Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Najmuddin Saifullah

Jangan Terburu, Ayo Tumakninah!

Agama | Saturday, 04 Feb 2023, 09:27 WIB
Free Vector | Free vector hand drawn flat design salat illustration (freepik.com)" />
Free Vector | Free vector hand drawn flat design salat illustration (freepik.com)

Seorang Gus di sebuah pesantren pernah ditanya tentang rahasia salat yang ia kerjakan. Ia melaksanakan salat sunnah dengan begitu khusyu’ dan lama dibanding jamaah lain. Kemudian ia menjawab bahwa saat salat harus menghayati makna dari bacaan dan menikmati setiap gerakan salat. Fokus pikiran hanya tertuju kepada sang Khaliq tempat kita menghadap saat salat, sehingga tidak melakukan gerakan salat yang cepat dan terburu-buru. Sebagaimana dijelaskan oleh Nabi Muhammad SAW riwayat Muslim no. 397:

إذا قُمْتَ إلى الصلاةِ فأسبغْ الوضوءَ ، ثم اسْتقبلِ القبلةَ فكبِّرْ ، ثم اقرأْ ما تيسرَ معك من القرآنِ ، ثم اركعْ حتى تطمئنَّ راكعًا ، ثم ارفعْ حتى تستوي قائمًا ، ثم اسجدْ حتى تطمئنَّ ساجدًا ، ثم ارفعْ حتى تستوي قائمًا ، ثم افعل ذلك في صلاتِك كلِّها

Apabila kamu mendirikan salat, maka sempurnakahlah wudhu, kemudian menghadaplah ke kiblat dan bertakbir, bacalah surat dari al-qur’an yang mudah bagimu, rukuklah secara tumakninah dengan sebenar-benarnya rukuk, kemudian bangkit hingga berdiri tegak, kemudian sujudlah secara tumakninah dengan sebenar-benarnya sujud, bangkit kembali hingga berdiri tegak, kemudian lalukan yang demikian itu di semua salatmu.

Hadis tersebut menunjukkan perintah untuk melakukan tumakninah di setiap gerakan salat, mulai dari rukuk, i’tidal, sujud, sampai duduk. Kata راكعا, ساجدا, يشى قائما adalah bentuk isim masdar yang berkedudukan sebagai maf’ul mutlaq (penekanan perbuatan). Sehingga ketika sujud, maka kita lakukan dengan sebaik-baik sujud, tidak terburu-buru untuk bangkit sebelum bacaan sujud selesai. Kita ucapkan bacaan sujud dengan sempurna dan perlahan, kalau bisa sambil diingat apa artinya. Dengan begitu, khusyu’ dalam salat juga bisa kita raih.

Tumakninah merupakan salah satu rukun salat, artinya jika tidak tumakninah maka dianggap belum salat. Sebagaimana kisah seorang laki-laki yang disuruh Nabi SAW untuk mengulang salatnya sebanyak tiga kali karena tidak tumakninah. Bahkan nabi SAW menyebut orang yang tidak tumakninah sebagai “pencuri salat”, disebutkan dalam hadis riwayat Abu Qatadah:

إنَّ أسوأَ النَّاسِ سرقةً الَّذي يسرِقُ من صلاتِه : لا يُتمُّ ركوعَها ولا سجودَها

Sesungguhnya seburuk-buruk pencuri adalah orang yang mencuri dari salatnya. Yaitu orang yang tidak menyempurnakan rukuk dan sujudnya.

Oleh sebab itu, biasakan diri kita untuk tenang ketika salat. Membaca bacaan salat dengan perlahan dan khusyu’. Baik saat melaksanakan salat fardhu ataupun salat sunnah. Begitu juga saat membaca bacaan ayat pada salat siir (membaca dengan pelan, tidak dinyaringkan), juga harus dibaca sesuai dengan tajwid. Terutama pada bacaan surat al-fatihah dan surat pilihan, dibaca dengan panjang pendek yang benar.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Berita Terkait

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image