Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image dian islami

Dampak Media Sosial Terhadap Interaksi Sosial di Era Digital

Info Terkini | 2023-07-02 22:45:25

Perkembangan dunia teknologi yang sudah semakin inovatif di era global telah memberikan dampak langsung kepada masyarakat terutama bagi generasi muda. Media sosial dapat diakses dengan mudah melalui smartphone (telepon pintar) kapan saja dan dimana saja oleh pemiliknya. Platform media sosial sangat banyak ragamnya. Platform media sosial yang lain seperti facebook, twitter, path, instagram, dan snapchat. Hal tersebut membuktikan bahwa media sosial dibutuhkan oleh para pengguna smartphone di era global. Setiap platform media sosial memiliki fungsi yang hampir sama namun memiliki keunggulannya masing-masing.

Kegunaan media sosial bagi sebagian besar pengguna internet adalah menonton video, memberikan komentar, mengupload foto, membagi ulang postingan orang lain, menempatkan selfie, membagi foto makanan, dan memperbarui status dan membaca news feed atau umpan berita. Kalangan pengguna media sosial dapat menjadi pengguna yang hiperaktif karena sering memposting kegiatan sehari-hari (daily activities) yang seolah-olah menggambarkan gaya hidup yang mencoba mengikuti perkembangan jaman dengan tujuan agar mendapatkan kepopuleran di lingkungannya.

Menemukan fenomena di lapangan bahwa ketika pengguna media sosial melihat konten positif atau postingan bahagia dari pengguna media sosial yang lain mengakibatkan suasana hati yang berubah karena orang akan mulai membandingkan kehidupan dirinya dengan kehidupan orang lain melalui media sosial. Hal tersebut semakin terlihat ketika seseorang melihat kebahagiaan orang lain yang dapat menghasilkan perasaan iri, muram, dan media sosial selain dapat menjadi sarana penularan emosi juga dapat mempengaruhi suasana hati penggunanya.

Media Sosial

Van Dijk dalam Nasrullah (2015) menyatakan bahwa media sosial adalah platform media yang memfokuskan pada eksistensi pengguna yang memfasilitasi mereka dalam beraktifitas maupun berkolaborasi. Karena itu media social dapat dilihat sebagai medium (fasilitator) online yang menguatkan hubungan antar pengguna sekaligus sebuah ikatan sosial. Meike dan Young dalam Nasrullah (2015) mengartikan kata media sosial sebagai konvergensi antara komunikasi personal dalam arti saling berbagi diantara individu (to be share one-to-one) dan media publik untuk berbagi kepada siapa saja tanpa ada kekhususan individu. Menurut Boyd dalam Nasrullah (2015) media sosial sebagai kumpulan perangkat lunak yang memungkinkan individu maupun komunitas untuk berkumpul, berbagi, berkomunikasi, dan dalam kasus tertentu saling berkolaborasi atau bermain. Media sosial memiliki kekuatan pada user-generated content (UGC) dimana konten dihasilkan oleh pengguna, bukan oleh editor sebagaimana di instansi media massa.Pada intinya, dengan sosial media dapat dilakukan berbagai aktifitas dua arah dalam berbagai bentuk pertukaran, kolaborasi, dan saling berkenalan dalam bentuk tulisan, visual maupun audiovisual. Sosial media diawali dari tiga hal, yaitu Sharing, Collaborating dan Connecting (Puntoadi, 2011).

Media sosial adalah sebuah media online (daring) yang di manfaatkan sebagai sebuah pergaulan sosial secara daring atau online di internet. Di media sosial, para penggunanya dapat saling untuk berkomunikasi, berinteraksi, menyebarkan, melakukan networking, dan berbagai macam aktivitas lainnya.

Dampak Media Sosial

Ada beberapa dampak media sosial yang perlu diperhatikan, yaitu:

· Komunikasi dan konektivitas: Media sosial memungkinkan orang-orang untuk berkomunikasi secara cepat dan mudah dengan teman, keluarga, dan orang-orang di seluruh dunia. Ini meningkatkan konektivitas dan memungkinkan orang untuk tetap terhubung dengan orang-orang yang jauh secara geografis.

· Berbagi informasi: Media sosial memungkinkan pengguna untuk dengan mudah berbagi informasi, berita, pendapat, dan ide dengan cepat kepada orang lain. Ini membantu dalam menyebarkan berita dan informasi secara luas dengan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya.

