Hukum Tidak Boleh Tebang Pilih

Image
Dhevy Hakim
Politik | Monday, 06 Dec 2021, 14:12 WIB

Hukum Tidak Boleh Tebang Pilih

Oleh: Dhevy Hakim

Tanggal 2 Desember menjadi momen yang ditunggu-tunggu bagi alumni 212. Yakni melakukan reuni dari umat Islam yang sebelumnya ikut aksi damai 2 Desember 2016 silam. Tak heran menjelang tanggal 2 Desember 2021 di jagad sosial media Twitter berseliweran unggahan dari para netizen. Menjelang satu hari sebelumnya bahkan sudah ramai tagar #AksiSuperDamai, #Monas, dan #Reuni212.

Sayangnya, sampai hari-H pihak panitia reuni 212 belum mengantongi izin dengan alasan kerumunan. Meski begitu antusiasme para alumni tidak berkurang. Dari sebelum subuh masa dari luar Jakarta terlihat memadati di beberapa pintu tol seperti tol Cikampek, tol arah Jagorawi, tol Bekasi Barat. (2/12)

Para alumni pun tetap berdatangan di sekitar Patung Kuda, meski aparat mengatakan tidak ada reuni, pagar kawat dipasang kuat hingga berpindah memadati jalan Thamrin. Tetap tidak diperbolehkannya aksi 212 tentu saja membuat peserta aksi merasa kecewa. Ibu Halimah salah satunya, melayangkan protes kepada aparat. Beliau merasa heran atas alasan tidak diberikan izin oleh pihak kepolisian. Padahal selama beliau mengikuti aksi 212, aksi selalu berjalan dengan damai.

“Pastilah (kecewa), saya sudah di sini dari pagi. Dari rumah di Bogor habis shalat Subuh, pokoknya kereta pertama,” kata ibu rumah tangga asal Kota Bogor itu, saat ditemui di kawasan Kebon Sirih, Jakarta Pusat.

Pasalnya, sehari sebelumnya, di tempat yang sama juga ada mahasiswa Papua yang menggelar acara. Memakai baju bertuliskan ‘Free West Papua’ di kaos belakang yang mereka pakai. Namun, anehnya acara tersebut tidak dipersoalkan padahal sama-sama faktanya mengundang kerumanan.

Padahal, jika dilihat dari tujuan acara, aksi mahasiswa itu dalam rangka memperingati hari Organisasi Papua Merdeka yang mengajukan tuntutan salah satunya adalah supaya pemerintah memberikan hak kepada Papua Barat untuk menentukan nasibnya sendiri. Artinya, aksi tersebut justru lebih membahayakan keutuhan NKRI daripada aksi alumni 212 yang super damai hanya bertujuan menyatukan umat dan menyampaikan aspirasi umat Islam.

Ya, seyogyanya hukum ditegakkan secara adil, tidak boleh terjadi penegakan hukum yang tebang pilih. Sebagian diperbolehkan, namun sebagian dilarang. Jika memang dalam bentuk apapun kerumunan tidak boleh artinya semua aktivitas yang menimbulkan kerumunan harus sama-sama ditindak tegas. Bila tidak, jangan heran jika pihak yang mendapatkan ketidakadilan perlakuan hukum semakin tidak percaya kepada aparat penegak hukum.

Wallahu a'lam.

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

Tes P3K, Jangan PHP-in Guru Honorer

OSS Berbasis Resiko

Artikel Terkait

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Artikel Lainnya

Image

Garena Free Fire Max: Maximalkan Pengalaman Bermain Gamemu

Image

Lirik Dan Link Download lagu Ke Gunung - Tri Suaka MP3 Gratis Lengkap

Image

Patung Kobe Bryant Berdiri di Puncak Bukit Tempat Kecelakaan

Image

Dua Waktu Istirahat Yang Baik dan Buruk Menurut Islam

Image

Apakah Benar? Pihak Whatsapp Resmi Memblokir Semua Pengguna GB Whatsapp

Image

Lirik Dan Link Download Lagu Satru 2 - Denny Caknan MP3 Gratis Lengkap

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

Ikuti

Image
Image
Image
× Image