Maafkanlah!
Agama | 2022-10-05 10:35:52
Islam selalu mengajarkan umatnya untuk saling memaafkan satu dengan yang lainnya,karena dengan saling memaafkan ukhuwah islamiyah akan semakin kuat karena pada sejatinya satiap manusia pasti pernah berbuat salah,Rasulullah menjelaskan dalam sebuah hadist : كُلُّ بَنِي آدَمَ خَطَّاءٌ وَخَيْرُ الْخَطَّائِيْنَ التَّوَّابُوْنَ. Artinya : “Setiap anak Adam pasti berbuat salah dan sebaik-baik orang yang berbuat kesalahan adalah yang bertaubat”. (HR Tirmidzi 2499, Shahih at-Targhib 3139).
Rasulullah SAW bersabda, ''Orang yang hebat bukanlah orang yang menang dalam pergulatan. Sesungguhnya orang yang hebat adalah orang yang (mampu) mengendalikan nafsunya ketika marah. Memaafkan dan mengampuni juga merupakan perbuatan yang diperintahkan Sang Khalik kepada umatnya.Menurut Syekh Mahmud al-Mishri dalam kitab Mausu'ah min Akhlaqir-Rasul, memaafkan adalah pintu terbesar menuju terciptanya rasa saling mencintai di antara sesama manusia. ''Jika orang lain mencerca kita, sebaiknya kita membalasnya dengan memberi maaf dan perkataan yang baik,'' ungkap Syekh al-Mishri.
Mas'ud ibn muhammad al-Hamadani beliau seorang ahli hadist dan ahli salaf, Imam Ahmad dan sekelompok ahli salaf meriwayatkan, beliau memiliki kutipan terkenal semoga allah meridhoinya,beliau pernah berkata "masa lalu tidak diingat "apabila datang kepadanya seseorang dan berkata "maafkanlah aku karena sudah mengghibahimu" dan beliau berkata "masa lalu tidak diingat " yang artinya masa lalu tidak diingat/dikenang aku sudah memaafkanmu, pergilah!
Beliau wafat rahimahullah di masjidil haram,seseorang melihat beliau dimimpinya dan dia berkata : "apa yang allah lakukan kepadamu?" beliau menjawab : "ketika aku menghadapnya, allah berkata : " wahai Mas'ud ! yang telah lalu tidak diingat" sesuai dengan firman allah وَلْيَعْفُوا وَلْيَصْفَحُوا ۗ أَلَا تُحِبُّونَ أَنْ يَغْفِرَ اللَّهُ لَكُمْ ۗ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ. Artinya : (dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang)
Rasulullah telah mengingatkan manusia bahwa dunia hanyalah tempat tinggal sementara. Banyak ayat dalam Al-Qur'an menyebut kehidupan dunia adalah permainan dan senda gurau belaka. Allah berfirman dalam:
Surah Al-An'am : وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا لَعِبٌ وَلَهْوٌ ۖ وَلَلدَّارُ الْآخِرَةُ خَيْرٌ لِلَّذِينَ يَتَّقُونَ ۗ أَفَلَا تَعْقِلُونَ. Artinya : ("Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memahaminya?")Al-An'am Ayat 32 MAKA MAAFKANLAH ! APAKAH KAMU TIDAK INGIN ALLAH MENGAMPUNIMU?
Sumber image : images.pexels.com
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
