Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Debi Primanda

Reward dan Punishment terhadap Motivasi Beorganisasi dalam Perspektif Islam

Agama | 2022-12-30 13:56:49

Manusia adalah makhluk ciptaan Allah SWT yang paling sempurna jika dibandingkan dengan makhluk yang lain karena manusia satu-satunya makhluk yang dibekali akal oleh Allah SWT untuk berpikir dan beraktivitas sesuai dengan perintah-Nya.

Manusia khususnya laki-laki diberikan amanah oleh Allah SWT untuk mencari nafkah demi menghidupi dirinya dan mahramnya. Salah satu caranya ada dengan bekerja pada sebuah organisasi atau instansi. Namun pada saat ini organisasi memiliki tatangan yang besar, yakni mencapai titik keseimbangan. Sebuah organisasi atau perusahaan harus bisa mengelola sistem kerja agar dapat membuat keuntungan bagi perusahaan dan karyawannya. Salah satu cara untuk mewujudkan hal tersebut adalah dengan menerapkan reward dan punishment. Secara bahasa, reward adalah sebuah bentuk jasa ataupun imbalan yang diberikan oleh pihak perusahaan kepada karyawannya apabila karyawan tersebut bekerja sesuai dengan aturan. Reward sendiri merupakan "alat" untuk memotivasi karyawan dalam meningkatkan presetasi kerjanya dan bukan hanya untuk mencapai tujuan organisasi semata saja. Reward ada berbagai macam, yaitu melalui pujian, kenaikan gaji bulanan, uang bonus atau pun hadiah lainnya. Dalam perspektif Islam, reward biasanya diberikan kepada seseorang yang telah bersabar dalam menjalani semua ujian yang Allah berikan, melaksanakan kebaikan, dan beribadah sesuai dengan perintah Allah SWT sebagaimana tertera dalam Al-Qur'an pada Q.S. Hud: 11 yang artinya: "Kecuali orang-orang yang sabar, dan mengerjakan kebajikan, mereka memperoleh ampunan dan pahala yang besar".

Selain ayat di atas, Allah SWT berfirman pada Q.S. At-Taubah: 20-22

الَّذِينَ آمَنُوا وَهَاجَرُوا وَجَاهَدُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنْفُسِهِمْ أَعْظَمُ دَرَجَةً عِنْدَ اللَّهِ ۚ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْفَائِزُونَ (٢٠) Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwa mereka lebih agung derajatnya di hadapan Allah. Mereka itulah orang-orang yang beruntung. (20) يُبَشِّرُهُمْ رَبُّهُمْ بِرَحْمَةٍ مِنْهُ وَرِضْوَانٍ وَجَنَّاتٍ لَهُمْ فِيهَا نَعِيمٌ مُقِيمٌ (٢١)

Tuhan mereka memberi kabar gembira kepada mereka dengan rahmat dari-Nya, dan keridaan serta surga-surga. Bagi mereka kesenangan yang kekal di dalamnya. (21) Pada sudut pandang ayat tersebut, Allah SWT memberikan reward berupa kasih sayang, pahala, ridhaNya, dan nikmat-nikmat yang ada di dalam surga.

Kebalikannya dari reward, punishment (hukuman atau sanksi) dapat diartikan berupa suatu konsekuensi logis sebuah hukuman yang diterima oleh seseorang disebabkan hal-hal yang kurang baik yang telah dilakukan. Hal tersebut dijelaskan pada Q.S. Al-Fath ayat 16 yang artinya: "Maka masing-masing (mereka itu) Kami azab karena dosa-dosanya, di antara mereka ada yang Kami timpakan kepadanya hujan batu kerikil, ada yang ditimpa suara keras yang mengguntur, ada yang Kami benamkan ke dalam bumi, dan ada pula yang Kami tenggelamkan. Allah sama sekali tidak hendak menzalimi mereka, akan tetapi merekalah yang menzalimi diri mereka sendiri".

Ayat tersebut menegaskan bahwa Allah memberikan punishment kepada kaum-kaum yang berbuat dosa dan melanggar perintah-Nya.

Sama halnya ketika karyawan melakukan kesalahan atau bekerja tidak sesuai dengan aturan, pihak pimpinan akan memberikan sanksi kepada karyawan tersebut. Sejatinya punishment yang diberikan oleh pihak perusahaan bertujuan untuk merubah perilaku dan cara pandang karyawan, sehingga pada saat itu karyawan dapat memperbaiki kesalahannya dan tidak mengulanginya kembali. Punishment sendiri dapat berbentuk teguran lisan, peringatan melalui surat, atau memecatan karyawan dari perusahaan tersebut.

Reward dan punishment adalah dua kata yang tidak asing lagi dalam dunia organisasi. Dalam Islam, reward dan punishment merupakan dua kata yang sering ditemui dalam Al-Qur'an dan tidak dapat dipisahkan. Diharapkan dengan adanya reward dan punishment ini menjadi motivasi bagi seseorang dalam mengerjakan amanah atau pekerjaan dengan sebaik mungkin.

Oleh: Debi Primanda (Mahasiswi Ilmu Administrasi Publik Universitas Muhammadiyah Jakarta)

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Berita Terkait

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image