· Pengaruh sosial: Media sosial memiliki kemampuan untuk mempengaruhi pandangan, perilaku, dan opini masyarakat. Konten yang viral atau tren dapat mempengaruhi persepsi dan tindakan orang banyak.

· Pembentukan opini publik: Media sosial memberikan platform bagi individu untuk menyuarakan pendapat mereka tentang berbagai masalah dan isu sosial. Ini dapat mempengaruhi opini publik dan mendorong diskusi yang luas tentang topik-topik penting.

· Penyebaran berita palsu: Salah satu dampak negatif dari media sosial adalah penyebaran berita palsu atau hoaks dengan cepat. Konten yang tidak diverifikasi dengan baik dapat dengan mudah menyebar dan mempengaruhi pemahaman yang akurat tentang suatu peristiwa atau isu.

Interaksi Sosial

Interaksi sosial adalah melibatkan cara manusia berinteraksi, berkomunikasi, dan mempengaruhi satu sama lain dalam berbagai situasi sosial. Interaksi sosial dapat terjadi dalam berbagai konteks, termasuk keluarga, teman, sekolah, tempat kerja, dan masyarakat secara umum. Interaksi ini bisa terjadi antar individu, antar kelompok, maupun antar individu dengan kelompok.

Interaksi sosial adalah hubungan antara individu yang satu dengan lainnya, dimana mereka bisa saling memengaruhi. Bisa juga diartikan bahwa interaksi sosial adalah proses yang dapat mendekatkan atau merenggangkan interaksi sesama manusia, (Encep Sudirjo dan Muhammad Nur Alif, 2021). Interaksi sosial adalah hubungan antara orang perseorangan dengan kelompok manusia, (Baron dan Byrne, 2019).

Era Digital

Era digital adalah era atau keadaan kehidupan dimana kehadiran teknologi maju dapat mendorong segala aktivitas penunjang kehidupan. Selain itu, era digital hadir untuk menggantikan teknologi masa lalu dan menjadikannya lebih modern dan praktis. Untuk menangani ini dengan baik, Anda perlu membuat rencana bisnis yang sangat matang. Ketika jumlah teknologi baru yang diperkenalkan ke masyarakat meningkat, beberapa teknologi usang akan secara otomatis ditinggalkan. Oleh karena itu, perkembangan teknologi di era digital terus berkembang pesat. Dibawah Ini Ada Beberapa perkembangan di era digital yaitu:

· Bidang Komunikasi: Ketika kita berbicara tentang digitalisasi,bidang komunikasi adalah bidang yangpaling cepat berkembang. Sebelumnya, Anda harus menggunakan ponsel untuk terhubung dengan orang lain di lokasi yang berbeda, dan Anda juga mengandalkan komunikasi antar kartu SIM. Sejak saat itu, perkembangan komunikasi di era digital kini berkembang dengan hadirnya banyak smartphonecanggih.Salah satu bagian terpenting dari smartphone adalah fungsi internet. Ini jauh lebih efektif dan dapat digunakan untuk berkomunikasi dan terhubung dengan banyak orang. Bahkan,teknologi ini memungkinkan Anda untuk berkomunikasi melalui panggilan video, yang tidak mungkin dilakukan di zaman HandPhone.

· Aplikasi Untuk Berbisnis: Tren lain yang berkembang sangat pesat adalah penggunaan aplikasi untuk keperluan bisnis. Teknologi digitalmembantu bisnis menjangkau pelanggan mereka dengan lebih mudah. Tentu saja, situasi ini sangat berbeda dengan masa lalu ketika sangat sulitbagi para pengusaha untuk mempresentasikan produk mereka kepada pelanggan mereka. Namun dampak bagi para pelaku bisnis yang tidak siap dengan perkembangan era digital adalah mereka menjadi usang dan kalah dengan para pesaing yang mendigitalkan bisnisnya.

· Financial Teknologi: Karena pertumbuhan pesat penyedia dompet digital, sektor keuangan juga berkembang dalam beberapa tahun terakhir. Pengembangan di bidang inimasih relevan dengan dunia bisnisberbasis aplikasi. Hal ini karena fintech (financial technology) juga sangat mengandalkan aplikasi untuk memberikan layanan prima kepada penggunanya. Anda dapat berdagang hanya dengan ponsel cerdas Anda tanpa meninggalkan rumah.

· E-Commerce: Keberadaan e-commerce di era digital dapat menggerakkan roda perekonomian masyarakat. E-commerce sendiri adalah penyedia layanan yang menawarkan produk dan produk melalui Internet di situs web atau aplikasi. Dengan e-commerce, Andatidak perlu keluar rumah untuk membeli apapun karena Anda dapat membeli apa yang Anda butuhkan hanya dengan smartphone Anda. Tentu saja, ini jugamembantupenjualmeningkatkan pembelian mereka.

