Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Dessi Surya, S.Pd.

Tak Ada yang Lebih Pedih dari Kehilangan

Sastra | Sunday, 04 Dec 2022, 13:11 WIB
Puisi spesial dua sahabat yang menemukan tujuannya masing-masing. Banyak rasa yang belum disampaikan. Lewat bait puisi semoga asa terpautkan.

Pandemi mengambil duniaku

Mengasingkanku dari keramaian

Tapi kini segala asa terpatrikan

 

Rutinitas kembali normal

Kerja terasa mudah diiringi kolaborasi kebersamaan

Senyum, canda, tawa, tangis, marah, bersama sahabat tersimpul dalam kenangan

Imajinasi kenangan dulu ingin terulang lagi hingga 3 bulan

Namun hari ini terbentur oleh kenyataan

Waktu selalu memberi kesan dan pesan

Dua sahabatku menentukan pilihannya

Ya, ini nyata?

Bukan, ini hanya khayalanku!

Pertanyaan berperang di kepala

Hingga tangis keluhkan lidahku

Tak ada kata yang kuucapkan

Sedih bukan sekedar sedih, tapi pilu

Apakah kau tahu apa itu pilu?

Tak bisa kugambarkan

Aku yang payah

Berdiam memikirkan bagaimana jika mereka tak ada

Aku yang payah

Bergelut oleh waktu antara Bogor dan Tangsel hingga memberi batas kebersamaan kita

Aku yang payah

Hingga kini, pandemi masih buatku takut berada di khalayak ramai

Aku yang payah

Yang memilih diam demi menjaga sebuah perasaan

Aku yang payah

Yang tak mampu berbicara, padahal banyak kata yang ingin teruraikan

Sampailah kini kehilangan itu tiba

Air mata tak pernah cukup membasuh dukaku

Karena tak ada yang lebih pedih dari kehilangan

Sesungguhnya sahabat tak akan pernah pergi

Selamanya di hati

Kulantunkan doa, semoga kita bahagia selalu dan jarak tak luputkan tali silaturahmi

Maaf dan terima kasih pada kalian yang selalu ada di segala keadaan susah dan senang

Kebaikan yang tak pernah bisa kuimpaskan

Semoga Allah yang membalasnya

Bahagia kalian adalah bahagiaku

Kebersamaan ini akan kita kenang sampai tua nanti

Tambahan: follow instagram dan dengarkan podcast aku, ya sahabat Dessya!

IG: @dessisurya26

Twitter: @dessisurya

Podcast: https://anchor.fm/dessi-surya

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Jadi yang pertama untuk berkomentar
 

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image