Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image ALIYA NOERMAWATI

Darurat Penggunaan Narkoba pada Remaja

Edukasi | Tuesday, 31 Jan 2023, 19:14 WIB
sumber : id.depositphotos.com

Fenomena penggunaan narkoba di Indonesia sangat merajela, bandar narkoba semakin marak dimana-mana. Berdasarkan data dari Badan Narkotika Nasional (BNN) pengguna narkoba di Indonesia pada tahun 2021 ada sekitar 3,66 juta jiwa yang terkena kasus penyalahgunaan narkoba. Kasus ini meningkat sebanyak 0,15 persen yang mana sebelumnya di tahun 2019 pengguna narkoba di Indonesia sebesar 1,80 persen atau 3,41 juta jiwa.

Kasus penyalahgunaan narkoba banyak terjadi dikalangan generasi anak muda. Penggunaan narkoba dikalangan remaja kian hari makin meningkat. Di mana ada peningkatan sebesar 24 hingga 28 persen remaja yang menggunakan narkotika. Hampir kebanyakan pengguna narkoba berasal dari kalangan remaja. BNN menyebutkan penyalahgunaan narkoba kepada para pelajar tahun 2018 mencapai angka 2,29 juta orang di 13 ibukota provinsi Indonesia. Para remaja yang rawan terkena kasus penyalahgunaan narkoba yaitu ada di rentang usia 15-20 tahun.

Pada rentang usia anak remaja, mereka memang mulai banyak terpengaruh oleh lingkungan. Dimana anak usia remaja ini masa-masa mereka mencari jati diri yang mana itu masa-masa mereka penasaran akan suatu hal itu tinggi dan banyak keinginan untuk mencoba hal baru, karena memang masa remaja pertumbahan dan perkembangan diri mereka. Masa remaja juga yang paling sering menjadi perhatian dalam masyarakat.

 

Masa remaja adalah masa dimana yang biasa dikenal dengan masa pemberontakan. Dari sinilah kenakalan-kenakalan remaja marak terjadi, khususnya dalam penyalahgunaan narkoba seperti sekarang ini. Kenakalan remaja terjadi diakibatkan oleh beberapa faktor. Menurut Nunung dan Muslim Sabarisman (2015) Faktor yang paling sering mengakibatkan permasalahan remaja adalah dikarenakan tidak tepatnya saat memilih teman dan faktor lingkungan pergaulan yang mengakibatkan terjerumusnya didalam pergaulan yang salah ataupun akibat dari individunya sendiri karena krisis identitas. Remaja ini tidak bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah.

Faktor lain yang menjadi penyebab utama maraknya penyalahgunaan narkoba dikalangan remaja ialah faktor keluarga. Kurang harmonisnya keluarga membuat anak menjadi mengasingkan diri dari keluarga. Menurut para ahli kriteria keluarga yang tidak sehat salah satunya yaitu biasa yang dikenal dengan anak broken home (keluarga yang tidak utuh) menjadi faktor utama kebanyakannya, faktor dari kesibukan sesibukan orang tua, ketidakberadaan dan ketidakbersamaan orang tua dan anak di rumah, dan Hubungan interpersonal antar anggota keluarga (ayah-ibu-anak) yang tidak baik. Orang tua yang jarang ada di rumah membuat anak merasa kurang diperhatikan dan merasa kurang kasih sayang yang cukup. Orang tua yang abai dan kurangnya bimbingan terhadap bahaya kenakalan remaja pada anaknya inilah yang menyebabkan mereka mencari kesenangannya diluar.

Kebanyakan dari mereka mencoba mengkonsumsi obat-obatan itu berawal dari coba-coba karena bujukan teman dan berujung menjadi ketergantungan. Ketergantungan ini yang menimbulkan beberapa dampak negatif pada kesehatan mental di kalangan remaja tersebut. Seperti merusak organ-organ tubuh, mempengaruhi berkurangnya daya pikir seseorang atau membuat pikiran menjadi tidak rasional dan kerusakan otak secara permanen. Pengaruh terhadap perilakulah menjadi faktor yang paling berdampak pada pengguna aktif narkoba.

Penyalahgunaan narkoba menurut Muh. Adlin (2003) secara psikhososial akan mengubah seseorang menjadi pemurung, pemarah, pencemas, depresi, paranoid, dan mengalami gangguan jiwa, menimbulkan sikap masa bodoh, tidak peduli dengan norma masyarakat, hukum, dan agama, serta dapat mendorong melakukan tindak kriminal. Tentu hal ini sangat merugikan masyarakat sekitar. Apalagi jika sudah terkena gejala depresi akan menyakiti banyak orang tidak terkecuali kepada orang tuanya sendiri.

Upaya untuk memberantas penyalahgunaan narkotika perlu meningkatkan kesadaran beragama. Dengan begitu kita akan terhindar dari perilaku-perilaku yang negatif, ini yang menjadi faktor remaja kurang akan keimanannya. Pintar-pintarlah dalam memilih lingkungan pertemanan karena lingkungan yang tidak baik akan menjerusmuskan kita hal yang tidak baik pula. Kita sebagai remaja harus bisa menjaga diri kita sendiri untuk menghindari hal-hal buruk yang datang kepada kita. memiliki keteguhan terhadap diri sendiri dan ketegasan untuk tidak mudah mengikuti ajakan teman.

Terlebih yang paling penting adalah sikap orang tua dalam membimbing anak-anak mereka. Orang tua dapat mengedukasi tentang bahaya narkoba, dengan tujuan membantu anak memahami mengapa mereka harus melindungi diri dari penyalahgunaan obat berbahaya ini. Orang tua dapat memantau lingkungan sosial anaknya untuk meminimalisir interaksi dengan teman yang mungkin kecanduan narkoba. Peran keluarga dengan memberikan kenyamanan di dalam rumah melalui berkumpul bersama dan memperbanyak diskusi, ini yang akan memunculkan kehangatan di dalam rumah.

Meskipun telah banyak dilakukan penyuluhan dan upaya pengawasan yang ketat serta pemberian sanksi yang seberat-beratnya kepada pengedar dan pengguna narkoba untuk memahami bahaya penggunaan narkoba, masih banyak orang yang menggunakan narkoba tersebut. Pemberantasan peredaran narkoba di masyarakat, khususnya di lingkungan rumah memerlukan tindakan proaktif untuk melindungi dan memantau lingkungan, bermitra dengan pemerintah dan lembaga lainnya.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image