Jika Seorang Mukmin Meninggal, Dua Pintu Langit Menangis Selama Empat Puluh Hari

Image
Ade Sudaryat
Agama | Sunday, 02 Oct 2022, 06:39 WIB

Jangan pernah iri dengan rezeki, harta, jabatan, dan berbagai keuntungan lainnya yang dimiliki orang lain. Kita pun jangan merebut apapun yang ada pada orang lain, juga jangan menjegal berbagai keuntungan, jabatan, atau harta yang akan sampai kepada seseorang. Masing-masing dari kita sudah memiliki berbagai jatah bekal kehidupan yang telah Allah tetapkan sejak kita masih berupa janin usia 120 hari di dalam Rahim ibu kita.

Tak akan ada seorang pun yang mampu mengahalangi berbagai jatah kehidupan kita, baik berupa jodoh, kematian, harta, jabatan, keselamatan, dan lainnya apabila semuanya telah Allah jatahkan menjadi bagian dari kehidupan kita. Demikian pula, tak akan ada seorang pun yang dapat memberikan berbagai keuntungan, kemalangan, rezeki, dan lain sebagainya, manakala semuanya bukan jatah atau bagian dari kehidupan kita.

Harta yang selalu menjadi target pengejaran utama kita laksana kematian. Jika sudah datang ajal, sehebat dan sekuat apapun kondisi badan seseorang, kematian akan tetap datang menjemputnya. Demikian pula halnya dengan harta, seseorang tak akan bisa menolak datangnya harta yang sudah menjadi bagian dari kehidupannya. Kalau Allah menjatahkan seseorang menjadi orang kaya, maka orang tersebut akan menjadi orang kaya.

Sehebat apapun usaha kita tak akan bisa melebihi bekal jatah kehidupan yang telah Allah tentukan untuk kita. Kewajiban kita hanyalah berusaha keras melaksanakan perintah Allah, salah satunya adalah mencari bekal harta untuk kehidupan. Besar dan kecilnya hasil yang diperoleh bukan urusan kita, namun sesuai dengan kadar rezeki yang telah Allah berikan jatahnya untuk kita.

Masing-masing dari kita telah Allah tetapkan memiliki dua pintu di langit. Satu pintu untuk naiknya segala amal perbuatan, dan satu pintu lagi untuk turunnya rezeki kita. Jika seorang mukmin meninggal, maka kedua pintu tersebut menangis.

“Setiap mukmin memiliki dua pintu di langit. Satu pintu untuk turun rezekinya, dan satu pintu untuk menaikkan ucapan dan amal-amalnya. Apabila seorang mukmin meninggal kedua pintu tersebut menangisi kematiannya” (H. R. Anas bin Malik, Imam Al Qurthubi, Tafsir Al Qurthubi, Juz ke-19, hal. 120)

Mujahid berpendapat, kedua pintu langit tersebut menangisi kepergian seorang mukmin selama empat puluh hari. Bukan pintu di langit saja, bumi atau tempat shalat orang tersebut juga ikut menangis. Bumi dan langit menangis karena merasa kehilangan dengan kesalehan dan merdunya suara seorang mukmin yang selalu memuji Allah. Sementara pintu langit tempat turunnya rezeki menangis karena ia tidak lagi mendistribusikan rezeki kepada mukmin yang meninggal tersebut.

Inilah keuntungan bagi seorang mukmin yang shalih-shalihah. Kematiannya bukan saja ditangisi sanak saudara dan tetangga, namun ditangisi langit, bumi, dan seluruh makhluk-Nya.

Kondisi kematiannya akan sangat jauh berbeda dengan orang-orang yang durhaka. Bisa saja sanak saudara, tetangga, dan yang lainnya menangisi kematiannya, namun langit, bumi, dan makhluk selain manusia tak sedikit pun bersedih atas kepergiannya.

“Langit dan bumi tidak menangisi mereka (orang-orang kafir/durhaka), dan mereka pun tidak diberi penangguhan waktu” (Q. S. Ad-Dukhaan : 29).

ilustrasi :langit (republika.co.id)
Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

Penulis dan Penerjemah Lepas Bidang Agama, Budaya, dan Filsafat

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Artikel Lainnya

Image

9 Mahasiswi Magister Kebidanan Ikuti Program IPP ke Inggris

Image

INDONESIA MASUK DALAM DAFTAR WISATA HALAL TERBAIK DIDUNIA

Image

Download Video YouTube ke Lagu MP3 Gratis 2022 YTMP3

Image

Karutan Prabumulih Ikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Capaian Kinerja Tahun 2022

Image

Jadi Negara Arab yang Lolos Perempat Final Piala Dunia 2022, Begini Fakta The Lion Atlas

Image

Kebijakan Fiskal Dalam Perspektif Islam

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

× Image