Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Karta Raharja Ucu

Cerpen: Ayah, Seberapa Indah Surga?

Sastra | Wednesday, 07 Dec 2022, 17:17 WIB
Gambaran Surga. Tak ada yang kelaparan di surga kelak.

Ada seorang anak bertanya kepada bapaknya yang sedang duduk di teras rumah, "Ayah, seberapa indah surga?"

Sang ayah tersenyum. Sembari mengusap kepala putranya, pria yang rambutnya mulai beruban itu berkata singkat. "Surga adalah tempat yang keindahannya jauh lebih elok dari imajinasi manusia."

"Apa di surga bisa minta apa saja?"

"Iya."

"Apa saja?"

"Iya," jawab ayahnya yakin. "Memangnya kamu mau minta apa di surga?"

BACA JUGA: Iso Nyawang Ora Iso Nyanding (Cerpen)

Anak laki-laki bermata sipit tersenyum sebelum melingkarkan tangannya ke leher sang ayah. Ia berbisik, "Aku mau minta rumah yang besar dan ada kulkas yang penuh makanan. Biar aku, bapak, ibu, bisa terus kenyang. Biar kita bisa sama-sama selamanya."

Pria dengan mata yang sudah tak lagi jelas melihat jarak jauh itu mengulum senyum. Setelah itu kembali termenung. Sembari membalas pelukan sang anak, dia menjawab, "Aamiinn. Insha Allah."

Setelah itu putranya masuk ke dalam rumah kontrakan petak yang sudah 2 bulan belum dibayar. Anak lelaki yg belum satu thn masuk sekolah dasar itu menemui ibunya yang sedari tadi melihat percakapan putra dengan suaminya dari sudut "ruang tamu".

"Ya Allah..." rintih sang ayah sembari menutup wajahnya dengan dua telapak tangan. Basah.

BACA JUGA: Kisah Doel-Zaenab: Percintaan Pribumi yang Pupus karena Nona Belanda

Sang ayah belum dapat uang lagi setelah dirumahkan sebagai buruh pabrik sepatu. Istri dan anaknya sudah 2 hari hanya makan lontong tanpa isi. Sementara perutnya sudah 3 hari belum terisi makanan.

Tangan kanan laki-laki itu berpindah memegang perutnya yang kosong. Baru saja hati dan pikirannya berprasangka buruk kepada Allah, suara adzan berkumandang dari masjid dekat kontrakannya. Allah tahu isi hatinya. Allah tak mau hati hamba-Nya ternoda.

"Allahuakbar.. Allahuakbar..." suara adzan lantang memanggil.

Allah Maha Besar. Tidak ada yang lebih besar dari Allah...

"Yuk Pak, kita ke masjid, sholat dulu. Nanti aku berdoa biar kita nanti di surga punya rumah besar dan banyak makanan," sang anak tiba-tiba memeluk dari belakang ayahnya. Ayahnya mengangguk pelan.

BACA JUGA: Seperti Langit Pagi yang Disapa Gerimis, Hati Laki-Laki Juga Bisa Menangis (Cerpen)

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image