Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image jok

Jerman Kirim Tank untuk Kyiv, Ada Kekhawatiran NATO Masuk Pusaran Konflik di Ukraina

Info Terkini | Wednesday, 25 Jan 2023, 08:14 WIB
Tank Leopard buatan Jerman. Foto: Radovan Stoklasa/Reuters.

Jerman akan mengirim tank Leopard-2 ke Ukraina dan mengizinkan negara lain seperti Polandia melakukan hal yang sama untuk membantu Kyiv melawan invasi Rusia. Adapun Amerika Serikat kemungkinan memasok tank Abrams. Demikian kantor berita Reuters melaporkan, Selasa (24/1/2023) malam.

Meskipun tidak ada konfirmasi resmi dari Berlin atau Washington hingga Selasa tengah malam waktu setempat, para pejabat di Kyiv dengan cepat memuji apa yang mereka katakan sebagai potensi pengubah peta permainan di medan pertempuran yang sekarang telah memasuki 11 bulan.

"Beberapa ratus tank untuk awak tank kami. Inilah yang akan menjadi pukulan nyata demokrasi melawan otokrasi ayang kotor," tulis Andriy Yermak, kepala pemerintahan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskiy, lewat kanal Telegram.

Kyiv telah memohon selama berbulan-bulan kiriman tank-tank Barat yang dikatakan sangat dibutuhkan untuk memberikan pasukannya daya tembak dan mobilitas untuk menerobos garis pertahanan Rusia dan merebut kembali wilayah yang diduduki di timur dan selatan.

Seorang juru bicara pemerintah Jerman dan kementerian luar negeri dan pertahanan di Berlin menolak untuk berkomentar.

Menurut majalah Der Spiegel, keputusan Jerman mengirim bantuan tank ke Ukraina ini menyangkut setidaknya satu perusahaan tank Leopard-2 A6. Satu kompi biasanya terdiri dari 14 tank.

"Hari ini Kanselir membuat keputusan yang tidak bisa dianggap enteng. Fakta bahwa Jerman akan mendukung Ukraina dengan tank Leopard adalah tanda solidaritas yang kuat," kata Christian Duerr, pemimpin parlemen dari Partai Demokrat Bebas (FDP) yang memerintah bersama, seperti dikutip Reuters dari portal berita t-online.

Garis depan dalam perang, yang membentang lebih dari 1.000 kilometer (620 mil) melalui Ukraina timur dan selatan, sebagian besar telah membeku selama dua bulan terakhir ini.

Baik Rusia maupun Ukraina diyakini secara luas sedang merencanakan serangan baru. Persoalan ihwal apakah akan memasok Ukraina dengan sejumlah besar tank tempur berat modern telah mendominasi diskusi di antara sekutu Kyiv dalam beberapa hari terakhir.

Bantuan tank dari Jerman jelas sangat penting bagi Ukraina dan secara luas dipandang sebagai pilihan terbaik, mengingat persediaan dalam jumlah besar, mudah digunakan serta dipelihara.

Kanselir Jerman Olaf Scholz senantiasa mewaspadai tindakan yang dapat memicu Rusia untuk meningkatkan perang, dan apa yang dianggap sebagai risiko aliansi NATO masuk dalam pusaran konflik.

Sementara itu, Presiden Rusia Vladimir Putin beberapa kali menyebut "operasi militer khusus" yang dimulai ketika pasukannya menginvasi Ukraina pada 24 Februari tahun lalu sebagai pertempuran defensif dan eksistensial melawan Barat yang agresif dan arogan.***

--

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image