Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Arum Pusporini

Benarkah Kopi Bisa Stop Kejang Pada Bayi?

Eduaksi | Tuesday, 24 Jan 2023, 14:06 WIB

TANGSEL. – Siapapun bisa mengalami kejang, tapi bayi dan anak-anak menjadi kelompok yang paling sering mengalaminya. Mengingat kejang terjadi secara tiba-tiba dan banyak yang menjadikan kopi sebagai cara untuk meredakan kejang.

Ilustrasi: Benarkah Kopi Stop Kejang Pada Bayi [Doc: Windi Novita / PT Rumbaka]

Sebagian orang tua zaman dulu meyakini bahwa memberikan 1-2 sendok kopi bisa membantu mencegah anak kejang saat terkena demam. Hal itu dilakukan turun-temurun dan menjadi kebiasaan sampai saat ini.

Perlu diketahui, minum kopi dapat memicu tekanan darah naik dan peningkatan denyut jantung. Dalam jangka panjang, tentu akan mempengaruhi kinerja dan fungsi jantung.

Dokter Tan Shot Yen spesialis Ahli Gizi Masyarakat di BSD City mengatakan "Anak bisa terkena insomnia, hiperaktif, dan susah makan jika minum kopi. Selain kafein, kandungan diuretiknya bisa mengganggu penyerapan kalsium pada anak," tuturnya dalam instagram pribadinya.

Kejang demam atau step terjadi ketika suhu tubuh melebihi 38 derajat Celcius dan biasanya dialami pada anak usia 6 bulan hingga 5 tahun. Kondisi ini dapat menyebabkan tubuh terasa kaku dan beberapa bisa kehilangan kesadaran.

Lebih lanjut, saat bayi mengalami step atau kejang, pertolongan pertama yang dilakukan bukan memberi kopi. melainkan mengompres basah menggunakan air hangat. Karena saat tubuh kehilangan refleks, memasukkan makanan atau minuman bisa menyebabkan si kecil tersedak.

Alih-alih mencegah step, kopi bisa mempengaruhi kesehatan bayi secara menyeluruh. Karena dosis kafein yang sedikit pun sudah dapat menimbulkan efek serius bagi si kecil. Terlebih organ tubuh bayi yang belum sempurna fungsinya daripada orang dewasa. Oleh karena itu, tidak direkomendasikan memberi kopi apalagi saat anak sakit.

Hal ini juga dipertegas oleh dr. Meta Hanindita, SpA. bahwa memberi kopi pada bayi tidak ada gunanya, "Hal itu hanya mitos, lebih baik dibawa ke dokter jika kejang tidak juga berhenti", ungkap dokter Meta.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Jadi yang pertama untuk berkomentar
 

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image