Perubahan Interaksi Sosial Era Digital

Di era modern ini teknologi berkembang secara pesat dan tak terelakkan. Seiring dengan kemajuan zaman, maka teknologi pun berkembang beriringan dengan ilmu pengetahuan yang ada. Saat ini kita sudah memasuki dunia digital. Zaman di mana seluruh kegiatan yang kita lakukan untuk mempermudah kehidupan ini didukung dengan adanya teknologi.

Kemajuan teknologi merupakan sesuatu yang sangat sulit dihindari. Kita tidak bisa untuk tidak mengikuti perkembangan teknologi. Karena sekarang dunia ini seakan sangat sulit jauh dari kata teknologi. Selain itu kita juga dituntut untuk mengikuti perkembangan zaman yang ada. Kemajuan teknologi tidak hanya memengaruhi beberapa bidang, namun hampir seluruh aspek kehidupan. Mulai dari komunikasi, transportasi, ekonomi, sosial hingga budaya, bahkan kemajuan teknologi sudah sangat memengaruhi tingkah laku manusia. Di era yang serba digital kita merasakan banyak kemudahan, segala sesuatu yang kita inginkan dapat kita dapatkan dalam sekejap. Banyak sekali hal-hal positif yang bisa kita dapatkan dari kemajuan teknologi ini, namun jangan lupakan juga berbagai dampak negatif yang beriringan sejalan dengan banyaknya dampak positif yang ada.

Dengan adanya kemajuan teknologi kita dapat mengetahui berbagai peristiwa atau fenomena yang bahkan berasal dari belahan bumi lain secara cepat. Kita dapat berkomunikasi jarak jauh tanpa harus bertatap muka secara langsung. Dan jika kalian ingin membeli sesuatu, kalian bisa membelinya melalui situs jual beli online tanpa harus pergi ke pasar ataupun toko. Semua ini merupakan berbagai macam dampak positif yang dapat kita peroleh akibat dari perkembangan teknologi era digital.

Dalam aspek kehidupan sehari-sehari, manusia tidak dapat lepas dari aktivitas berkomunikasi. Segala interaksi yang dilakukan oleh manusia membutuhkan komunikasi agar semua aktivitas dapat berjalan dengan lancar dan menghindari terjadinya miskomunikasi. Terkait hal tersebut, di era digital ini komunikasi tidak hanya dapat dilakukan secara langsung atau tatap muka saja tetapi juga dapat melalui perangkat media. Berkembangnya perangkat media salah satu contohnya yaitu media sosial sebagai media komunikasi saat ini, mempermudahkan segala komunikasi manusia untuk bersosialisasi, berekspresi dan terhubung dengan banyak orang diseluruh dunia. Media sosial tersebut kini telah menjadi bagian kehidupan sehari-hari masyarakat dimana pun berada.

Gambar 1. Generasi Menunduk

Maka dari itu munculnya media sosial mengubah segala aspek kehidupan menjadi gaya hidup baru yaitu gaya hidup digital. Adapun beberapa media sosial yang saat ini berkembang pesat dengan banyak pengguna yaitu Instagram, Twitter, Facebook, Whatsapp, dan TikTok. Namun, ada sebagian masyarakat menanggapi berkomunikasi melalui media secara positif, tetapi juga ada yang menganggap hal ini menjadi sebuah masalah. Media sosial tidak dapat terlepaskan dari hidup sebagian besar orang karena hampir separuh waktu aktivitas manusia dihabiskan untuk menelusuri media sosial, entah itu untuk berkomunikasi atau hanya sekedar mencari informasi. Pasalnya, adanya media sosial membuat komunikasi yang dilakukan lebih mudah dan efektif dan dapat menjangkau banyak orang sekaligus dalam waktu yang singkat dan cepat. Dampak positif lainnya yang ditimbulkan oleh media sosial yaitu sebagai ruang untuk berbagi pendapat hingga berbagi cerita dan cara pandang suatu peristiwa. Pengguna media sosial dapat berinteraksi dan berkomunikasi dengan pengguna lain melalui kolom komentar pada suatu postingan dan kitapun dapat membagikan sebuah informasi apapun.

