirian

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

Ikuti

Image
Image
Image
× Image