Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image

Kesehatan Mental Semakin Gawat, Bunuh Diri Menjadi Pilihan

Lainnnya | Tuesday, 14 Nov 2023, 13:08 WIB

Kasus kesehatan mental yang berujung bunuh diri belum juga usai. Akhir-akhir ini, salah satu mahasiswa Unair (Universitas Airlangga) diberitakan meninggal dunia di dalam sebuah mobil dalam keadaan kepala terbungkus plastik. Selain itu, berdasarkan penyelidikan ditemukan sebuah tabung gas helium dan sebuah selang yang menempel pada tubuh korban yang dibeli sendiri. Mahasiswa berinisial CA merupakan lulusan Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) yang berprestasi dengan IPK 3,8 dan dikenal sebagai orang yang pintar hingga menjadi asisten dosen bahkan dikenal sebagai orang yang pekerja keras. Mahasiswa CA ini sempat meninggalkan surat kepada keluarga dan temannya sebelum akhirnya meninggal diduga akibat bunuh diri. Hal ini justru menimbulkan berbagai pertanyaan, sebenarnya ada alasan apa dibalik keinginannya untuk mengakhiri hidup padahal tidak ada tanda-tanda yang mengarah pada depresi? Dibalik sikap dan kepribadiannya yang baik, ada cerita yang tersimpan dibalik keadaannya yang baik-baik saja.

Memang saat ini, tidak dapat dipungkiri bahwa orang yang selalu kita lihat begitu ceria justru menyimpan segudang keadaan yang terlalu berat untuk dihadapinya sendiri. Berbagai tuntutan baik akademik, keluarga, teman, gaya hidup bahkan lingkungan sekitar ditambah tidak adanya dukungan dari orang terdekat seringkali membuat mahasiswa depresi sehingga tak heran jika banyak mahasiswa yang cenderung menyakiti diri dan mencoba melakukan bunuh diri karena sudah tidak sanggup menahan keadaan yang sedang dialaminya sendiri. Kasus bunuh diri yang terjadi tidak hanya beberapa kali saja, namun sudah banyak sekali mahasiswa yang dikabarkan meninggal dunia akibat bunuh diri. Berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Asia Tenggara Oktober 2023, angka kematian karena bunuh diri pada semua usia di Indonesia mencapai 6.544 orang, sedangkan di dunia diprediksi sampai 7.658 kasus. Hal ini seharusnya sudah semakin perlu mendapatkan perhatian yang lebih agar kasus ini tidak terus berulang bahkan meningkat.

Kasus bunuh diri yang semakin meningkat mengindikasikan bahwa saat ini Indonesia sedang darurat kesehatan mental. Banyak dan peliknya permasalahan hidup yang sedang dialami membuat sejumlah mahasiswa cenderung memilih jalan pintas, yaitu bunuh diri sebagai bentuk keputusasaan dalam menyelesaikan permasalahan hidupnya. Tidak hanya keluarga dan lingkungan sekitar yang mempunyai peran untuk membentuk mental yang tangguh melainkan juga peran negara sangat penting untuk memperhatikan kasus dengan mengontrol dan mengawasi berbagai pemikiran yang bisa membuat mental dan kepribadian rapuh dan lemah. Berbagai faktor kesehatan mental yang dipengaruhi oleh problem sistemik harus diselesaikan juga secara sistematis. Tidak ada hidup tanpa adanya masalah, tapi tidak ada masalah tanpa ada solusinya, seperti halnya Islam yang merupakan solusi setiap permasalahan hidup. Sedari kecil, anak perlu ditanamkan aqidah Islam dengan kuat sehingga mampu memahami visi misi hidupnya sebagai hamba Allah SWT, yakni beribadah dengan menaati segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Dengan penerapan Islam secara menyeluruh, permasalahan bunuh diri akan berkurang bahkan tuntas karena setiap individu akan memahami hakikat hidupnya sebagai seorang hamba sehingga tidak ada individu yang bermental rapuh, mudah menyerah, dan berputus asa.

Oleh : Annisa Luthfi

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Berita Terkait

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image