Masih maraknya eksploitasi anak, apa peran orang tua sebenarnya?

Image
Ida Nuriya
Pendidikan dan Literasi | Friday, 25 Nov 2022, 10:59 WIB

Peran orang tua dan lingkungan sangat penting dalam pencegahan eksploitasi anak. Akan tetapi saat ini masih banyak kasus eksploitasi anak, bahkan sampai merenggut nyawa. Pencegahan eksploitasi anak harus dilakukan secara komprehensif agar dapat menghapus adanya eksploitasi ada anak.

Saat ini masih banyak terpantau anak-anak jadi pengemis kepada pengunjung lesehan dekat pantai kenjeran surabaya, anak-anak jualan jajanan di daerah pacet mojokerto, dan baru-baru ini ada kasus eksploitasi anak dan juga kekerasan terhadap anak sampai merenggut nyawa di daerah bubutan kota surabaya.

Tanpa sadar orang tua menjadikan objek anak untuk kepentingannya sendiri.Orang tua memanfaatkan kerentanan dan ketidaktahuan anak untuk dieksploitasi dan mengambil keuntungan dengan mengorbankan anaknya untuk bekerja. Padahal anak seharusnya mendapatkan kasih sayang, menyenyam pendidikan dan waktu bermain.

Eksploitasi anak tidak sesuai dengan yang diamanatkan pada Undang-Undang No. 35 tahun 2014 perubahan atas Undang-Undang No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Peran orang tua

Menjadi orang tua adalah impian bagi pasangan suami istri. Sampai saat ini tidak ada kepastian benar atau salah dalam mendidik anak, setiap orang tua pasti memiliki cara dalam mendidik anak.

Peran orang tua dalam mendidik anak :

1. Memberikan stimulus untuk perkembangan dan sosial anak

Anak yang dekat dan memiliki komunikasi yang baik dengan orang tua, keluarga, dan orang sekitar bisa bekerjasama dengan baik dan bergaul dengan baik.

2. Mendukung pendidikan anak

Dalam mendukung pendidikan anak orang tua dapat memberikan motivasi agar anak selalu rajin untuk mengasah keterampilan dibidang akademik.

3. Membantu mengendalikan emosi

Anak memiliki perkembangan emosi sejak dini, maka dari itu orang tua harus bisa mengelola emosi anak.

4. Menjaga dan mengawasi anaknyaTugas wajib orang tua adalah menjaga dan mengawasi anaknya, akan tetapi masih banyak orang tua yang tidak melaksanakan tugasnya dengan mengeksploitasi anaknya untuk bekerja dan mengambil keuntungan dari anaknya

5. Melatih komunikasi anak dengan baik

6. Peka terhadap kebutuhan anak

Perlindungan bagi anak yang mengalami eksploitasi

Eksploitasi secara ekonomi dan atau seksual terhadap anak di bawah umur dapat dijerat dengan Pasal 76I Jo Pasal 88 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

“Sesuai Pasal 76 I Undang-Undang 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, setiap orang dilarang menempatkan, membiarkan, melakukan, menyuruh melakukan, bahkan turut serta melakukan eksploitasi secara ekonomi dan atau seksual terhadap Anak. Para pelaku akan berhadapan dengan ancaman pidana maksimal 10 tahun dan denda hingga 200 juta rupiah,” jelas Nahar.

Selain Pasal 76I Jo Pasal 88 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, para pelaku juga dapat dikenakan ketentuan Pasal 296 KUHP tentang dengan sengaja menyebabkan atau memudahkan perbuatan cabul sebagai pencarian atau kebiasaan dan atau Pasal 506 KUHP tentang Prostitusi jika memenuhi unsur menarik keuntungan dari perbuatan cabul dan menjadikannya sebagai pencarian.

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Artikel Lainnya

Image

9 Mahasiswi Magister Kebidanan Ikuti Program IPP ke Inggris

Image

INDONESIA MASUK DALAM DAFTAR WISATA HALAL TERBAIK DIDUNIA

Image

Download Video YouTube ke Lagu MP3 Gratis 2022 YTMP3

Image

Karutan Prabumulih Ikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Capaian Kinerja Tahun 2022

Image

Jadi Negara Arab yang Lolos Perempat Final Piala Dunia 2022, Begini Fakta The Lion Atlas

Image

Kebijakan Fiskal Dalam Perspektif Islam

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

× Image