Selain itu, media sosial juga dapat digunakan sebagai media berbisnis online, dimana para pemilik bisnis kecil maupun besar dapat berjualan melalui platform media seperti Instagram dan TikTok. Peluang untuk berjualan di media sosial sangat baik dan bisa dibilang cukup menguntungkan, karena adanya fitur iklan dan share sehingga dapat menjangkau banyak orang sekaligus dan memudahkan kita untuk berbelanja.

Di sisi lain, media sosial juga memberikan dampak negatif jika tidak digunakan secara bijak. Kembali ke fungsi utama media sosial yaitu untuk berkomunikasi dalam waktu yang singkat dan cepat dengan orang lain yang jaraknya jauh. Tetapi pada saat ini, kehadiran media sosial justru juga menjauhkan orang-orang yang ada di sekeliling. Orang-orang cenderung lebih asik berkomunikasi dengan sesamanya melalui media sosial sehingga enggan untuk berkomunikasi dan bersosialisasi dengan yang ada disekitarnya. Selain itu, banyak manusia modern yang hanyut dalam euphoria dunia maya, budaya yang serba cepat dan instan dan yang seringkali terjadi larut dalam budaya konsumerisme. Perundungan dan penyebaran berita palsu juga rentan terjadi melalui media sosial dan memberikan dampak yang berat untuk korban mulai dari yang ringan seperti stress dan kemungkinan terburuknya bisa saja mengalami depresi, trauma, bahkan ada beberapa kasus bunuh diri karena mengalami perundungan online.

Munculnya media sosial sebagai sarana berkomunikasi saat ini memang mempermudah berbagai aspek kehidupan manusia. Namun, tetap saja berkembangnya media sosial juga memiliki dampak yang berlawanan. Maka dari itu, sebagai generasi milenial harus bisa menggunakan media sosial dengan bijak. Etika berkomunikasi dalam media sosial perlu kita perhatikan agar tidak memercik kebencian dan pertikaian di media sosial. Sebagai pengguna media sosial yang bijak, kita dapat menggunakan bahasa yang sopan dan santun dengan tidak menggunakan bahasa yang mengandung unsur SARA, pornografi, dan ujaran kebencian. Penyebaran berita palsu atau hoax sebisa mungkin tidak dilakukan. Yang terakhir, dengan menyadari serta memilah antara ‘butuh’ dan ‘ingin’ agar terhindar dari sikap konsumerisme. Dengan begitu perkembangan media sosial sebagai sarana berkomunikasi senantiasa dapat memberikan dampak positif bagi setiap manusia.

Dampak media sosial terhadap interaksi sosial di era digital telah menjadi topik yang hangat dan penting untuk dibahas. Ada beberapa pendapat dan perspektif yang berbeda tentang dampak ini, jadi berikut adalah beberapa pemikiran umum yang sering dibahas dalam pembahasan mengenai dampak media sosial terhadap interaksi sosial di era digital:

· Peningkatan konektivitas: Media sosial telah memungkinkan orang untuk terhubung dengan orang lain di seluruh dunia. Ini memberi kesempatan bagi individu untuk menjalin dan memelihara hubungan dengan teman, keluarga, dan rekan kerja mereka yang jauh secara geografis. Konektivitas ini dapat memperluas jaringan sosial seseorang dan membantu dalam mempertahankan hubungan interpersonal.

· Perubahan dalam pola komunikasi: Media sosial telah memengaruhi cara orang berkomunikasi. Pesan dapat dikirim secara instan, dan orang dapat terlibat dalam obrolan dan diskusi online tanpa terbatas oleh waktu atau jarak. Namun, komunikasi media sosial seringkali bersifat terbatas dan kurang dalam konteks emosi, ekspresi wajah, dan bahasa tubuh, yang dapat mempengaruhi kemampuan seseorang untuk memahami nuansa sosial dalam interaksi langsung.

· Pembentukan identitas digital: Media sosial memberikan platform bagi individu untuk membangun dan mempresentasikan identitas digital mereka. Orang dapat memilih untuk membagikan informasi tentang diri mereka sendiri, minat, dan pandangan mereka dengan cara yang mereka inginkan. Namun, ini juga dapat membawa risiko identitas palsu atau distorsi diri, di mana orang dapat mengubah penampilan dan kepribadian mereka untuk mendapatkan perhatian atau penerimaan dari orang lain.

Tujuan ini untuk mempertimbangkan dampak positif dan negatif media sosial terhadap interaksi sosial di era digital. Penting untuk mengakui bahwa dampaknya tidak seragam dan dapat bervariasi tergantung pada individu dan cara penggunaan media sosial.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image