Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Vadila Turahmi

Kebakaran hutan yang terus berlarut

Pendidikan dan Literasi | Thursday, 17 Nov 2022, 12:58 WIB

Peristiwa alam kebakaran hutan yang sudah tidak asing lagi terdengar di Indonesia ini yang hampir setiap tahunnya terjadi di musim kemarau, yang berdampak besar bagi lingkungan hidup. Kebakaran hutan lebih banyak terjadi pada negara-negara yang yg tropis disekitar garis khatulistiwa terutama di Indonesia.

Kebakaran hutan tidak terjadi begitu saja tanpa sebab. Pasti ada faktor-faktor yang mempengaruhi seperti faktor alam dan faktor dari perbuat manusia sendiri. Faktor alam yang menyebabkan kebakaran hutan memang tidak bisa dihindarkan dan tidak ada yang bisa disalahkan dalam hal ini. Akan tetapi, untuk faktor dari tindakan manusia perlu untuk ditindak dan dievaluasi. Memang sebuah keresahan tersendiri dimana manusia banyak yang kini kehilangan kesadarannya sampai-sampai melakukan suatu perbuatan yang bisa merugikan banyak orang termasuk dirinya sendiri, khususnya merugikan lingkungan hidup.

Kebakaran hutan yang tidak pernah lepas dari perbuatan manusia (sumber gambar: tribun.com)

Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengemukakan bahwa kebakaran hutan dan lahan di Indonesia utamanya disebabkan oleh aktivitas manusia. Aktivitas manusia yang dapat memicu kebakaran hutan dan lahan antara lain pembukaan lahan untuk membangun permukiman maupun lahan pertanian dengan cara membakar.

Kahutla di tahun 2019 menjadi tahun terburuk sejak tahun 2015, dengan luas lahan yang terbakar mencapai 1,6 juta ha. Data KLHK juga mencatat ada 52 kasus di Riau, tentang pembakaran hutan dan lahan yang dilakukan oleh manusia atau perusahaan di tahun 2019. Dapat kita syukuri dalam beberapa tahun terakhir ini kabut asap sudah tidak pernah lagi muncul, akan tetapi hal ini tidak bisa kita sepelekan kita harus terus waspada pada masa yang akan mendatang. Fenomena kebakaran hutan itu sendiri tidak lepas dari tangan manusia.

Oleh karena itu, aksi dari manusia harus di adili. Terlebih jika kebakaran hutan itu di lakukan dengan sengaja untuk kepentingannya sendiri tetapi merugikan orang yang lain. Dampak dari kebakaran hutan tidak main bis merusak ekosistem memusnahkan flora dan fauna, bisa meyebab kabut asap yang berkepanjangan, menyebabkan hutan gundul, serta berkurangnya sumber air bersih.

Musim tentu saja tidak bisa diperkirakan oleh manusia, sehingga saat kemarau datang dengan masa yang sangat panjang adalah hal yang tidak bisa diduga. Akan tetapi hal tersebut sangat terpengaruh kepada kondisi hutan yang setiap hari terkena sengat matahari menyebabkan percikan api. Maka dari mari kita bahu membahu menjaga kelestarian hentikan pembukaan lahan dengan membakar, hentikan membuang rokok yang masih menyala sembarangan karena dari hala kecil tersebut bisa menjadi hal besar yang merugikan.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image