Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Dandi Fadilla

Membangun Self-Efficacy pada Remaja

Edukasi | 2023-06-05 22:44:01

Apakah Anda mudah menyerah ketika menghadapi tantangan atau masalah dalam hidup Anda? Atau apakah Anda meragukan kemampuan Anda untuk mengatasi kesulitan yang Anda hadapi? Artinya, Anda perlu membangun self-efficacy dalam diri Anda.

Apa itu Self-Efficacy?

Efikasi diri adalah keyakinan seseorang terhadap kemampuannya untuk berhasil dalam situasi tertentu. Psikolog menggambarkan keyakinan ini sebagai penentu bagaimana seseorang berpikir, berperilaku, dan merasakan. Self-efficacy bukan hanya tentang apa yang Anda rasakan, tetapi juga tentang apakah Anda akan berhasil mencapai tujuan hidup Anda atau tidak.

Menurut Albert Bandura (1977) seorang psikolog Kanada-Amerika dan seorang profesor di Universitas Stanford, efikasi diri merupakan bagian dari sistem diri kita, yang terdiri dari sikap, keterampilan, dan kemampuan kognitif seseorang. Sistem ini memainkan peran penting dalam bagaimana kita memandang situasi dan bagaimana kita bereaksi terhadap situasi yang berbeda. Self-efficacy adalah bagian penting dari sistem diri kita.

Di masa kanak-kanak, kita secara tidak sadar mulai membangun self-efficacy saat kita terlibat dalam berbagai macam tugas, situasi, dan pengalaman. Namun, perkembangan sistem ego tidak berhenti di usia muda, tetapi terus berkembang sepanjang hidup, saat seseorang memperoleh keterampilan, pengalaman, dan pemahaman baru.

Bagaimana Ciri-CIri Seseorang memiliki Self-Efficacy?

Hampir setiap orang dapat mengidentifikasi tujuan yang ingin mereka capai, hal-hal yang ingin mereka ubah, dan hal-hal yang ingin mereka inginkan. Namun, kebanyakan orang juga mengerti bahwa menerapkan rencana ini tidak semudah yang mereka pikirkan.

Bandura menemukan bahwa self-efficacy individu memainkan peran penting dalam keberhasilan tujuan, tugas, dan tantangan.

Ciri-ciri jika seseorang dengan self-efficacy yang tinggi:

· Dapat mengembangkan minat yang lebih dalam pada aktivitas di mana

mereka berpartisipasi.

· Mengembangkan komitmen yang lebih kuat terhadap minat dan aktivitasnya.

· Pemulihan cepat dari kemunduran dan kekecewaan.

· Memikirkan masalah sulit sebagai tugas yang harus diselesaikan dengan sukses.

Sementara itu, jika seseorang dengan self-efficacy yang lemah :

· Menghindari tugas yang sulit.

· Dia percaya bahwa tugas dan situasi yang sulit berada di luar kemampuannya.

· Belajar dari kesalahan pribadi dan hasil negatif.

· Cepat kehilangan kepercayaan pada kemampuannya sendiri.

Apa saja Faktor-Faktor yang membangun Self-Efficacy?

1. Pengalaman Diri yang Memotivasi

Faktor yang paling berpengaruh adalah hasil dari pengalaman sebelumnya. Ketika kita berbicara tentang pengalaman masa lalu, kita mengacu pada pengalaman menghadapi tantangan baru dan berhasil menguasainya.

Menurut Bandura (1997), pengalaman masa lalu sangat berpengaruh karena memberikan bukti paling otentik apakah seseorang dapat melakukan apa saja untuk berhasil. Kesuksesan dapat membangun keyakinan yang kuat akan kesuksesan. Sebaliknya, pengalaman kegagalan membuat seseorang tidak mampu menghadapi tantangan.

Salah satu cara yang paling terbukti untuk mempelajari keterampilan baru atau meningkatkan kemampuan Anda dalam aktivitas tertentu adalah dengan berlatih keras.

2. Memotivasi Diri dari Pengalaman Orang Lain.

Faktor lain yang tidak kalah pentingnya dengan efikasi diri adalah pengalaman orang lain, seperti teman, keluarga, guru, pelatih, atasan atau tokoh masyarakat.

Bandura (1977) berpendapat bahwa upaya terus-menerus memungkinkan orang untuk melihat diri mereka sendiri. Ini juga dapat meningkatkan kepercayaan diri Anda bahwa Anda memiliki peluang dan keterampilan yang sama untuk berhasil.

Ketika seseorang memiliki panutan positif dalam hidupnya (terutama mereka yang menunjukkan self-efficacy yang sehat), mereka lebih mungkin termotivasi oleh keyakinan positif tentang diri mereka sendiri.

3. Mendengarkan Pendapat dari Orang Lain

Menerima timbal balik atau pendapat verbal yang positif dari orang lain dapat membantu Anda percaya bahwa Anda dapat berhasil menyelesaikan tugas yang sulit.

Menurut Redmond (2010), efikasi diri dipengaruhi oleh motivasi dan keputusasaan terkait pencapaian, atau kemampuan untuk melakukan tugas yang menantang.

Persuasi verbal, atau opini positif dari orang lain, dapat bekerja pada usia berapa pun, tetapi semakin dini diberikan, semakin besar kemungkinannya untuk membantu membangun efikasi diri.

4. Respons Psikologis

Tanggapan emosional Anda sendiri dan tanggapan terhadap situasi juga penting dalam membangun self-efficacy. Suasana hati, keadaan emosi, respons fisik, dan tingkat stres semuanya dapat memengaruhi perasaan seseorang tentang kemampuan pribadinya dalam situasi tertentu.

Seseorang yang sangat gugup berbicara mungkin memiliki self-efficacy yang rendah dalam situasi ini.

Referensi :

Anonim. 2009. Teaching Tip Sheet: Self-Efficacy.

https://www.apa.org/pi/aids/resources/education/self-efficacy

Lopez-Garrido, Gabriel. 2020. Self-Efficacy Theory. https://www.simplypsychology.org/self-efficacy.html

Verywell Mind. Self Efficacy and Why Believing in Yourself Matters. American Psychological Association.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Berita Terkait

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image