Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image KEFIN PUTRA YANDITO

Penyesuaian Harga BBM Untuk Menyehatkan APBN

Ekonomi Syariah | Monday, 05 Dec 2022, 18:13 WIB
sumber: Detik.com

Pemerintah secara resmi telah mengumumkan penyesuaian harga BBM (Bahan Bakar Minyak) jenis solar, pertalite dan pertamax. Harga BBM jenis Pertalite naik dari Rp. 7.650 per liter menjadi Rp.10.000 per liter, harga solar naik dari Rp.5.150 per liter menjadi Rp.6.800 per liter. Kemudian harga Pertamax naik dari Rp.12.500 menjadi Rp.14.500 per liter.

Kenaikan harga BBM menyelamatkan anggaran negara dan menciptakan cadangan pajak yang kecil. Penambahan harus dilakukan hanya sekali, agar efeknya tidak terulang kembali, yang maksudnya meski pengendalian harga BBM jenis Pertalite mengejutkan, perlu dilakukan sosialisasi kepada masyarakat bahwa hal itu harus dilakukan untuk menyelamatkan keadaan keuangan negara. Jika harga BBM tidak naik, maka negara harus menanggung subsidi Rp 578 triliun. Tentu beban ini sangat mencekik akibat kenaikan harga minyak dunia, sehingga nominalnya harus dinaikkan, dan akan sangat membebani APBN serta mengancam menggoyangkan keuangan negara.

APBN harus sehat karena Indonesia sedang menstabilkan keadaan ekonomi setelah diguncang pandemi (Covid-19) lebih dari 2 tahun. Pemulihan dari pandemi Covid-19 yang cepat mengakibatkan mobilitas dan kegiatan usaha cendrung meningkat. Dampaknya, pemakaian BBM bersubsidi juga meningkat yang akhirnya sangat membebani APBN. APBN sebagai instrumen keuangan negara harus terjaga kesehatannya. Tugas Pemerintah untuk mengelola APBN secara berkeadilan. Ada cara untuk mengurangi dampak pandemi, seperti bantuan sosial dan lainnya.

Jika ada subsidi terus-menerus maka APBN akan membengkak dan mengakibatkan terjadinya kekurangan anggaran pendapatan negara. Akibatnya perekonomian terkena imbasnya karena jadi melambat. Selain itu, bisa menyebabkan inflasi dan kenaikan harga yang gila-gilaan.

Kenaikan harga BBM terpaksa dilakukan untuk mengurangi beban subsidi yang ditanggung oleh APBN. Jangan sampai negara harus membayar lebih dari 500 Triliun rupiah demi subsidi BBM, karena akan sangat memberatkan anggaran negara. APBN harus distabilkan agar kondisi finansial negara stabil, dan masyarakat diharapkan mengerti bahwa harga BBM sedunia juga sedang naik.

Nama : Hadiah Tri Marlia Putri

Nim: C1F020076

Kelas : R-12

Dosen Pengampu: Aditya Pratama, S.E., M.A

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image