Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Shella Permata Sari

AS akan Merencanakan Proyek Nuklir di Indonesia

Info Terkini | Friday, 01 Dec 2023, 21:30 WIB

Pemerintah meneliti dan mengembangkan teknologi Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) ,Pemerintah telah memasukkan opsi nuklir dalam strategi energi nasional sebagaimana tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2014. Dengan penetapan peraturan ini, maka Indonesia telah melewati fase satu yaitu pertimbangan menuju penetapan pelaksanaan proyek. Saat ini, sebagai fase selanjutnya, Pemerintah sedang memastikan kesiapan membuat komitmen terhadap program pengembangan nuklir.

Hal ini dapat membantu PLN Indonesia Power menilai kelayakan teknis serta ekonomi dari PLTN Hal itu bakal mencakup rencana pemilihan lokasi, pembangkit listrik dan desain sistem interkoneksi, penilaian dampak lingkungan dan sosial awal, penilaian risiko, perkiraan biaya, serta tinjauan peraturan.

Kerja sama terbaru dengan Negeri Paman Sam akan mencakup pendanaan baru senilai 1 juta dolar AS untuk pembangunan kapasitas bagi Indonesia. Membangun kemitraan yang ada di bawah U.S. Department of State Foundational Infrastructure for the Responsible Use of SMR Technology (FIRST) Program. Ini termasuk dukungan di berbagai bidang seperti pengembangan tenaga kerja, keterlibatan pemangku kepentingan, peraturan, dan perizinan.

Penggunaan energi nuklir akan berdampak pada penghematan bahan bakar fossil dan perlindungan lingkungan menggunakan energi nuklir untuk menghasilkan listrik akan mengurangi perlunya membakar bahan bakar ini, sehingga cadangannya dapat bertahan lama.

Diskusi nuklir merupakan topik yang cukup hangat. Kebijakan Energi Nasional (KEN) yang diterbitkan tahun 2014 disebutkan bahwa nuklir merupakan pilihan terakhir dalam penyediaan energi nasional.

Pihak yang pronuklir, nuklir dimasukkan sebagai energi bersih yang memperkuat sistem penyediaan energi nasional. Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) dapat menggantikan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) dari batubara yang akan ditutup. Sedangkan Pihak yang kontra, energi nuklir tidak diperlukan karena Indonesia memiliki banyak pilihan energi yang lebih aman dengan biaya yang lebih rendah daripada biaya energi nuklir. Para ahli memperkirakan bahwa Indonesia paling cepat dapat membangun PLTN pada tahun 2035 jika saat ini pemerintah memutuskan pembangunan PLTN.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Berita Terkait

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image