Bagaimana Cara Menghindari Perilaku Seksual pada Remaja Berpacaran?
Edukasi | 2023-12-31 14:31:59Permasalahan seksualitas pada remaja yang berpacaran menjadi salah satu topik yang mungkin sering terdengar, tidak sedikit remaja yang memang sudah melakukan hubungan seksual sebelum menikah. Hal tersebut menjadi hal yang serius bagi orang tua, pendidik, serta masyarakat. Meskipun tidak semua remaja yang berpacaran melakukan tindakan tersebut. Aktivitas yang dilakukan oleh remaja yang berpacaran tersebut seolah-olah seperti sesuatu yang memang lazim dilakukan, kenyataannya hal tersebut sama sekali bukanlah tindakan yang lazim untuk dilakukan.
Sebenarnya apa sih perilaku seksual itu?. Menurut Sarwono (Rohmadini et al., 2020), perilaku seksual merupakan perilaku yang disebabkan oleh hasrat atau keinginan seksual yang bisa terjadi pada lawan jenis maupun dengan sesama jenis. Lalu menurut Hurlock (Yulianto, 2020). Perilaku seksual selama berpacaran dimulai dari berciuman, bercumbu ringan, bercumbu berat, dan kemudian hubungan intim. Perilaku seksual berupa touching, kissing, necking, petting, dan intercourse. Banyak orang yang belum tau bahwa berpeganggan tangan merupakan salah satu bentuk perilaku seksual, padahal tindakan tersebut sangat sering dilakukan oleh orang yang berpacaran. kebanyak orang lebih tau bahwa perilaku seksual merupakan berupa tindakan hubungan seks atau tindakan seksual lainnya.
Menurut penelitian Suwarni dan Selviana (Yulianto, 2020). Presentase mengenai perilaku seksual pada remaja terjadi peningkatan. Hal tersebut terjadi karena adanya dorongan atau hasrat seksual dan juga rasa cinta yang membuat selalu ingin berdekatan dan juga kontak fisik dengan pasangan. Kedekatan fisik tersebut mengarahkan dua individu tersebut pada hubungan seksual (Mayasari dan Hadjam, 2000). Walaupun presentase melakukan hubungan seksual tidak setinggi presentase berpegangan tangan, tetap saja hal tersebut akan berdampak pada dirinya, pasangan dan kesehatan. Perilaku seksual remaja tentu saja memiliki dampak negatifnya yaitu penyakit seksual seperti HIV karena seks bebas yang bisa menular ketika melakukan hubungan seksual apapun itu seperti oral dan anal. Lalu kanker mulut karena sering melakukan seks oral dan bisa menular karena berciuman. Serta penyakit-penyakit seksual lainnya seperti gonore atau kencing nanah, dan sifilis (Makarim, 2022)
Banyak cara yang bisa digunakan remaja untuk bisa menghindari diri dari perilaku seksual selama berpacaran, contohnya mengingat norma yang ada di lingkungan sekitar seperti norma agama, keluarga serta norma masyarakat yang harus di taati. Mengontrol diri juga penting untuk mengatur perilaku kita agar mempertimbangkan sesuatu yang akan dilakukan dengan membawa konsekuensi ke arah yang positif. Selain dua hal tersebut, lingkungan sosial juga sangat berpengaruh dalam perilaku seksual pada remaja. Jika lingkungan sosialnya terbiasa melakukan atau mendukung perilaku seksual tersebut, maka kitapun akan terpengaruh untuk melakukan perilaku tersebut.
Pentingnya bisa menghindari perilaku seksual yang biasanya terjadi dalam hubungan pacaran yang memang bisa merugikan diri sendiri dan juga kesehatan diri kita. Perilaku seksual seperti hubungan seksual merupakan tindakan yang sangat beresiko fatal. Maka, sebelum kita melakukan sesuatu kita harus bisa berpikir secara logis akan bagaimana dampak dari perbuatan yang akan kita lakukan tersebut.
REFERENSI
Alwi, N. P., Fitri, A., & Ulfa, M. (2021). Hubungan lingkungan dengan Perilaku Seksual Remaja di SMK X Pekanbaru. Jurnal Keperawatan Abdurrab, 4(2), 54–59. https://doi.org/10.36341/jka.v4i2.1597
Makarim, F. (2022, October 5). Catat, ini 7 dampak seks bebas bagi kesehatan fisik dan mental. Halodoc.Com. https://www.halodoc.com/artikel/catat-ini-7-dampak-seks-bebas-bagi-kesehatan-fisik-dan-mental
Mayasari, F., & Hadjam, M. (2000). Perilaku seksual remaja dalam berpacaran ditinjau dari harga diri berdasarkan jenis kelamin. 2, 120–127.
Rohmadini, A., Setia, M., Khansa, N., & Yulianto, A. (2020). Human behavior in the new normal post-pandemic: calanges and opportunities for psychology in the archipelago.
Yulianto, A. (2020). Pengujian Psikometri skala Guttman untuk mengukur perilaku seksual pada remaja berpacaran. 18, 38.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
